Jum'at, 22 Maret 2019  
Lingkungan / Fokus di 4 Daerah, Water Bombing sudah Habiskan 2,2 Juta Liter Air
Fokus di 4 Daerah, Water Bombing sudah Habiskan 2,2 Juta Liter Air

Lingkungan - - Jumat, 08/03/2019 - 13:23:18 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau melalui udara terus dilakukan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2,2 juta liter air sudah ditumpahkan ke kawasan hutan dan lahan yang terbakar.

Direktur Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B Panjaitan menyatakan, water bombing atau bom air dilakukan sudah ratusan kali menggunakan helikopter.

"Air yang dijatuhkan sejak awal 2019 sudah 2,2 juta liter air. Untuk KLHK sudah jatuhkan 171 kali water bombing," kata Raffles seperti dirilis cnnindonesia, Kamis (7/3/19).

Selain KLHK, pengeboman air juga dilakukan oleh Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB) sebanyak 180 kali dan sejumlah pihak swasta. Adapun tempat-tempat yang difokuskan untuk menjatuhkan air ialah Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil), Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.

"Kami fokus di Dumai. Ada sembilan unit helikopter kita siapkan juga, satu dari KLHK, BNPB dua unit, swasta dua unit dan TNI punya empat unit heli," jelas Raffles.

Data yang dimiliki KLHK menunjukkan terdapat penurunan luas area Karhutla di Riau. Per Januari hingga Maret 2019 terdapat 1.399 hektar luas area yang terbakar.

Jumlah ini turun dari bulan yang sama di Januari-Maret 2018 yakni sebesar 4.277 hektar. Sementara titik panas atau hotspot se-Indonesia kini berjumlah 432 titik.

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga menyatakan menyiapkan 17 ton garam untuk membuat hujan buatan untuk menangani Karhutla di Riau. Teknologi modifikasi cuaca (TMC) dilakukan terkait dengan siaga darurat Karhutla.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan, selain untuk memadamkan api, modifikasi cuaca berupa hujan buatan dilakukan untuk mencegah timbulnya kabut asap.

Hammam mengatakan, BPPT berkoordinasi dengan BNPB dan TNI Angkatan Udara untuk membuat hujan buatan ini. Garam ditebar menggunakan pesawat Cassa 212 milik TNI AU.

Dalam sekali terbang, Cassa 212 mampu mengangkut 800 kilogram garam. Untuk tahap awal, modifikasi cuaca digelar pada Februari dan Maret.

Sementara itu, BNPB memprediksi Riau akan kembali berpotensi mengalami Karhutla pada Maret dan Juni mendatang. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjaja mengatakan, jika hal ini tidak dicegah, maka Karhutla yang lebih besar bisa terjadi pada Juni.

"Jadi wilayah Riau itu ada dua semester, Maret akan berpotensi kebakaran lagi. Kemudian setelah itu akan terjadi lagi pada bulan Juni," ujar Wisnu di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (28/2) lalu.

Wisnu kemudian memaparkan beberapa penyebab Karhutla. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat yang memicu kebakaran saat kondisi lahan atau hutan sedang dalam kerawanan.

"Kalau air tanah di lahan gambut sudah turun di bawah 40 sentimeter, kemudian ada masyarakat yang tak sengaja membuang puntung rokok di situ, maka terjadilah kebakaran. Jadi kalau lahan gambutnya kering ya mudah terbakar," terang Wisnu.

Wisnu menjelaskan pentingnya upaya pencegahan karena melihat potensi Karhutla yang cukup tinggi pada 2015 lalu. Pada waktu itu, tidak terjadi hujan sampai tiga bulan lamanya. Hal ini menyebabkan tanah menjadi lebih kering dan rawan kebakaran.

Oleh karena itu, Wisnu mengatakan, upaya pemadaman dan pencegahan yang saat ini sedang dilakukan oleh BNPB bersama TNI, Polri, dan BPBD tidak cukup. Menurutnya, pemadaman dini yang disertai peran masyarakat juga harus dilakukan.

"Pemadaman dini oleh masyarakat. Makanya kita bentuk masyarakat peduli api, desa tangguh bencana, dan sebagainya," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 19 Februari 2019 hingga delapan bulan ke depan. Hal itu ditetapkan karena kebakaran lahan gambut terus membara, terutama di daerah pesisir. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved