Senin, 17/12/2018  
Nasional / BNPB Kesulitan Cari Korban Tsunami Selat Sunda karena Faktor Cuaca
BNPB Kesulitan Cari Korban Tsunami Selat Sunda karena Faktor Cuaca

Nasional - - Kamis, 27/12/2018 - 10:12:35 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Pencarian dan evakuasi korban tsunami Selat Sunda terkendala cuaca buruk dan terbatasnya alat berat. Demikian diutarakan  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

“Jalan banyak mengalami kerusakan dan cuaca tidak bersahabat, bahkan ada daerah yang kemarin terkena tsunami yang banjir,” kata Sutopo, dikutip dari laman Antaranews, Rabu (26/12/18).

Tanpa terkena tsunami pun, kata dia, sejumlah ruas jalan di wilayah Pandeglang rusak. Terlebih pasca-diterjang air bah, kondisinya semakin menyulitkan untuk proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Pencarian korban di perairan yang dilakukan tim SAR bersama TNI, lanjut Sutopo, juga terkadang terkendala cuaca.

Meski demikian, tim SAR gabungan mulai berhasil menembus Kecamatan Sumur di Pandeglang, Banten, yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Tim SAR menyusuri kecamatan paling ujung di Banten ini untuk melakukan evakuasi, dropping logistik dan mengangkut masyarakat yang sakit ke Rumah Sakit di Pandeglang.

Tsunami yang terjadi karena longsoran seluas 64 hektare di barat daya lereng Gunung Anak Krakatau pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu menyapu pantai sepanjang 312,78 kilometer (km) di empat kabupaten yakni Serang dan Pandeglang di Provinsi Banten, serta Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung.

Tinggi tsunami di sepanjang pantai tersebut, menurut Sutopo, juga berbeda-beda. Berdasarkan analisis, gelombang lebih tinggi di pesisir arah tenggara Gunung Anak Krakatau.

Ia meminta masyarakat untuk hanya mengikuti peringatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada Level II, dengan radius jarak aman dua km dari kawah gunung.

Sedangkan untuk peringatan gempa dan tsunami, ia meminta masyarakat mengikuti himbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menjauhi bibir pantai sejauh satu kilometer.

"Pengungsi membutuhkan bantuan bahan kebutuhan sehari-hari seperti makanan, sanitasi, selimut, air bersih, sanitasi, tenda pengungsi, genset dan BBM, trauma healing, listrik, kantong jenazah, derek untuk memindahkan mobil yang rusak dan menghalangi jalan pasca-tsunami," tuntasnya. (sr5, oz)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved