Selasa, 12/11/2019  
Lingkungan / Kampar, Rohul, dan Pelalawan Dalam Bayang-bayang Banjir
Kampar, Rohul, dan Pelalawan Dalam Bayang-bayang Banjir

Lingkungan - - Rabu, 11/12/2019 - 11:16:51 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan tiga kabupaten di Bumi Lancang Kuning ini juga dalam ancaman banjir. Hal ini diakibatkan meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan, tiga kabupaten itu adalah Kampar, Rokan Hulu (Rohul), dan Pelalawan. "Saat ini, tiga kabupaten itu cukup rawan," kata Jim Gafur, kemarin.

Jim Gafur menjelaskan, potensi banjir semakin meningkat karena curah hujan tinggi. Kondisi itu tidak hanya terjadi di Riau tapi juga di daerah lain, seperti Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Aliran air dari Sumbar yang secara topografi lebih tinggi dibandingkan Riau akan bergerak dengan cepat melintasi sungai-sungai di tiga kabupaten tersebut.

Jim Gafur menyebutkan, BPBD Riau sejak November lalu terus meningkatkan koordinasi dengan BPBD di tiga kabupaten tersebut sebagai langkah antisipasi menyusul potensi banjir besar terjadi.

Ia meminta kepada setiap BPBD untuk menyiapkan logistik dan peralatan. Jika terdapat kekurangan peralatan maupun logistik, ia juga meminta agar segera berkomunikasi dengan BPBD Riau untuk segera dikirim bantuan.

"Siapkan peralatan dan logistik. Tingkatkan koordinasi untuk menghadapi banjir," ucap Jim Gafur.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai di tiga kabupaten tersebut untuk terus waspada. "Jika melihat tanda-tanda akan banjir segera lakukan evakuasi dan laporkan juga ke petugas kita," pintanya.

Jim Gafur menambahkan, kondisi cuaca tidak bersahabat dengan curah hujan tinggi diprediksi akan terus terjadi hingga Januari 2020 mendatang. Hal itu berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam dua pekan terakhir banjir telah melanda sejumlah kabupaten di Riau. Banjir cukup parah terjadi di Rohul. Ribuan rumah warga di sejumlah desa terendam banjir setelah air sungai meluap menyusul hujan lebat melanda wilayah itu. Namun, banjir dilaporkan sudah surut.

Di sisi lain, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terpaksa membuka pintu pelimpah waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kampar, akibat bertambahnya debit air karena pengaruh banjir dan intensitas hujan yang meningkat di daerah hulu di Sumbar.

"Kalau di daerah hulu (Sumbar) sudah banjir, kita terpaksa harus buka pintu air," kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, Bambang Iswanto, kemarin.

Waduk PLTA Koto Panjang menampung air dari Sungai Kampar yang hulunya berada di Sumbar. Ketika debit air sudah melebihi ketinggian yang aman untuk daya tampung waduk, PLN kerap membuka pintu pembuangan air menuju Sungai Kampar. "Pada hari ini (kemarin) kita tambah pembukaan pintu air pada jam 10 pagi dan jam tiga sore," katanya seperti dilansir Antara.

Hal itu mengakibatkan meningkatnya debit air di Sungai Kampar yang kerap menimbulkan banjir di daerah tersebut. Karena itu, Bambang mengatakan, pembukaan pintu air dilakukan PLN dengan secermat mungkin dan langsung menginformasikannya kepada pemerintah daerah serta masyarakat.

"Itu memang kita harus jaga keseimbangan air yang masuk dan yang keluar. Kondisi normal untuk menjalankan tiga generator butuh air 600 meter kubik per jam, tapi semalam pukul satu sudah mendekati 2.000 meter kubik per jam. Ini harus diimbangi dengan melakukan pembukaan pintu air bertahap," katanya.

Menurutnya, PLN sudah memiliki sistem deteksi dini dan tidak sembarangan membuka pintu air waduk PLTA karena di sepanjang daerah aliran Sungai Kampar banyak penghuni dan keramba-keramba ikan. Pemberitahuan dilakukan kepada seluruh pemangku kebijakan mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat hingga ke media massa.

Berdasarkan data PLN, pada pukul 10.00 WIB dilakukan pembukaan dua pintu air setinggi 60 centimeter (cm). Total ada lima pintu pelimpah yang sudah dibuka setinggi masing-masing 60 cm. Dampaknya adalah terjadi kenaikan permukaan air Sungai Kampar berksiar 60-80 cm.

Kemudian pada pukul 15.00 WIB, PLN menambah pembukaan tinggi lima pintu air menjadi 80 cm. Dampaknya adalah kenaikan permukaan air sungai 30 hingga 50 cm dari kondisi terakhir. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved