Jum'at, 23 08 2019  
Lingkungan / Hujan Sedikit Kurangi Pekat Asap di Riau, Jarak Pandang Membaik
Hujan Sedikit Kurangi Pekat Asap di Riau, Jarak Pandang Membaik

Lingkungan - - Senin, 12/08/2019 - 14:57:34 WIB

PEKANBARU, situsriau.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, jumlah titik panas di Pulau Sumatra, yang jadi indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat jadi 192 titik pada Senin (12/8/19) pagi. Riau didapati masih menjadi lokasi titik panas terbanyak.

"Iya titik panas meningkat pada hari ini di Sumatera 192 titik, dan di Riau sendiri 156 titik," kata Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami di Pekanbaru, sebagaimana dilansir Antara.

Jumlah titik panas di Sumatera meningkat drastis dibandingkan Minggu (11/8) sore yang terpantau hanya 13 titik. Pantauan satelit pada Senin pagi pukul 06.00 WIB menunjukan, Riau mendominasi jumlah titik api dengan 156 titik. Kemudian Sumatera Selatan dengan 9 titik, Jambi 8 titik, Lampung 7 titik, Sumatera Utara dan Bangka Belitung masing-masing 4 titik, Kepulauan Riau 3 titik, dan Sumatera Barat ada satu titik.

Dari 156 titik panas di Riau, paling banyak di Pelalawan yakni 40 titik. Kemudian di Siak 29 titik, Rokan Hilir 24 titik, Indragiri Hilir 21 titik, Indragiri Hulu 15 titik, Kepulauan Meranti dan Bengkalis masing-masing 7 titik, Kampar 6 titik, serta Kuantan Singingi dan Dumai masing-masing 2 titik.

Dari jumlah tersebut, ada 116 yang teridentifikasi sebagai titik api. Paling banyak di Pelalawan dengan 28 titik, kemudian Siak 22 titik, Indragiri Hilir 19 titik, dan Rokan Hilir 15 titik.

"Pekanbaru kini kondisi asap, jarak pandang sekitar 2,5 kilometer pada pukul 10.00," kata Sanya.

Namun, hujan yang sempat mengguyur Pekanbaru pada Senin (12/8/19) pagi diamati BMKG hanya sedikit mengurangi kepekatan asap akibat karhutla.

"Hujannya kurang lebat, dan hanya di bagian tertentu saja. Seperti di Bandara Pekanbaru, hujan hanya selayang (ringan), sedangkan yang mengambang di udara ini partikel padat asap," kata Sanya.

Hujan turun di sebagian Kota Pekanbaru sekitar pukul 07.30 WIB selama kurang lebih satu jam. Hujan paling lebat turun di daerah Rumbai dan Senapelan.

Kurangi Bau Asap
Sanya mengatakan, hujan yang tidak merata tidak banyak mengurangi polusi asap namun mengurangi bau asap dan memperbaiki jarak pandang.

"Jarak pandang Pekanbaru pada jam 07.00 pagi dua kilometer karena asap, sekarang, sekitar pukul 10.00 membaik menjadi 2,5 kilometer dengan kondisi masih berasap," katanya.

Menurut dia, hujan juga terjadi di beberapa kabupaten dan kota lain di wilayah Provinsi Riau seperti Kabupaten Kampar dan Kota Dumai.

Di Kabupaten Kampar hujan juga tidak banyak mengurangi asap dan jarak pandangnya masih sekitar empat kilometer. Sedangkan di Dumai, hujan bisa menghilangkan asap dan memperpanjang jarak pandang dari lima kilometer menjadi delapan kilometer.

Di Kabupaten Pelalawan yang memiliki banyak titik panas indikasi karhutla, hujan tidak turun. Jarak pandang di daerah itu kini sekitar lima kilometer.

"Hanya Dumai dan Rengat di Indragiri Hulu yang kini tidak terpantau asap," ujar Sanya.

BMKG memprakirakan dalam beberapa hari ke depan hujan berpotensi turun di Riau. "Peluang hujan cukup bagus ya, untuk hari ini dan besok juga," kata Sanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan karhutla yang kini melanda Bumi Lancang Kuning kondisinya sudah berat untuk ditanggulangi dan hanya bisa padam apabila turun hujan deras.

Karhutla, menurut dia, mencakup area yang cukup luas di daerah Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kabupaten Siak.

"Satgas termasuk TNI, Polri sudah kerja keras di lapangan. Tapi memang sulit untuk dapat air. Helikopter kita untuk waterbombing jauh angkut air, itu kendalanya, jauh dari sumber air," kata Syamsuar, yang menjabat sebagai Komandan Satgas Karhutla Riau, Minggu (11/8/19).

Ia mengatakan, turunnya hujan akan sangat membantu penanggulangan karhutla di Riau. Oleh karenanya dia mengajak warganya mendirikan shalat istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger menambahkan, pada perayaan Idul Adha personel Satgas fokus pada pemadaman di daerah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir, dan Siak.

"Kami (Satgas) fokus di Pulau Gelang Inhu, Kempas Jaya Inhil dan TNTN. Sebagian rekan-rekan juga tuntaskan di Siak Kecil," katanya. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved