Senin, 27 Mei 2019  
Nasional / KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menag Terkait Kasus Jual Beli Jabatan
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Menag Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

Nasional - - Kamis, 25/04/2019 - 11:34:08 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2018-2019. Lukman sedianya diperiksa pada Rabu (24/4/19), namun tidak bisa hadir.

KPK menginformasikan Lukman telah menyampaikan surat kepada penyidik tidak dapat memenuhi panggilan pada Rabu. "Ada staf Menag yang datang menyampaikan surat untuk penyidik. Prinsipnya, surat tersebut meminta izin tidak dapat memenuhi panggilan KPK hari ini (kemarin) karena ada kegiatan di Bandung," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

KPK memanggil Lukman sebagai saksi untuk tersangka bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga anggota Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) 2014-2019 Romahurmuziy (RMY) alias Rommy. "KPK akan menjadwalkan ulang rencana pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi untuk tersangka RMY," ucap Febri seperti dilansir Antara.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki juga membenarkan bahwa Menag Lukman tidak dapat memenuhi panggilan KPK karena sudah terjadwal mengisi acara pembinaan haji di Jawa Barat.

Ia juga menyatakan bahwa surat panggilan dari KPK untuk Menag baru diterima pada Selasa (23/4) sore. "Sementara undangan KPK baru sore kemarin diterima, jadi meminta dijadwal ulang," kata Mastuki.

KPK pada Rabu juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Rommy, yaitu Staf Khusus Menag Gugus Joko Waskito serta dua anggota Panitia Pelaksana Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag pada Sekretariat Jenderal masing-masing Aulia Muttaqin dan Muhammad Amin.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menggeledah ruang kerja Menag di gedung Kemenag Jakarta pada Senin (18/3) dan menyita uang senilai Rp180 juta dan 30 ribu dolar Amerika Serikat.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag Tahun 2018 2019. Diduga sebagai penerima Rommy. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).

KPK masih menunggu perkembangan dari Rumah Sakit Polri Jakarta Timur terkait pembantaran tersangka Rommy. "Terkait pembantaran tersangka RMY, KPK masih menunggu perkembangan dari Kepala RS Polri," kata Febri.

Lebih lanjut, Febri mengatakan bahwa pada Selasa kemarin Rommy telah menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan kontrol lanjutan. "Kemarin dilakukan MRI dan kontrol lanjutan. Jika sudah tidak dibutuhkan rawat inap, KPK akan mencabut pembantaran yang bersangkutan," ucap Febri.

Sebelumnya, Febri juga mengingatkan bahwa selama tersangka Rommy dibantarkan maka masa penahanannya tidak akan dikurangi. "Perlu dipahami juga dalam kondisi pembantaran tersebut sebenarnya pihak tersangka sendiri juga tidak dihitung masa penahanannya. Jadi, kalau dibantarkan 5, 10 atau 20 hari maka itu tidak akan dikurangi masa penahanan," ujar Febri.

Rommy mulai dibantarkan di RS Polri sejak 2 April 2019. Pihak RS Polri sebelumnya menyebut Rommy mengalami buang air besar (BAB) berdarah sehingga harus mendapat perawatan. Rommy juga disebut mempunyai riwayat operasi batu ginjal sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved