Selasa, 12/11/2019  
Otonomi / Gubri dan Sekda Riau Lantik Istri, Kakak, Adik, Mantu Jadi Pejabat, Netizen Sebut Ngalahin Soeharto
Gubri dan Sekda Riau Lantik Istri, Kakak, Adik, Mantu Jadi Pejabat, Netizen Sebut Ngalahin Soeharto

Otonomi - - Sabtu, 11/01/2020 - 11:41:05 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Gara-gara melantik istri, mantu, adik dan kakaknya jadi pejabat di Pemprov Riau, Gubernur Syamsuar dan Sekda Yan Prana Jaya jadi sasaran kritik warganet. Keduanya dianggap sudah ngalahin Presiden Soeharto dalam urusan kolusi dan nepotisme. Heboh soal pelantikan ini sebenarnya sudah merayap di media sosial sejak Selasa lalu.

Yaitu saat Syamsuar merombak eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Riau. Pada acara pelantikan yang digelar di Ballroom Menara Dang Medu Bank Riau itu, ada 737 pejabat.

Belakangan diketahui dari ratusan pejabat yang dilantik itu ada keluarga Syamsuar dan keluarga Sekda Riau, Yan Prana Jaya yang ikut dilantik. Keluarga Syamsuar yang ikut dilantik adalah Tika Rahmi Syafitri. Tika adalah menantu Syamsuar. Dia dipromosikan, menjadi Kasi Retribusi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau.

Sebelumnya, istri dari Muhammad Andri ini hanya sebagai staf biasa di Bapeda. Selain itu, dua ajudan Syamsuar turut mendapat jatah jabatan. Keduanya adalah Raja Jehan Saputra dilantik sebagai Kasubag Hubungan Keprotokolan, dan Alfi Sukrila sebagai Kasubag Tamu, Kepala Bagian Protokol, Biro Adpim Setda Prov Riau.

Selain keluarga Gubernur yang mendapat promosi. Keluarga Sekda Yan Prana juga ikut dipromosikan. Mereka yang dilantik adalah istrinya, Fariza, yang dilantik sebagai Kepala Bidang Pengembangan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau.

Ada juga kakak Yan, Prasurya Darma yang dilantik sebagai Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau. Dedi Herman yang merupakan merupakan adik Yan Prana juga dilantik sebagai Kabid Ops Satpol PP Riau.

Kabar ini dengan cepat menyebar ke pusat. Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengaku telah mendengar kabar keluarga Syamsuar dan Yan Prana yang dilantik jadi pejabat. Bahtiar mengaku sudah mengirim surat klarifikasi kepada pejabat bersangkutan. Suratnya baru dikirim dan belum mendapat jawaban.

Sementara ini, lanjut dia, Kemendagri belum menemukan pelanggaran. Kata dia, kerabat tetap diperbolehkan bergabung, jika memang dinilai berkapasitas.

“Jangan menghukum hubungan darah orang. Yang tak boleh itu adalah pengangkatan dengan pertimbangan hubungan darah,” kata Bahtiar, kepada wartawan, kemarin.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai apa yang dilakukan Syamsuar dan Yan Prana itu bagian dari nepotisme. Dan, sudah mengalahkan Soeharto.

Warganet langsung riuh menanggapi kasus ini. Sebagian gelengge leng kepala dan mengelus dada melihat kelakuan kepala daerah yang seenak jidatnya. “Vulgar amat.. gak tahu malu,” cuit @JokoHQ.

Sebagian lagi melontarkan sindiran yang bisa mengiris kuping. Seperti yang dilontarkan @edwin_basuki. Kata dia, apa yang dilakukan Syamsuar sudah tepat. Dari pada mengangkat orang lain yang gak bisa dipercaya mending saudara sendiri. “Komunikasi dan koordinasinya gampang. Bisa di ruang makan,” ledeknya.

“Bahkan saat liburan pun masih bisa rapat sewaktu-waktu,” timpal @jaanfahmi. “Gubernur Riau sedang mengadakan program KB. Keluarga Berkuasa,” celetuk @Malaikatjzrail. “Miris. Lebih-lebih dari Soeharto,” ujar yang lain, dikutip dari rmco.id.

Akun @Buditaslim4 berharap Mendagri Tito Karnavian segera melakukan evaluasi. Menurut dia, apa yang dilakukan Syamsuar benar-benar tidak adil terutama pegawai lain yang sudah tugas puluhan tahun.

“Pantas bapak saya yang sudah pangkat 4B belum pernah dilantik tuh jadi pejabat eselon. Karena gak ada orang dalam,” ungkap @rendyharizma. (sr5, rm)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved