Selasa, 25 09 2018  
Nasional / Polisi Ungkap Skenario Menghilang dan Munculnya Nining di Pantai Setelah 1,5 Tahun
Polisi Ungkap Skenario Menghilang dan Munculnya Nining di Pantai Setelah 1,5 Tahun

Nasional - - Sabtu, 07/07/2018 - 12:51:26 WIB

SUKABUMI, situsriau.com - Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkap kejanggalan dari kasus Nining Sunarsih yang ditemukan selamat setelah dilaporkan hilang tenggelam di laut Pelabuhan Ratu, Sukabumi 1,5 tahun lalu.

Warga Kampung Cibunar, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi tersebut berdasar hasil penyelidikan Polres Sukabumi sebenarnya tidak tenggelam.

"Hasil pengumpulan fakta-fakta selama 1,5 tahun dari saksi-saksi, Ibu Nining tidak tenggelam," kata AKBP Susatyo.

Hasil penyelidikan tersebut didapat dari 9 orang saksi, tiga di antaranya merupakan saksi kunci. Satu di antaranya yakni D (45), adik dari Nining Sunarsih.

Menurut Susatyo, Nining terbelit utang. Untuk mengembalikan uang kepada warga, Nining harus meminjam ke bank.

"Pengakuan adik kandungnya, peristiwa 1,5 tahun lalu itu memang direncanakan ibu Nining dengan seseorang yang memberikan solusi," katanya.

Sementara itu, untuk mengembalikan dana bank yang dipinjam maka dibuatlah skenario bahwa Nining seolah hilang tenggelam dalam kegiatan piknik keluarga.

"Yang mengetahui Ibu Nining menghilang, bukan tenggelam, yaitu adik kandungnya. Lalu dari pihak keluarga melaporkan ke pihak ke kepolisian maupun Basarnas," tambahnya.

Dua bulan setelah kejadian, pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa Nining masih hidup. "Artinya, Bu Nining ini tidak hilang tenggelam seperti yang dikabarkan," tuturnya.

Pengakuan Anak


Keluarga Nining menyebut bahwa awal pertama kali Nining ditemukan yakni dari mimpi sang paman. Anak pertama Nining, Wandi (35), mengungkap bahwa kala itu dirinya juga sempat diminta untuk berkata demikian.

"Saya ingin tahu kejadiannya bagaimana. Tapi disuruh, kalau ada wartawan, bilangnya dapat mimpi. Makanya, saya belum tahu jelas," kata Wandi.

Wandi sendiri mengaku diberitahu bahwa sang ibu tidak meninggal, namun tak mengetahui dimana keberadaan Nining selama 18 bulan terakhir.

"Dua bulan setelah (Nining) hilang tenggelam, bibi saya ngomong bahwa ibu saya masih hidup. Saya tanya di mana kalau ibu saya masih hidup, tapi tidak dikasih tahu," katanya.

Wandi tak ikut dengan ibu dan rombongan keluarga saat piknik ke Pelabuhan Ratu pada 8 Januari 2017 silam. Kala itu, Wandi dan sang ibu memang sudah pisah tempat tinggal.

"Saya hanya diberitahu sama ibu ketua RW, katanya ibu saya tenggelam di Palabuhan Ratu," tutur pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkot jurusan Cisaat-Situgunung.

Wandi yang mendapat informasi tersebut memilih untuk pulang dan menyiapkan segala kebutuhan.

"Mengetahui ibu saya tenggelam, saya sendiri langsung beres-beres di rumah. Kalau jenazah ibu saya datang, rumah sudah beres dan siap," ujar dia.

Begitu juga ketika ada kabar bahwa sang ibu ditemukan di Pantai Citepus pada Sabtu (30/6/2018). Wandi tak ikut menjemput karena sedang merayakan kenaikan kelas anaknya.

Kabar yang Wandi terima, ibunya dijemput setelah ada kerabat yang diberitahu keberadaan Nining melalui mimpi, ada juga yang melalui SMS atau telepon.

Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, polisi sudah meminta keterangan saudara JN, paman Nining, yang pertama menerima informasi mengenai penjemputan Nining di Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu. (sr5, tp)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved