Selasa, 22 Oktober 2019  
Pendidikan / Tanggapi Kisruh di MAN 1 Kuansing, DPRD Panggil Kemenag dan Pihak Sekolah
Tanggapi Kisruh di MAN 1 Kuansing, DPRD Panggil Kemenag dan Pihak Sekolah

Pendidikan - - Rabu, 25/09/2019 - 18:38:55 WIB

TELUK KUANTAN, situsriau.com - Menanggapi kisruh yang terjadi di MAN 1 Kuantan Singingi terkait penolakan terhadap Kepala Sekolah baru, hingga berujung mogok belajar siswa dan guru yang berlangsung berulang kali sejak beberapa bulan terakhir ini, Rabu (25/9/2019) DPRD Kuansing berinisiatif menggelar rapat dengar pendapat  dengan Kemenag Kuansing, para guru, komite dan perwakilan orang tua siswa.

Ketua DPRD Kuansing, Andi Putra SH MH didampingi Wakil Ketua 1, Zulhendri Nazaruddin dan Wakil Ketua 2, Juprizal serta seluruh Ketua Fraksi di DPRD Kuansing hadir dalam pertemuan yang di gelar sejak pukul 10.30 Wib pagi, di ruang rapat DPRD Kuansing.

Pada hearing yang berlangsung alot dan panas itu, Andi Putra menjelaskan jika DPRD ingin segera mengakhiri kisruh di tubuh MAN 1  Kuansing ini. 

"Oleh sebab itu, saya minta semua pihak terbuka dan mencari solusi terbaik, agar proses belajar mengajar di sekolah kebanggaan Kuansing ini bisa berjalan normal kembali, "tegas politisi muda Partai Golkar itu.

 Pada kesempatan itu, Ketua OSIS MAN 1  Rayhan dengan tegas menolak kehadiran Kepala Sekolah, Rini dengan berbagai alasan dan track record yang kurang baik.

Salah satunya sebut Raihan, turunnya akreditasi sekolah dari tipe A ke level B. Hal ini katanya membuat reputasi MAN 1  kian jeblok.

"Ini membuat para siswa tidak lagi nyaman belajar akibat kondisi sekolah yang amburadul,"ujarnya.

Sementara Salah seorang Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum pada rapat tersebut menyebutkan jika komunikasi antara guru dan Kepala Sekolah saat ini tidak jalan . Akibatnya program dan proses belajar mengajar jadi terganggu. 

"Terkini ada kelas yang siswa nya mencapai 48 orang, padahal kapasitas maksimal ruang kelas hanya 30 orang," ujar guru tersebut.

"Guru tidak bisa mengatasi masalah ini, karena menambah atau mengurangi jumlah ruang kelas itu, kebijakan kepala sekolah,"tambah nya.

Sementara Ketua Komite Sekolah, Dr. Agusmandar didampingi Drs. Muradi dengan tegas telah berupaya menyelesaikan masalah ini sejak awak dulu. 

Namun selalu buntu, dan bahkan Kemenag selaku pihak yang paling berkompeten tidak bertindak tegas menyikapi situasi yang terjadi.

"Kondisi ini terus berlangsung hingga kini, dan pihaknya berharap DPRD Kuansing bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat, dengan solusi yang cemerlang, ujar Agusmandar.

Sedangkan Kepala MAN 1, Rini Susanti tetap bersikukuh dengan tugas yang di embankan kepada dirinya.

" Saya hanya di berikan tugas, dan saya jalankan,"ujarnya.

Sedangkan Kepala Kemenag Kuansing, Drs. H Jisman terlihat masih berputar putar tanpa solusi yang jelas. 

Kemudian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kuansing, Fedrios Gusni menyesalkan sikap Kepala Kemenag Kuansing, Drs. H Jisman yang membiarkan masalah ini berlarut-larut. 

"Jangan hanya karena mempertahankan satu orang, tapi merusak tatanan banyak orang. Kemenag harus bijak dan tegas , kalau ingin sekolah ini maju terus, 'ujar politisi muda Partai Demokrat itu.(ultrasandi)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved