Senin, 16 09 2019  
Nasional / Menhub Bakal Evaluasi dan Investigasi Kecelakaan Beruntun Cipularang
Menhub Bakal Evaluasi dan Investigasi Kecelakaan Beruntun Cipularang

Nasional - - Selasa, 03/09/2019 - 14:52:37 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi dan investigasi terkait kecelakaan beruntun 21 kendaraan di Tol Cipularang, Kilometer 91.400 ruas Bandung mengarah ke Jakarta. Kecelakaan tersebut terjadi Senin 2 September 2019, sekira pukul 13.00 WIB.

"Saya menugaskan Dirjen Darat dan KNKT untuk mengevaluasi selain hal-hal yang sudah terlihat kasat mata yang tidak taat aturan dan sebagainya," kata Menhub Budi Karya Sumadi di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/9).

Selain itu, dia mengungkapkan, evaluasi dan investigasi tersebut dilakukan karena acap kali terjadi kecelakaan di KM 90. Mantan Dirut Jakarta Propertindo (Jakpro) itu memprediksi, evaluasi ini memerlukan waktu 1 minggu.

"Saya minta untuk kerjasamanya dengan ITB, bisa jadi ini berkaitan dengan alignment daripada jalan. Oleh karenanya saya tugaskan kemarin, mungkin kita butuhkan kalau berkaitan dengan teknis struktural, kita butuhkan paling tidak satu minggu untuk menganalisis apa yang terjadi. Karena yang sering terjadi kan di KM 90 ini," ungkapnya.

Budi menerangkan, dalam kecelakaan tersebut masalah kedisiplinan pengendara dan kelebihan muatan menjadi salah satu yang harus diperhatikan terus menerus.

"Satu masalah disiplin kecepatan yang lebih, tentunya kita akan mengatur dengan cara-cara yang lebih pasti, apakah dengan teknik kamera atau apa dengan satu punishment sangat signifikan sehingga sopir-sopir itu juga taat. Yang kedua ini overloading, ini juga masalah karena berkaitan dengan kestabilan. Namun, overloading ini berkaitan dengan ekspor ya," jelasnya.

Untuk kelebihan muatan atau overloading tersebut, sebenarnya dari bulan Mei 2019 sudah tidak diperbolehkan lagi. "Kita akan bicara lagi dengan para pelaku-pelaku (usaha). Bahkan, mungkin kita akan secara terbatas melakukan sesuatu exercise terhadap overloading ini. Paling tidak ada satu treatment kita nyatakan mobil-mobil yang overloading itu apa treatment-nya. Jadi ini kita ini diskusikan dengan stakeholder," kata Budi.

Soal hasilnya satu minggu nanti seperti apa, pasti tidak jauh dari cara berkendaraan yang lebih baik. Meskipun sudah ada standarnya.

"Yang kedua kalau ada satu alignment atau flow yang tidak sesuai dalam kaidah-kaidah konstruksi jalan pada umumnya, kita minta Jasa Marga untuk lakukan perbaikan. Tapi paling tidak, kita akan minta pada Jasa Marga untuk memberikan suatu warning di tempat itu, dengan lampu, dengan mungkin adanya petugas yang interaktif memberikan perhatian, mungkin juga dengan bunyi-bunyian, apa segala sesuatu, sehingga tempat yang legendaris, atau selalu terjadi disitu bisa diselesaikan dengan baik," pungkasnya.(sr5, md)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved