Senin, 16 Juli 2018  
Nasional / Penampakan Bangkai KM Sinar Bangun dan Jasad Korban di Kedalaman 450 Meter
Penampakan Bangkai KM Sinar Bangun dan Jasad Korban di Kedalaman 450 Meter

Nasional - - Jumat, 29/06/2018 - 16:07:42 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Remotely operated vehicle (ROV) atau robot di bawah air berhasil menangkap gambar jasad korban dan sepeda motor terkait kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Posisi objek itu berada di kedalaman 450 meter.

"Ini salah satu korban manusia di kedalaman 450 meter. Ini gambar menggunakan ROV. Kita ambil gambarnya tadi (kemarin) siang. Ini (menunjukkan gambar) adalah sepeda motor, ini ada pelat motornya, setangnya. Jadi kita firm dengan ROV bisa melihat benda tersebut dari KM Sinar Bangun," kata Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/18).

Pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6/18) tetap dilanjutkan. Tim juga tengah mencari cara mengangkat korban dari Danau Toba pada kedalaman 450 meter. "Besok (hari ini) kita cari lagi. Baru kita pikirkan bagaimana kemungkinan mengangkat korban tersebut," kata Syaugi.

"Kita belum punya alat untuk mengangkat dari kedalaman 450 meter. Saya sudah tanya di rekan-rekan saya tentang kejadian-kejadian itu kurang lebih di 100 meter. Seperti contoh kejadian Air Asia 40 meter bisa diselam, (KM Sinar Bangun) ini tidak bisa, kita masih memikirkan ini," tambahnya.

Meski sudah mendeteksi keberadaan korban, Basarnas belum melihat bangkai KM Sinar Bangun. "Jadi lokasi penemuan itu berserakan kalau saya melihat. Kapalnya sendiri belum melihat, tapi talinya sendiri sudah melihat karena keterbatasan jarak pandang di dasar itu sangat pendek," katanya.



Tim SAR gabungan, menurut Syaugi, sudah memberikan tanda pada titik temuan jasad korban di kedalaman 450 meter. Tim kembali menyisir lokasi pada Jumat (29/6/18) ini.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, ke Tigaras pada Senin (18/6) lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal tersebut berlayar tanpa dokumen manifes penumpang dan diketahui dalam kondisi tidak memenuhi standar keselamatan, seperti ketersediaan life jacket.

Hingga kini sudah ada 18 penumpang selamat yang dievakuasi dan tiga penumpang lain yang meninggal dari peristiwa ini. Diduga masih ada 180 penumpang lebih yang hilang.

Terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun, nakhoda berinisial SS ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya dari Dinas Perhubungan Sumut.

Ketiganya adalah Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Rihard Sitanggang, Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, dan pegawai honorer Dishub Samosir Karnilan Sitanggang. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved