Senin, 18 November 2019  
Disnakbun Rohul Keluarkan Surat Edaran Paska Meluasnya Wabah Virus Jembrana

Advetorial Rokan Hulu - - Selasa, 07/02/2017 - 15:41:15 WIB

PASIR PANGARAIAN, situsriau.com - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengeluarkan surat edaran terkait penyeraban virus Jembrana. Surat edaran tersebut sudah dikirim ke seluruh pemerintah desa di Negeri Seribu Suluk.

Tiga poin itu, di antaranya, siapapun tidak boleh membawa atau mengeluarkan sapi di daerah Rohul. Kemudian, ada tiga syarat yang harus dipenuhi, pertama ada surat jual beli sapi, kedua harus ada surat jalan dari desa, dan ketiga harus ada surat keterangan bahwa sapi sehat yang dikeluarkan dokter hewan setempat.

Kemudian, Disnakbun sendiri wacanakan Rohul masuk kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Jemberana. Namun hal itu belum dilakukan karena masih dikonsep dan masih menunggu intruksi Plt Bupati Rohul atau kepala daerah.

Virus Jembrana yang menyerang sapi jenis Bali milik masyarakat di Rohul terus meluas. Saat ini sudah ratusan ekor sapi   milik masyarakat ditemukan mati mendadak.

Virus Jembrana terjadi di Rohul sejak November 2016 lalu. Kemudian di Desember 2016 dan Januari 2017, virus itu mengganas sehingga menewaskan hampir 300 ekor sapi di 14 dari 16 kecamatan di Rohul.

"Dari data sementara, sudah 300 ekos sapi jenis Bali yang mati akibat terjangkit virus jembrana ini. Hingga kini, kita masih menunggu laporan dari lapangan  oleh petugas teknis Peternakan," ujar Kepala Disnakbun Rohul, Sri Hardono, melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ade Hapari, Senin (6/2/17).

Ade menyatakan, di Februari ini, virus Jembrana cenderung menurun. Tetapi, Disnakbun Rohul tetap terus melakukan  pemantauan rutin terhadap perkembangan sapi jenis Bali milik peternak di 14 kecamatan, sementara di Kecamatan Rambah dan Bonai Darussalam hingga kini masih aman dari virus Jembrana.

"Pihak Dinas akan adakan vaksin dibantu Pemerintah Provinsi (Riau) dan akan dicarikan di pusat, bagi sapi yang terinpeksi sudah diberi antibiotik. Kini jumlah sapi yang terinpeksi sudah menurun," kata Ade.

 Ade menambahkan, vaksin diberikan kepada sapi Bali yang belum terinpeksi sedangkan untuk sapi yang sudah terinpeksi diberi obat dan  antibiotik."Untuk untuk obat-obatan belum ada dari Pemkab, masih swadaya (peternak)," ungkapnya.

Dari data Disnakbun, ada sekitar 2.321 ekor sapi Bali yang terinfeksi virus jembrana di Rohul dan sudah dinyatakan sembuh atau diobati. Sapi Bali yang sudah diberi vaksinmencapai 2.633 ekor.

Sementara untuk sapi yang mati sekitar 300 ekor, dimana sapi yang mati dan dipotong paksa 322 ekor, sementara sapi yang tidak sakit dijual oleh peternak sudah mencapai 1.103 ekor.(sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved