Selasa, 12 Desember 2017  
Pecatan Polisi Divonis 12 Tahun Penjara Gara-gara Jadi Otak Pembunuhan Berencana

Advetorial Pelalawan - - Jumat, 10/11/2017 - 13:43:53 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan vonis selama 12 tahun penjara terhadap Satriandi (29). Mantan polisi itu terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Jodi Setiawan (21), warga Kampung Dalam.
 
Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Abdul Azis SH MHum, menyatakan Satriandi bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana junto pasal 55 KUHP tentang bersama-sama melakukan kejahatan. "Menjatuhkan vonis selama 12 tahun penjara terhadap terdakwa Satriandi," ujar hakim, Kamis (9/11/17).
 
Selain Satriandi, dua terdakwa lainnya yang ikut berperan membantu pembunuhan berencana itu yakni, Yulia Putri Rifanna dan Wahyu Fitra Ramadani, divonis selama 10 tahun penjara. Hal memberatkan hukuman, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain dan meresahkan masyarakat.
 
Vonis terhadap ketiga terdakwa ini, turun dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Erik Setiawan SH, menuntut Satriandi selama 18 tahun penjara. Sementara Yulia dan Wahyu dituntut 16 tahun penjara.
 
Atas vonis hakim itu, JPU menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga dilakukan ketiga terdakwa.
 
JPU dalam dakwaan menyebutkan, peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu, 7 Januari 2017 lalu sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Hasanuddin Pekanbaru. Berawal dari motif dendam Satriandi terhadap Jodi, dalam bisnis narkoba.
 
Lalu, melalui bantuan Yulia Putri, akhirnya dilakukan kesepakatan pertemuan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satriandi dan dua terdakwa lainnya dengan menggunakan mobil Toyota Rush menuju Jalan Hasanuddin menemui Jodi.
 
Begitu tiba di TKP, Putri lalu turun dan bertemu dengan Jodi. Pada saat itu, Satriandi yang berada di dalam mobil meminta Wahyu menurunkan kaca. Selanjutnya, Satriandi menembakan senjata api rakitannya terhadap Jodi.
 
Korban yang tertembak langsung mengerang kesakitan dan melarikan diri. Namun, terdakwa Satriandi kembali menembak korban hingga tersungkur.
 
Usai penembakan, ketiga terdakwa kabur ke Sumatera Barat (Sumbar). Tak sampai 24 jam, dia ditangkap di Padang Panjang, ketiganya ditangkap polisi saat mengendarai mobil Honda Freed. Dari tangan Satriandi, polisi menemukan sepucuk senjata api (Senpi) rakitan dan enam butir peluru. (sr5, in)


Melalui Koperasi dan UMKM, Pemkab Pelalawan Bertekad Lahirkan Entepreneur Handal
Pabrik Percetakan Al-Quran Akan Berdiri di Pelalawan
Januari-Juni, Rp 2,1 Triliun Investasi Ditanamkan Pemodal di Pelalawan
Pelalawan Ekspo Bakal Dimeriahkan Artis Iis Dahlia
Keluyuran di Jam Kerja, ASN Pelalawan Siap-siap Dirazia Satpol PP
Pelalawan Terus Upayakan Penyelesaian Batas Wilayah dengan Kabupaten Lain
Pelalawan Expo Siap Digelar, Persiapan Sudah Capai 80 Persen
Pelalawan Expo 2016 Juga Gelar Job Fair
Persiapan Pelalawan Expo Capai 75 Persen
BKD Segera Serahkan SK 100% 272 CPNS Pelalawan
Bupati HM Harris: Program Pelalawan Terang Tingkatkan Rasio Elektrifikasi
Dapat Apresiasi Nasional, Total Asset Koperasi di Pelalawan Nyaris Rp 300 Miliar
Disdukcapil Pelalawan Kembali Lakukan Pencetakkan e-KTP
Sejauh Ini, Disnaker Pelalawan Belum Ada Terima Aduan soal THR
Tingkatkan PAD, Pelalawan Garap Sektor PBB-P2 dengan Target Rp 21 M Setahun
Saat Safari Ramadhan di Masjid Nurussalam, Wabup Ajak Warga Pelalawan Hindari Hoax
Bakal Dihapus, Dua Aset Pemkab Pelalawan segera Dilelang
23 Mei, Bupati Haris Launching Program Magrib Mengaji
Utang Proyek RSUD Selasih Rp5,6 Miliar, Pemkab Janji Bayar Tahun Ini
Bupati Pelalawan Terima Desa Wisata Award Tahun 2017
Pelalawan Masuk Koridor IV Jalur Kereta Api Trans Sumatra
Desember, Jalan Lingkar Pangkalankerinci Ditargetkan Selesai
Pusat Kirim 8.000 Blanko, Disdukcapil Pelalawan Bisa Cetak e-KTP Lagi
Rangkaian HUT, Pelalawan Expo 2016 Digelar 6-12 Oktober
Disnakertrans Pelalawan Nilhil Aduan THR dari Karyawan
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved