Selasa, 12 Desember 2017  
Nasional / Amien Rais Akan Pimpin Aksi 287 yang Dimulai Usai Salat Jumat
Amien Rais Akan Pimpin Aksi 287 yang Dimulai Usai Salat Jumat

Nasional - - Jumat, 28/07/2017 - 10:52:59 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Presidium Alumni 212 bersama 23 ormas lainnya berencana melakukan aksi berjalan kaki atau long march dari masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/17). Aksi bertajuk 'Jihad Konstitusional Aksi 287, Cabut Perppu Pembubaran Ormas', menyusul diterbitkannya Perppu Pembubaran Ormas.

Aksi ini diawali dengan salat Jumat berjemaah di masjid yang dibangun era Presiden Soekarno tersebut. Rencananya aksi tersebut akan dipimpin oleh mantan Ketua MPR Amien Rais.

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan, demo yang disebut Aksi 287 itu akan dipimpin oleh Amien Rais dan diawali dengan salat Jumat berjemaah di masjid yang dibangun era Presiden Soekarno tersebut.

"Tim hukum GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia), ulama, dan tokoh nasional akan dipimpin oleh Amien Rais dan delegasinya," ujar Slamet, Kamis (27/7/17).

Aksi tersebut akan mengambil rute dari Masjid Istiqlal, Patung Kuda, hingga Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam jumpa pers sebelumnya, Slamet mengatakan aksi tersebut akan berjalan damai.

"Aksi ini kita tegaskan adalah aksi damai. Kita, kedamaian kita jaga, hanya menyampaikan pendapat, ide. Dan ada alumni 212. Perkiraan massa mencapai 5-10 ribu karena semua alumni 212 kita undang," ujar Slamet.

Semula, aksi ini direncanakan berlangsung di Istana Negara. Hanya saja, ketika melihat perkembangan pengajuan judicial review yang telah dilakukan Yusril Ihza Mahendra, akhirnya mereka memutuskan ke MK. Aksi itu dijadwalkan akan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

"Paling telat jam lima sore batas waktunya, tapi ya selambat-lambatnya kita ikuti waktu yang sesuai undang-undang. Aksi ini aksi damai, mengawal gugatan Ormas Islam. Ada habib dan ulama juga yang berorasi. Insyaallah acara ini akan selesai di MK," ucap Koordinator Lapangan Aksi 287, Ustaz Bernad.

Untuk pengamanan, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyiapkan 10 ribu personel. Personel ditempatkan di beberapa titik yang menjadi pusat konsentrasi massa hingga di sepanjang rute yang akan dilalui massa.

"Kita sudah melakukan TFG (tactical floor game), artinya bahwa karena kita sudah ada pemberitahuan yang masuk ke Polda, sehingga kita persiapkan pengamanannya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara soal Aksi 287. Kepala negara mempersilakan pihak pemrotes untuk menempuh jalur hukum saja. "Dan kalau ada yang tidak setuju ya silakan jalur hukum. Kan negara ini juga negara hukum," katanya.

Ia menjelaskan, Perppu Ormas diterbitkan untuk menjamin keamanan. Perppu itu dirasanya penting untuk keutuhan negara. Namun pihak yang tidak setuju juga dipersilakannya untuk menempuh jalur sesuai mekanisme hukum yang berlaku. "Ini kan juga Perppu masih dibahas di DPR, ini juga proses demokrasi," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Hiznut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah mengajukan juducial review terhadap Perppu Ormas ke MK. Perppu yang terbit pada 12 Juli 2017 tersebut dimaksudkan untuk mencegah munculnya Ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved