Rabu, 26 09 2018  
Nasional / Ini Sosok Penyebar Hoax yang Juga Mantan Wartawan, sudah Bajak 1.000 Akun Facebook
Ini Sosok Penyebar Hoax yang Juga Mantan Wartawan, sudah Bajak 1.000 Akun Facebook

Nasional - - Sabtu, 10/03/2018 - 11:26:48 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Kepolisian RI kembali menangkap penyebar isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta berita bohong atau hoax. Kali ini, Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri menangkap seorang pria berinisial KB.

"Yang bersangkutan berinisial KB kemudian S1 sarjana teknik IT, kemudian mantan wartawan media news crime investigation," ujar Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar, di kantornya, Jakarta.

Selain berprofesi sebagai wartawan KB juga pernah kerja di warnet, yang berasal di daerah Cakung, Jakarta Timur.

Tersangka KB disebut telah membajak 1.000 akun Facebook untuk menyebarkan berita bohong.

"Tersangka menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian dengan meng-hack akun FB (Facebook) orang lain," kata Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Irwan Anwar di kantornya, Jakarta.

Irwan mengatakan, tersangka terbukti menyebarkan berita bohong antara lain dengan konten SARA, kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), dan isu penyerangan ulama. Selain itu, katanya, tersangka menyebarkan berita yang mencemarkan nama baik sejumlah tokoh nasional, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri, dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Irwan, tersangka tidak terhubung dengan kelompok penyebar hoax, seperti Saracen atau Muslim Cyber Army. "Tidak ada indikasi terhubung dengan satu kelompok," ujar Irwan.

Menurutnya, meski tersangka juga menyerang sejumlah tokoh nasional, tidak ditemui motif politik. "Belum ada indikasi kalau ada yang mengorder posting-an tersangka," ucapnya.

Dalam menjalankan aksinya, kata Irwan, pelaku tidak menentukan akun yang akan dibajaknya. Tersangka memilih secara acak untuk mengganti kata sandi akun yang dia bajak.

Namun, Irwan enggan menjelaskan cara dan sistem yang digunakan pelaku dalam membajak akun orang lain. "Pemeriksaan lab sementara, ada 50 akun yang sudah dia ganti kata sandinya, sedangkan yang di-hack ada 1.000 lebih," tuturnya.

Irwan mengatakan, motif pelaku menyebarkan hoax karena ekonomi. Dari unggahannya, pelaku mampu mendapatkan keuntungan dari Google Adsense. Saat KB ditangkap, kata Irwan, sisa uang dari Google Adsense yang ada di akunnya mencapai 900 dollar Amerika Serikat.

Selain itu, lanjut Irwan, pelaku merasa didiskreditkan pemeluk agama mayoritas. "Pelaku merasa sakit hati sebagai kelompok minoritas," katanya.

Sementara itu, tersangka KB mengaku bekerja seorang diri. Kegiatannya menyebarkan hoax, mulai dari isu kebangkitan PKI, penganiayaan ulama, serta fitnah kepada sejumlah tokoh, diakuinya bukan pesanan siapa-siapa.

"Saya enggak dibayar siapa pun, atau ada motif siapa yang bayar, atau apa. Enggak ada. Tujuan saya hanya untuk mencari makan," katanya.

Ia mengaku mendapatkan rupiah dari kegiatannya itu. "Paling dapat Rp200.000-Rp300.000 doang, berapa palingan sih," katanya.

Penyidik menjerat KB dengan Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45B juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Selain itu, Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 14 Ayat (2) dan atau Pasal 15 KUHP. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved