Senin, 22 Oktober 2018  
Nasional / Idul Adha Tahun Ini Diprediksi Serentak
Idul Adha Tahun Ini Diprediksi Serentak

Nasional - - Jumat, 10/08/2018 - 12:38:48 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Untuk menetapkan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah/2018, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang itsbat di Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/18).

Sidang itsbat akan dilakukan secara tertutup, dan akan didahului acara sarasehan yang melibatkan seluruh organisasi masyarakat Islam dan pihak terkait.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag sekaligus Ketua Tim Falakiyah, Juraidi mengatakan berdasarkan hasil rapat Tim Falakiyah, Idul Adha tahun akan diperingati secara serentak.

"Hasil rapat kita hari ini, Tim Falakiyah. Laporan mereka itu kemungkinan juga sama. Di Indonesia insya Allah tidak ada perbedaan. Menurut pakar kita, sampai 2021 ini posisi hilal menguntungkan untuk bersama," ujar Juraidi dilansir republika.co.id, Kamis (9/8/18).

Kendati demikian, menurut dia, penentuan awal bulan Dzulhijah itu tetap harus melalui proses sidang itsbat berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena itu, ia saat ini sudah melakukan berbagai persiapan untuk menggelar sidang itu.

"Seperti biasa persiapannya kita akan mengundang para peserta dari Ormas Islam, bahkan juga dari Dubes dari negara sahabat. Kita juga meminta Kanwil Kemenag untuk melakukan rukyatul hilal dan melaporkannya sebagai bahan untuk sidang itsbat itu," ucapnya.

Ia akan mengirimkan petugas rukyatul hilal ke 97 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia, sehingga bisa menentukan awal Dzulhijah. Dia pun berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk menentukan Idul Adha.

Seandainya ada perbedaan dengan Arab Saudi, Juraidi tetap mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti hasil sidang itsbat pemerintah. Karena, menurut dia, Arab Saudi memang selalu lebih dulu penetapannya dikarenakan perbedaan mathla' (tempat terbitnya bulan).

"Diharapkan kepada masyarakat untuk mengikuti apa yang ditetapkan pemerintah. Kalaupun berbeda dengan Saudi kan ada alasannya," katanya.(sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved