Senin, 21 Mei 2018  
Pendidikan / Nilai UN Riau Tingkat SMA Merosot, Disdik Sebut Karena Soal HOTS
Nilai UN Riau Tingkat SMA Merosot, Disdik Sebut Karena Soal HOTS

Pendidikan - - Sabtu, 05/05/2018 - 12:56:06 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Hasil Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Provinsi Riau tahun ajaran 2018 mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya soal berstandar High Order Thingking Skill (HOTS).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Indra Agus Lukman mengemukakan hal tersebut, Kamis (3/5/18). Akan tetapi Indra tak merinci besaran penurunan nilai hasil UN itu.

Menurutnya, dalam soal matematika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggunakan sistem HOTS yang menuntut kepada para siswa memiliki penalaran tinggi. "Bukan Riau saja, secara umum terjadi penurunan. Pihak kementerian sendiri mengakui bahwa ada kesulitan di soal matematika," ujar Indra seperti dilansir Antara.

Penyebab lain merosotnya nilai UN di Riau karena banyak para siswa yang masih belum terbiasa menggunakan komputer untuk menjawab soal saat ujian berlangsung. Seperti diketahui, UN dilakukan dengan dua sistem, yakni UN Kertas Pensil atau UNKP dan UN Berbasis Komputer atau UNBK.

"Kendala lain siswa yang menggunakan komputer mencobanya saat di try out saja. Itu saja. Tahap awalnya, kita akan ajarkan memanfaatkan teknologi. Biar tak canggung," jelasnya.

Kemudian terkait soal matematika yang begitu sulit, Disdik Riau akan melakukan evaluasi besar-besaran untuk nantinya dapat dipergunakan di tahun 2019.

Sementara berdasarkan data yang dirangkum dari Disdik Riau, untuk perangkingan hasil UN SMA sederajat kabupaten/kota di Riau tahun 2018 yakni Kota Pekanbaru meraih rangking pertama dengan nilai tertinggi UN dengan rata-rata 58,09. Kemudian disusul Kota Dumai dengan rata-rata 50,90.

Posisi ketiga diraih Kabupaten Indragiri Hilir dengan rata-rata 48,48. Kabupaten Kuantan Singingi rangking keempat dengan rata-rata 46,54. Kabupaten Bengkalis peringkat kelima dengan rata-rata 46,53.

Lalu Kabupaten Indragiri Hulu rangking keenam dengan rata-rata 46,03. Kabupaten Pelalawan di posisi ketujuh dengan rata-rata 45,88. Kabupaten Siak di posisi delapan dengan rata-rata 45,36.

Rangking sembilan diraih Kabupaten Rokan Hulu dengan rata-rata 44,10. Rangking 10 diraih Kabupaten Rokan Hilir dengan rata-rata 44,01.

Rangking 11 diraih Kabupaten Kampar dengan rata-rata 43,28 dan rangking terendah nilai UN diraih Kabupaten Kepulauan Meranti dengan rata-rata 42,54.

UN SMA/Madrasah Aliyah (MA) di Riau dilaksanakan 428 sekolah dengan total peserta 47.788 siswa. Berdasarkan data Disdik Riau, sebanyak 28.610 (55,68 persen) siswa mengikuti UNBK, sedangkan 19.178 (40,13 persen) siswa melaksanakan UNKP.

Sementara UN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Riau diikuti sebanyak 27.624 siswa dari 276 sekolah. Rinciannya, siswa yang ikut UNBK sebanyak 26.370 orang, dan mengikuti UNKP sebanyak 1.254 orang.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengakui secara umum rerata nilai UN SMA sederajat 2018 turun dibanding tahun sebelumnya. "Dari skor secara umum memang turun (nilai UN), tapi dari segi integritas kan jadi 100 persen," kata Muhadjir dikutip dari medcom.id.

Penurunan rerata nilai UN ini, kata Muhadjir, terutama terjadi pada peserta yang tahun lalu masih menggunakan UNKP. "Juga karena parameternya dinaikkan, seiring mulai diterapkannya soal HOTS," ungkapnya.

Namun ketika ditanya mengenai detail data hasil UN SMA sederajat 2018, Muhadjir meminta agar menunggu keterangan resmi yang akan disampaikan pihak Kemendikbud dalam waktu dekat. "Detailnya itu sudah terlalu teknis," katanya.

Berdasarkan data hasil UN 2017, Kemendikbud mencatat adanya peningkatan indeks integritas, baik di sekolah yang menerapkan UNBK maupun sekolah yang menjalankan UNKP.
 
Sekolah-sekolah yang pada 2016 menerapkan UNBK dan memiliki indeks integritas tinggi, pada 2017 indeks integritasnya meningkat sebesar 3,39 poin. Sementara sekolah pada 2016 lalu mengikuti UNKP dengan indeks integritas rendah, kemudian tahun ini mengikuti UNBK, memiliki peningkatan indeks integritas.

Sebanyak 8,1 juta peserta didik dari 96 ribu satuan pendidikan (sekolah) mengikuti UN 2018. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno menyebutkan jumlah siswa yang mengikuti UNBK 2018 meningkat signifikan sekitar 166 persen dibanding tahun sebelumnya. "Dari 3,7 juta peserta di 2017, menjadi 6.293.552 peserta didik di 2018 ikut UNBK," jelas Totok. (sr5, an)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved