Senin, 16 09 2019  
Pendidikan / Bila Udara Berbahaya Selama 3 Hari Baru Sekolah di Pekanbaru Diliburkan
Bila Udara Berbahaya Selama 3 Hari Baru Sekolah di Pekanbaru Diliburkan

Pendidikan - - Senin, 26/08/2019 - 14:50:09 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Menurut data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, kualitas udara Pekanbaru sudah menyentuh level 'Sangat Tidak Sehat'. Walau demikian, Walikota Pekanbaru Firdaus belum mau meliburkan siswa dari sekolahan.

Kepastian ini disampaikan Firdaus usai menggelar rapat menyikapi perkembangan cuaca dan ISPU di Pekanbaru yang digelar di Posko DPKP Kota Pekanbaru, Jalan Cempaka, Senin (26/8/19).

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Disdik Pekanbaru, Plt Kepala Diskes, Kepala DLHK, Kepala BMKG Pekanbaru, Kepala DPKP, Plt Kepala BPBD, Polresta, Kodim serta pejabat terkait lainnya.

Firdaus mengatakan, sebagai kepala daerah atau pengambil kebijakan di daerah, ia belum meliburkan aktivitas belajar mengajar di Kota Pekanbaru.

“Tadi sudah kita jelaskan secara detail terkait ISPU saat rapat. Saya ulangi lagi kebijakan kepala daerah yang berkaitan dengan pendidikan, maka kebijakan untuk meliburkan anak-anak sekolah kita lakukan setelah pengamatan kualitas udara yang berbahaya selama tiga hari jika tidak berubah,” katanya di cakaplah.

Firdaus mengatakan, berdasarkan pengamatan pagi tadi ISPU di Kota Pekanbaru masih terpantau menunjukan angka d ibawah 100 atau tepatnya 65. Sementara untuk meliburkan sekolah berdasarkan pengamatan harus berada diatas 300.

“Artinya kondisi kualitas udara Kota Pekanbaru masih kategori baik. Tapi kalau dalam pengamatan selama tiga hari tidak berubah atau dalam kondisi buruk, maka wajib kita liburkan sekolah,” tegasnya di cakaplah.

Untuk itu Firdaus menginstruksikan dan mengimbau kepada seluruh kepala sekolah dan guru serta wali murid untuk tetap memantau anak-anak mengurangi aktivitas di luar sekolah.

“Kurangi aktivitas di ruang terbuka. Jika tetap harus keluar, gunakan masker yang standar,” sambungnya.

Ia menyebutkan kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru merupakan akibat Karhutla di daerah lain.

“Asap yang berada di Pekanbaru ini kiriman dari Sumatera Selatan, Jambi serta kabupaten/kota di Riau,” katanya. (sr5, ck)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved