Sabtu, 25 Mei 2019  
Nasional / Was-was Gempa Susulan, Warga Solok Selatan Pilih Tetap Tidur di Tenda
Was-was Gempa Susulan, Warga Solok Selatan Pilih Tetap Tidur di Tenda

Nasional - - Jumat, 01/03/2019 - 12:24:27 WIB

SOLOK, situsriau.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat menetapkan masa tanggap darurat gempa selama dua pekan. Musibah itu menyebabkan 55 orang terluka dan merusak lebih dari 500 unit rumah.

"Sudah kita tetapkan. Masa tanggap darurat selama 14 hari," kata Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman kepada detikcom di lokasi bencana, Jumat (1/3/19).

Sementara itu, ratusan orang memilih tidur di tenda-tenda darurat karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan.

"Gempanya mengentak. Pas pagi tadi agak diayun dan sepertinya tadi malam sudah ada (rumah) yang retak. Jadi pas paginya banyak yang roboh," kata Emi Susnawati, salah seorang warga korban gempa di Jorong Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, kepada detikcom di lokasi, Kamis (28/2/19).

Menurut Emi, warga memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan di depan rumah atau di lapangan terbuka.

Selain karena rumahnya yang rusak, warga memilih tidur di tenda karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.

"Kami sudah nggak berani masuk rumah, karena sampai malam ini terasa gempa susulan. Jadi nggak berani. Takut menjadi korban," jelas mantan kepala kampung itu.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Selatan Joni Hasan Basri mengakui warganya masih dihantui ketakutan dan memilih tidur di luar rumah.

"Masih trauma," katanya. Ia menuturkan sementara ini BPBD sudah menyalurkan bantuan-bantuan tanggap darurat ke lokasi. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved