Selasa, 12 Desember 2017  
Nasional / Sketsa Penyerang Novel Baswedan Disebar, Polisi Dapat 290 Telepon, Tapi...
Sketsa Penyerang Novel Baswedan Disebar, Polisi Dapat 290 Telepon, Tapi...

Nasional - - Senin, 27/11/2017 - 14:11:00 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Kepolisian telah merilis sketsa wajah orang yang diduga menyiram penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menggunakan air keras. Bersama sketsa wajah itu polisi juga menyertakan nomor telepon agar masyarakat bisa memberikan informasi.

"Sudah 290 telepon masuk," kata Juru Bicara Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (26/11/17).

Sejauh ini, kata Argo, penyebaran sketsa belum membawa hasil. Belum ada satu informasi pun tentang keberadaan orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku penyerangan. "Kebanyakan hanya ingin memastikan kontak polisi tersebut dapat dihubungi atau tidak. Ada juga yang menawarkan jasa paranormal," katanya.

Sketsa orang yang diduga penyerang Novel itu dibuat oleh Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis) Polri dengan Australian Federal Police. Visual terduga pelaku diperoleh dari sejumlah rekaman closed-circuit television (CCTV) di tempat kejadian. Penyidik juga telah memeriksa 66 saksi untuk melengkapi keterangan.

Polisi menduga terduga penyerang Novel seorang pria yang pernah mendatangi rumah penyidik senior KPK itu di Jalan Deposito Blok T/8, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lelaki berpostur kekar tersebut berkunjung ke rumah Novel pada 5 April 2017, enam hari sebelum penyerangan. Novel diserang sepulang Salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Ihsan yang lokasinya dekat rumahnya pada 11 April lalu.

Sketsa wajah pria berumur 40-an tahun berkulit gelap itu diumumkan Kepala Polda Metro Jaya Idham Azis bersama Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 24 November 2017. Selain sketsa itu, polisi mengeluarkan satu lagi sketsa wajah pria lain.

Idham Azis mengatakan, dua sketsa itu dibuat berdasarkan pemeriksaan dua saksi kunci yang sempat melihat para pelaku sebelum serangan air keras ke wajah Novel. "Ini sudah lebih dari 90 persen sesuai dengan wajah terduga pelaku. Mereka yang menyerang," ujar Idham.

Pria yang mendatangi rumah Novel tersebut diduga merupakan orang yang pernah terekam kamera pengawas di rumah Novel. Sejumlah saksi mata menyebutkan pria itu mendatangi rumah Novel dengan menyaru sebagai calon pembeli busana di butik rumahan milik istri Novel, Rina Emilda. Butik itu menjual busana muslimah. Tapi pria itu menanyakan busana muslim.

Sketsa wajah pria satu lagi diduga merupakan lelaki yang dipergoki pengurus masjid sedang berada di tempat wudu. Anehnya, tutur saksi, pria itu tidak sedang berwudu. "Saya tahu persis, orang itu tidak sedang berwudu, karena jaketnya berlengan panjang tapi tidak dia gulung lazimnya orang sedang berwudu," kata saksi.

Pada akhir Juli lalu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian juga merilis sketsa wajah seorang terduga penyerang yang menyebabkan kedua mata Novel luka. Menurut Idham, sketsa yang diumumkan Tito di Istana Kepresidenan itu merupakan orang yang mencurigakan karena sedang berada di sekitar rumah Novel beberapa hari sebelum penyerangan. Menurut Idham, orang pada sketsa yang pernah diumumkan Tito bukanlah pelaku penyerangan Novel. (sr5, in)




Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved