Minggu, 22 Oktober 2017  
Pendidikan / Puluhan Guru Honor Ngadu Ke DPRD Pekanbaru
Gaji Hanya Rp300 Ribu
Puluhan Guru Honor Ngadu Ke DPRD Pekanbaru

Pendidikan - - Senin, 22/12/2014 - 23:31:13 WIB

Pekanbaru, situsriau.com- Tidak kunjung diangkat menjadi guru kontrak, belasan guru honor yang mengatasnamakan Forum Guru Honor Komite (FGHK) Kota Pekanbaru, Senin (22/12) sekitar pukul 09.30 wib, mendatangi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru.

Kedatangan para guru honor tersebut untuk meminta wakil rakyat, sebagai perpanjangan tangan mereka memperjelas status guru honor yang mereka sandang selama ini di lingkungan Pemko Kota Pekanbaru.

"Kami cuma meminta gara nasib kami sebagai guru honor komite ini bisa dicarikan solusinya, bisa digaji lewat APBD. Karena jujur saja, selama kami mengajar puluhan tahun, kami hanya digaji melalui dana BOS sebesar Rp300 ribu," kata Ketua FGHK Pekanbaru, Sarno, saat menyampaikan keluhan di depan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru.

Menurut Sarno, gaji yang diterima guru honor komite yang ada di Pekanbaru tersebut, jauh dari standar kelayakan upah minimum kota (UMK). Ditambah, saat ini bahan bakar minyak (BBM) telah naik sehingga seluruh kebutuhan hidup juga ikutan naik.

"Gaji berkisar Rp300-600 ribu itu tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup kami. Padahal kami sudah sekian lama mengabdi, tapi tidak ada perhatian serius. Makanya kami sepakat datang ke dewan, berharap aspirasi yang kami sampaikan ini bisa didengar dan disampaikan juga ke Pak Walikota," terangnya.

Dari pantauan inforiau di ruang Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, belasan guru honor ini diterima Ketua Komisi III  Nofrizal  dan beberapa anggota lainnya seperti Aidil Amri, Marlis Kasim, Dian Sukheri dan Jhon Romi Sinaga.

Menurut Nofrizal, dari catatan yang diberikan guru honor tersebut, jumlah yang terdata saat ini sebanyak 1.101 orang. Dalam jumlah itu, mereka  meminta untuk diutamakan dalam perekrutan guru kontrak di lingkungan Pemko nanti.

"Harapannya, diutamakanlah. Karena mereka dari tahun 2005 sampai 2014 sudah mengajar. Tapi dari informasi yang saya dapatkan, tahun 2014 Pemko berencana akan merekrut guru kontrak, tapi rencana itu belum terelasisasi. Ini yang kita pertanyakan. Kami akan undang Disdik dan BKD dalam waktu dekat," paparnya.

Menurutnya, dengan gaji guru honor yang jauh dari standar kelayakan hidup tersebut, semestinya diperhatikan. Sebab, guru MDA saja, sebut Politisi PAN ini, sudah dikontrak dan diberi tunjangan.

"Harusnya guru honor ini dibuat semacam ketentuan. Kalau sekolah menerima guru. Batasan gaji berapa? Kalau tidak ada penambahan, kita berharap dari pemerintah untuk memberi tunjangan," pintanya. (eng)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved