Minggu, 22 Oktober 2017  
Festival Siak Bermadah Jadi Wajah Kebudayaan Melayu yang Kaya Adat Istiadat

Advetorial Siak - - Rabu, 11/10/2017 - 19:19:45 WIB

SIAK,situsriau. com-Mengenakan pakaian melayu dan memakai tanjak, Bupati Siak H Syamsuar bersama Wakil Bupati Siak Alfedri, tampil gagah dan rupawan hadiri malam Festival Siak Bermadah 15 tahun 2017, bersempena Milad ke 18 Kabupaten Siak. Kedatangan mereka disambut sorai dengan iringan kompang memasuki  gerbang Pentas Siak Bermadah, Selasa (10/10/17).

Hadir disana, Sekda Siak T S Hamzah, Unsur Forkopimda Kab. Siak, Kepala Dinas Badan dan Kantor di lingkungan Pemkab Siak, Para Kadis Pariwisata Kota Batam, Kota Bintan Tanjung Pinang, Ketua Tim Kesenian Negara Malaysia, Singapura, Prov.DKI Jakarta, Kab.Bangko Barat, Kab.Muaro Jambi, Prov.Sumut Ketua Sanggar Sentra Seni Sumut, Prov. Sumbar, Kota Pekanbaru, Kab.Rokan Hilir dan Kab.Kuansing.

Festival yang mengusung tema "Kembangkan Adat dan Budaya untuk Mengangkat Marwah Negeri" tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Siak H Syamsuar. Dalam sambutannya ia menyebutkan bahwa Festival Siak Bermadah merupakan ajang apresiasi kesenian dan kebudayaan masyarakat Melayu di Kabupaten Siak.

"Tradisi daerah tahunan ini, sejak lama telah digelar di Negeri Istana. Beberapa tahun terakhir, pengemasan acaranya, Alhamdulillah, terus membaik dan pelaksanaannya dirangkaikan pula dengan senarai kegiatan lain, dengan tujuan turut menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Siak, yang Insya Allah pada tanggal 12 Oktober mendatang, genap berusia 18 tahun," sebut bupati.

Pada mulanya helat ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi pembinaan kesenian dan kebudayaan daerah yang dikembangkan melalui komunitas seni dan sanggar-sanggar di ceruk-ceruk kampung, sekaligus menghidupkan UKM masyarakat yang bergerak dalam bidang produksi aneka instrumen seni budaya serta peralatan terkait adat istiadat masyarakat Siak, yang kental dengan nilai-nilai Melayu nan religius. 

Namun seiring waktu, tujuan pelaksanaan Festival Siak Bermadah tersebut terus berkembang, melampaui tujuan pokok yang dicanangkan diawal-awal pelaksanaannya.

Kini, kata Syamsuar, Festival Siak Bermadah tak lagi sekedar menjadi ajang evaluasi pembinaan seni budaya semata, atau hanya menjadi stimulan bagi tumbuhnya UKM produk-produk kebudayaan di Siak. Namun lebih dari itu, helat ini telah menjadi wajah kebudayaan kita masyarakat Melayu yang amat kaya dengan adat istiadatnya.

“Karenanya keberadaan iven ini sekaligus menjadi sarana yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, agar semakin kokoh pendiriannya untuk hidup dengan nilai-nilai falsafah sebagai orang Melayu,” ujarnya.

Sementara itu, dilaporkan Kadis Pariwisata Siak Fauzi Asni, dengan mengusung tema “Kembangkan Adat Budaya, Untuk Mengangkat Marwah Negeri," adalah merupakan suatu upaya mengembangkan potensi baik budaya maupun seni yang diharapkan mampu menjadi inspirasi dan kearifan lokal pun terinplementasi serta dapat memberikan kontribusi buat Kabupaten Siak tercinta.

"Selain mengedepankan kearifan lokal, iven ini juga sebagai kontrol sosial agar adat dan budaya bernilai kekal agama dan marwah tidak terjual" ucapnya.

Tahun ini, tambah Fauzi, Festival Siak Bermadah  mengadakan lomba Tari Zapin Kreasi Baru Internasional yang diikuti oleh beberapa tim kesenian termasuk tim dari luar negeri yakni  dari Malaysia di utus Sanggar Budaya Sri Pengkalan dan Singapura Sanngar Gentari. 

Selain itu, lanjutnya, juga ada peserta dari tim Provinsi dari Kabupaten Muara Jambi, Sumatera Utara mengutus Sanggar Centra Seni Serdang Bedagai. Utusan Sanggar dari Sumatera Barat dari ISI Padang Panjang , DKI Jakarta dengan Sanggar Melati Putih Utusan Tiba, serta sejumlah sanggar yang ada di kabupaten/kota di Riau yakni dari Kuansing mengutus Sanggar Tari dan Musik Mentuo, juga utusan dari Dewan Kesenian Rohil dan AKMR Pekanbaru, dan dari Siak sendiri dengan Sanggar Pengat Production bersama Sanggar Tasik Seminai.(Rls)



Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved