Minggu, 21 April 2019  
Otonomi / Infrastruktur, Listrik dan Air Masalah Utama di Kepualauan Meranti
Hasil Kunjungan Sayed Assegaf
Infrastruktur, Listrik dan Air Masalah Utama di Kepualauan Meranti

Otonomi - - Minggu, 10/03/2019 - 13:40:16 WIB

MERANTI, situsriau.com - Mengakhiri kunjungannya ke Kepulauan Meranti,  Anggota DPR RI Sayed Abubakar Assegaf menarik kesimpulan bahwa dari 15 tempat yang dikunjunginya,  selain masalah infrastruktur seperti jalan,  masalah utama di daerah penghasil sagu ini adalah listrik dan air bersih. 

"Saya sudah kujungi beberapa desa desa di beberapa kecamatan seperti Ransang Barat, Kecamatan Merbau,  Tebing Tinggi,  Tebing Tinggi Barat dan Terlahir di beberapa desa di Tebing Tinggi Timur dan masalah seluruhnya sama,  jalan,  air bersih dan Listrik,  ungkap Sayed. 

Anggota komisi VII ini,  harus mengakui bahwa selama ini dirinya tidak mengetahui persoalan ini.  Tidak hanya masalah listrik yang hanya bisa dinikmati selama 12 jam, namun juga ada masyarakat yang menikmati listrik hanya dalam waktu 6 jam dan hanya menggunakan genset desa,  di Tebing Tinggi Timur.

Ditegaskannya,  sepulang dirinya dari Meranti,  permasalahan ini akan menjadi topik utama bagi dirinya kembali ke DPR RI. Disaat kita hampir 74 tahun merdeka,  masih saja ada masyarakat yang belum menikmati kemerdekaan itu dengan utuh dan itu terjadi di Bumi Melayu yang merupakan penyumbang pendapatan terbesar di Indonesia. 

Pria yang biasa di sapa Ibeck ini,  saat berada di Desa Tanjung Sari kecamatan Tebing Tinggi,  sempat berta'ziah ke ruah salah satu warga yang meninggal dan menyaksikan langsung bahwa rumah tersebut tidak memiliki Listrik dan juga air bersih yang memadai. 

Dikatakan Anggota DPR RI dapil Riau 1 (Rohil, Rohul,  Dumai,  Bengkalis,  Pekanbaru,  Siak dan Kepulauan Meranti), permasalahan ini harus ada solusi. Selain Masyarakat menggunakan listrik desa yang hanya 12 jam,  mereka juga harus membayar mahal untuk itu, 200 ribu hingga 300 ribu perbulan,  bahkan jika tidak menggunakan maka dikenakan biaya 90.000 perbulan nya. "Inikan ironis,  di daerah pedesaan,  dimana ekonomi masyarakat masih pas pasan,  harus dibebankan dengan listrik yang mahal, tegasnya lagi. 

Ibek berharap,  dirinya akan bisa memperjuangkan masalah ini dan mencari solusi terbaik,  agar desa desa di kabupaten termuda di Riau ini tidak lagi terbelakang karena tidak mendapatkan infrastruktur yang layak, air bersih dan listrik yang sama demgam daerah perkotaan karena mereka juga berhak mendapatkannya. (rls) 

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved