Minggu, 22 Oktober 2017  
Nasional / Usai Tembak Mati 2 Rekan, Personel Brimob Bripka BT Bunuh Diri
Usai Tembak Mati 2 Rekan, Personel Brimob Bripka BT Bunuh Diri

Nasional - - Kamis, 12/10/2017 - 14:42:38 WIB

SEMARANG, situsriau.com - Seorang personel anggota Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian RI berinisial Bripka BT (36) diduga menembak mati dua orang rekannya sesama Brimob, Brigadir BW (30) dan Brigadir AS (35) di lokasi pengeboran sumur minyak PT Sarana GSS Trembul di Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Selasa (10/10/17) sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah menembak mati dua rekannya, Bripka BT diduga bunuh diri.

Bripka BT menembak Brigadir BW dan Brigadir AS menggunakan senapan laras panjang jenis AK 101. Jenazah ketiganya ditemukan di lokasi pengeboran sumur minyak tersebut.

Kepolisian Resor (Polres) Blora langsung melakukan penyelidikan atas kasus itu. Polres Blora telah memeriksa sejumlah saksi, antara lain karyawan PT Sarana GSS Trembul dan anggota Brimob yang merupakan rekan terduga pelaku dan korban dalam melaksanakan tugas pengamanan di lokasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar Agus Triatmaja membenarkan informasi tersebut. "Iya informasi awal seperti itu, tapi ini masih kami dalami dengan keterangan saksi-saksi," katanya.

Informasi yang dirilis cnnindonesia.com menyebutkan, penembakan diduga menggunakan senapan laras panjang jenis AK 101, senjata yang diperlengkapi kepada anggota Brimob tersebut. Kronologi sementara, insiden penembakan diduga terjadi setelah ketiga orang anggota Brimob yang melaksanakan tugas pengamanan di lokasi pengeboran sumur minyak PT Sarana GSS Trembul di Desa Trembul terlibat percekcokan.

Setelah menembak mati kedua rekannya, Brigadir BT pun dikabarkan melakukan aksi bunuh diri dengan melepaskan tembakan ke arah kepalanya.

Kepala Polda Jawa Tegah, Inspektur Jenderal Condro Kirono mengatakan, motif pribadi melatarbelakangi insiden penembakan itu.

"Motifnya dimungkinkan pribadi dari mereka. Saya yakin semua punya persoalan pribadi sehingga melibatkan rekan yang sama-sama dia," kata Condro, Rabu (11/10/17).

Namun, mantan Kapolda Riau itu tidak menjelaskan secara detail terkait motif pribadi yang melatarbelakangi insiden tersebut. Condro membantah terjadi percekcokan di antara ketiga anggota Brimob sebelum penembakan terjadi.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, hanya ada tiga suara tembakan yang terdengar dari tempat kejadian perkara. "Itu dari saksi yang ada sebelumnya tidak ada (cekcok). Termasuk rekan di barak sebelahnya tidak ada percekcokan. Tapi memang ada tiga kali suara tembakan," ucapnya.

Condro mengaku prihatin atas kejadian ini. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penugasan anggota di lokasi pengeboran sumur minyak PT Sarana GSS Trembul.

Ia mengaku telah menerjunkan jajaran Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kepala Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, dan Kapolres Blora untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

"Saya tentunya merasa sangat prihatin. Kami akan melakukan evaluasi, terutama langkah penugasan di tempat situ. Kami akan evaluasi secara internal," tuturnya. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved