Rabu, 26 09 2018  
Nasional / Formasi CPNS 2018 Diumumkan Akhir Juli
Formasi CPNS 2018 Diumumkan Akhir Juli

Nasional - - Rabu, 11/07/2018 - 12:39:19 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menyatakan formasi pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 masih menunggu rekomendasi kementerian terkait. KemenPAN-RB menargetkan paling lama akhir Juli ini atau awal Agustus sudah diumumkan.

Hingga saat ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur mengatakan, formasi pendaftaran CPNS masih dimatangkan. "(Target) secepatnya. Kami targetkan paling lama akhir bulan atau awal Agustus itu sudah putus lah. Pelaksanaan Agustus tes, akhir tahun ini selesai," ungkapnya seperti dilansir tempo.co, Selasa (10/7/2018).

Pada tahun ini, Asman menjelaskan, formasi pendaftaran CPNS akan diprioritaskan untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Kendati demikian, ia mengaku belum mendapatkan angka pasti terkait kebutuhan kedua profesi tersebut karena kementerian terkait juga masih menunggu data dari pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah PNS yang akan masuk masa pensiun mencapai 220.000 pada tahun ini. Adapun pendaftaran CPNS 2018 akan dilakukan secara terpusat di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), https://sscn.bkn.go.id/. Pendaftaran hanya dapat dilakukan pada portal SSCN tersebut.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan tengah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk pelaksanaan seleksi nasional CPNS. Infrastruktur itu mulai dari proses pendaftaran secara online melalui laman https://sscn.bkn.go.id, Seleksi Administrasi, sampai dengan proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Sambil menunggu pengumuman penerimaan CPNS resmi yang akan dikeluarkan oleh MenPAN-RB), BKN telah melakukan peningkatan kapasitas (upgrading) web SSCN. Upgrading dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas pengunjung karena diperkirakan akan terdapat 8-10 juta pendaftar," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan, beberapa waktu lalu.

Ridwan menjelaskan, sistem helpdesk dan pengaduan akan dilaksanakan dengan lebih efektif, cepat, transparan dan efisien. Sistem helpdesk akan dibuat secara online (yang menyatu dengan web SSCN) maupun offline di Kantor Pusat BKN dan 14 Kantor Regional BKN.

Adapun pelaksanaan SKD dan SKB tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN dengan perbaikan standar operasional prosedur dan pengembangan fitur perangkat lunak.

Karena diperkirakan penerimaan CPNS kali ini dimaksudkan untuk penambahan PNS di pusat dan daerah, maka titik-titik lokasi SKD dan SKB akan berada di 34 provinsi, dengan memperhitungkan jarak dan kendala transportasi peserta.

Sehubungan dengan itu, BKN sedang menjajaki kerja sama dengan BKD/BKPSDM/BKPP di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki fasilitas CAT. Penjajakan serupa dilakukan pula dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki fasilitas Uji Kompetensi Guru (UKG) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Dengan kebijakan rekrutmen yang kompetitif, adil, objektif, transparan, tidak KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan bebas biaya ini, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi yang berkaitan dengan penerimaan CPNS. Jangan pernah percaya jika ada pihak yang menjanjikan dapat membantu dalam penerimaan CPNS dengan atau tidak dengan imbalan tertentu," ujarnya.

Sehubungan dengan penerimaan CPNS 2018, pihak BKN juga merilis tiga permasalahan pokok yang dihadapi oleh para pendaftar CPNS pada tahun lalu. Para pendaftar CPNS diharapkan bisa mengetahui lebih dini permasalahan itu agar proses pendaftaran CPNS 2018 berjalan lancar.

Adapun 3 permasalahan yang telah dicatat oleh Tim Helpdesk CPNS 2017, pertama, Nomor Identitas Kependudukan (NIK)/Kartu Keluarga (KK) tidak ditemukan. Mengantisipasi masalah ini, pelamar harus memastikan NIK dan KK yang akan digunakan pada saat pendaftaran online melalui portal https://sscn.bkn.go.id terdaftar dan update dalam database Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil di pusat.

Kedua, salah memasukkan data. Ridwan menjelaskan, dari rekapitulasi pengaduan yang diterima Tim Helpdesk BKN, permasalahan ini disebabkan karena pelamar tidak mencermati dengan teliti fitur-fitur yang terdapat portal SSCN dan tata cara pengisian kolom di dalamnya sehingga mengisi data yang tidak sesuai dengan apa yang diminta.

"Selain itu, kebanyakan pelamar terburu-buru melakukan pendaftaran, sebelum memastikan kembali kebenaran data yang diinput. Padahal kesalahan input data tidak bisa diperbaiki," kata Ridwan.

Ketiga, salah menginput dokumen pendaftaran. Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak dialami pelamar CPNS. Cenderung tidak mencermati syarat/kualifikasi dan dokumen yang diminta, menjadi awal terjadinya kesalahan input dokumen persyaratan. "Mengantisipasi itu, pelamar harus memahami betul kualifikasi, syarat dan alur atau mekanisme pendaftaran," tuturnya. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved