Senin, 28 09 2020  
Lingkungan / Luas Lahan Terbakar di Riau Turun hingga 71 Persen
Luas Lahan Terbakar di Riau Turun hingga 71 Persen

Lingkungan - - Rabu, 05/08/2020 - 11:40:52 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas lahan terbakar di Provinsi Riau hingga 2 Agustus 2020 mencapai 1.381,30 hektare. Angka itu menurun 71 persen dari tahun lalu.

Kepala BPBD Provinsi Riau, Edwar Sanger merincikan dari total 1.381,30 hektare lahan di Provinsi Riau yang terbakar tersebar di sejumlah kabupaten dan Kota. Sedangkan untuk pantauan hotspot sebanyak 697 priode Januari hingga Agustus 2020.

Diantaranya di Rohul seluas 2,5 hektare, Rohil 52,25 hektare, Dumai 118,1 hektare, Bengkalis 357,6 hektare, Kepulauan Meranti 41,7 hektare, Siak 167,64 hektare, Pekanbaru 15,41 hektare, Kampar 22,5 hektare, Pelalawan 103,35 hektare, Inhu 49,25 hektare dan di Inhil 451 hektare.

"Sedangkan untuk kabupaten Kuansing hingga saat ini masih Nihil Karhutla," kata Edwar Sanger, Selasa (4/8) saat menjadi narasumber dalam acara Webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kemarau seperti dilansir dari Tribunpekanbaru.com.

Edwar mengungkapkan, jika dibandingkan pada priode yang sama dengan tahun 2019, luas lahan terbakar di Provinsi Riau mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada priode 1 Januari 2019 hingga 2 Agustus 2019 lalu total luas lahan terbakar di Provinsi Riau mencapai 4.733,57 hektare sedangkan tahun ini dipriode yang sama luas lahan terbakar hanya sekitar 1.381,30 hektare.

Menghadapi musim kemarau, Pemprov Riau sudah melakukan sejumlah antisipasi. Mulai dari penetapan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga menyiapkan layanan pengaduan atau Call Center.

Melalui BPBD Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau juga mengeluarkan Call Center di nomor 08117612000, dengan harapan seluruh lapisan masyarakat dapat turut serta melaporkan bila ada indikasi terjadinya Karhutla.

Selain itu, Pemprov Riau juga sudah melakukan langkah antisipasi akan masuknya musim kemarau di Riau. Belum lama ini Gubri Syamsuar meresmikan Posko Relawan Karhutla, di Anjungan Inhil, Purna MTQ Pekanbaru.

Provinsi Riau menjadi perhatian untuk kasus karhutla. Karena setiap tahunnya selalu terjadi karhutla, yang menyebabkan kerugian, tidak hanya kerugian materi, juga berdampak terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Riau ini menjadi perhatian setiap kejadian karhutla, karena Riau berada pada perbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga berdampak ke sana. Terjadinya karhutla ini mengganggu kesehatan, pendidikan masyarakat. Tapi juga yang paling terganggu ekonomi masyarakat,” kata Edwar Sanger.

Edwar mengungkapkan, meski saat ini Provinsi Riau nihil Karhutla, namun Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan tetap bersiaga melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan di Riau. Dengan kesiap-siagaan ini diharapkan tahun ini tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sejauh ini pemerintah provinsi Riau sudah melakukan sejumlah upaya dalam rangka melakukan pencegahan Karhutla. Diantaranya adalah dengan menetapan status siaga darurat Karhutla di Riau yang sudah dimulai sejak tanggal 11 Januari hingga 31 Oktober 2020. Upaya yang dilakukan BPBD Riau bersinergi dengan stakeholder terkait dalam upaya pencegahan dan pemadaman titik api yang terdeteksi.

"Di musim kemarau tahap pertama yaitu bulan Februari dan Maret kita telah melakukan beberapa upaya pencegahan dan upaya pemadaman pihak bersama stakeholder terkait," ungkapnya. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved