Rabu, 13 November 2019  
Otonomi / Permasalahan Anak Tinggi dan Terus Bertambah, Riau Butuh KPAID
Permasalahan Anak Tinggi dan Terus Bertambah, Riau Butuh KPAID

Otonomi - - Kamis, 11/07/2019 - 10:31:56 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Permasalah anak di Riau mulai dari kekerasan seksual, pelecehan seksual dan bullying tergolong tinggi. Untuk itu, sudah saatny Riau memiliki Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID).  

Hal itu dikatakan Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Riau, Dr Elviandri S HI M Hum. Dikatakan Elviandri, ia sempat kaget mengetahui data tingginya angka kekerasan tersebut hingga Juni 2019, yang jumlah korban mencapai 33 anak.

Walaupun ada peran orangtua, guru dan juga masyarakat, namun menurutnya secara khusus tetap harus ada pendampingan dari KPAID.

"Saya kaget saat baca Tribun Pekanbaru tadi, ternyata jumlah korban kekerasan seksual di Riau bukannya berkurang, tapi malah bertambah. Riau saat ini sangat membutuhkan KPAID, karena selain tanggungjawab orangtua, guru dan masyarakat, anak juga butuh pendampingan khusus dari KPAID," kata Elviandri seperti dilansir dari Tribunpekanbaru, Rabu (10/7/19).

Dikatakan Elviandri, dulunya memang pernah dibentuk KPAID Provinsi Riau, namun sudah lama vakum. Menurutnya perlu diaktifkan kembali, sekaligus pembentukan komisi di tingkat kabupaten/kota.

"Keberadaan komisi ini adalah memberikan edukasi masyarakat, advokasi, dan juga menangani. Ketika ada orangtua anaknya dibulli di sekolah, maka komisi ini yang akam membantu," ujarnya.

Elviandri juga menjelaskan, persoalan pelecehan seksual dan bullying, itu bukan saja tindak pidana, namun juga ada aspek sosial, psikologi dan juga traumatik terhadap korban.

"Masalah pelecehan seksual dan bullying, bukan hanya persoalan pidana. Kalau pidana tinggal ditangkap selesai, tapi bagaimana dengan korban? Di sini juga ada masalah sosial, psikologi dan traumatik, yang mempengaruhi masa depannya. Sering kali terjadi, korban kalau tidak ada pendampingan, maka ia akan dendam, dan akan melakukan hal sama dengan yang ia rasakan," ujarnya.

Dia menambahkan, hal tersebut juga telah mulai ia sampaikan kepada gubernur, dan ia berharap agar gubernur segara menanggapi dan menindaklanjuti hal itu. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved