Selasa, 18 Juni 2019  
Lima Pilar Pembangunan Kampar, Peningkatan Akhlak dan Moral Paling Utama

Advetorial Kampar - - Jumat, 17/06/2016 - 17:43:04 WIB
Ketua TP PKK Kampar Hj Eva Yuliana dan Kadis DPPKA  Hj  Kholidah buka bersama di Markaz Islamy Kampar
BANGKINANG, situsriau.com- Dikenal sebagai daerah yang memegang teguh nilai-nilai Islami dengan sebutan Serambi Mekkah, Pemkab Kampar menjadikan peningkatan akhlak dan moral sebagai pilar pertama yang diusung  dalam lima pilar pembangunan Kampar dibawah kepemimpinan H. Jefri Noer.

Sebagai wujud nyata dalam peningkatan moral dan akhlak ini, political will  yang diciptakan pemerintahan Jefri Noer  diantaranya mengeluarkan  empat Peraturan Daerah (Perda) keagamaan. 

Adapun empat  Perda Keagamaan tersebut yakni Perda Pandai Membaca Alquran Nomor 1 Tahun 2013, Perda Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji Nomor 2 Tahun 2013, Perda Wajib Pendidikan Diniyah dan Takmiliyah (PDTA) Nomor 3 Tahun 2013 dan Perda Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah dan Biaya Transportasi Haji Nomor 4 Tahun 2013.

Dalam berbagai kesempatan, Jefry Noer selalu menekankan bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan, maupun dalam aktivitas sehari-hari, peningkatan akhlak dan moral sangat penting untuk diperhatikan. Apabila akhlak dan moral yang baik sudah tertanam di dalam diri, maka apapun yang akan dikerjakan insyaAllah akan mendatangkan hasil yang baik.

Sementara itu, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya penerapan Perda terkait akhlak dan moral ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar. Kerjasama ini ternyata membuahkan hasil, buktinya Perda keagamaan ini bahkan banyak dicontoh oleh daerah lain. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kampar yang merupakan daerah Serambi Makkahnya Provinsi Riau.

Dalam sosialisasi Perda tersebut, Kepala Kemenag Kampar Drs H Fairus MA mengatakan setiap Calon Pengantin (Catin), Peserta Didik dan Pegawai baik PNS maupun non PNS wajib Pandai Baca Alquran. Jika ada calon pengantin yang tidak bisa membaca Kitab Suci Alquran, maka proses pernikahannya di tunda sampai Catin tersebut bisa membaca dan mempelajari Alquran.

Begitu juga dengan Peserta didik dan Pegawai yang berada di Kampar tentunya bisa membaca dan mempelajari Kitab Suci Alquran (Kecuali Minhum atau non muslim). Jika seluruh Masyarakat Kampar bisa membaca dan mengamalkan Kitab Suci Alquran ini, Insya Allah Negeri  Serambi Mekkahnya Riau ini tidak hanya ucapan jempol belaka melainkan sesuai dengan kenyataan dan fakta.

Sementara itu, Perda Gemar Mengaji yang diretapkan Pemkab Kampar diyakini mampu menimalisir krisis moral dan krisis multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis multidimensi baik dibidang politik, ekonomi, hukum, keagamaan, sosial dan budaya.

Untuk itu, pendidikan keagamaan melalui PDTA/ MDA ini  sangat penting sebagai dasar untuk memiliki ilmu agama bagi anak, khususnya bagi anak yang mengecap pendidikan pada Sekolah Dasar (SD).

Nah, Perda Gemar Mengaji ini bertujuan untuk mengaktifkan umat Islam mempelajari dan  membaca Alquran pada waktu magrib di Kabupaten Kampar dengan tujuan mempersiapkan generasi yang memahami tentang pokok-pokok ajaran agama dan memberantas serta memiliki karakter keagamaan yang kuat.

Sedangkan pada Perda Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah dan Biaya Transportasi Haji ini bertujuan untuk membantu Biaya transportasi jemaah haji, biaya operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dan panitia penyelenggara ibadah haji daerah dikelola dan dilaksanakan oleh SKPD terkait bekerjasama dengan Kantor Kemenag  Kampar.

Penyusunan Perda Keagamaan melalui proses yang cukup panjang yakni memakan waktu lebih kurang 3 tahun. Dengan terbitnya Perda ini, Kabupaten Kampar telah menjadi contoh dalam membuat Perda Keagamaan.

Menjadi contohnya Kampar dalam membuat Perda Keagamaan ini, tidak hanya mendapat respon positif dari Kabupaten yang ada di Provinsi Riau, namun juga dari luar Provinsi  Riau. Hal ini ditandai dengan banyaknya Anggota DPRD dan Kemenag dari daerah lain berkunjung untuk melihat secara langsung Perda Keagamaan tersebut.



Bupati Kampar bersama tokoh agama di Kampar dalam senuah acara keagamaan.


Subuh Berjamaah dan Goro

Di Kabupaten Kampar, khususnya di pusat pemerintahan, ada hal berbeda yang diterapkan Pemkab Kampar terhadap pegawai di lingkungan Pemkab Kampar semasa kepemimpinan Jefry. Suami Eva Yuliana ini telah mengganti program senam pada setiap Jumat pagi menjadi kegiatan Subuh berjamaah dan gotongroyong.

Gotong royong (goro) dilaksanakan di berbagai tempat, mulai dari pasar, rumah ibadah hingga kantor-kantor di lingkungan Pemkab Kampar.  Goro di pasar dan di sejumlah jalan protokol di Bangkinang Kota dan kecamatan-kecamatan lainnya dilaksanakan untuk menurunkan kesombongan dalam diri pejabat, agar mengingat bahwa aparatur Negara harus dekat dengan masyarakat dan bersedia bekerja untuk masyarakat.

Selain itu juga, goro sekaligus sebagai sarana untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar terbiasa hidup bersih dan sehat. Kemudian, subuh berjamaah yang dirangkai dengan tausiyah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

"Jadi kita ganti kegiatan senam pagi itu dengan subuh berjamaah dan gotong royong bersama untuk lebih mengambil banyak manfaatnya bagi peningkatan akhlak dan moral, terutama para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar," sebutnya.

Kegiatan subuh berjamaah dan goro juga dijadikan sebagai salah satu kegiatan untuk mengurangi kebathilan. Bila para orang tua sudah rutin subuh berjamaah, maka tentu juga akan dicontoh oleh anak masing-masing untuk rutin sholat berjamaah lima waktu. Dengan demikian, muaranya adalah terbentuk pribadi-pribadi yang agamis dalam setiap keluarga di Kabupaten Kampar.


Safari Dakwah Pembangunan

Tak cukup hanya disitu, Pemkab juga rutin melaksanakan Safari Dakwah Pembangunan (SDP) ke berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar setiap akhir pekan, mulai Jumat sampai Ahad.  Kegiatan itu dikenal dengan itikaf dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya sholat lima waktu berjemaah, tausiah, dan sholat tahajud yang diikuti para pejabat eselon II, III, dan IV bersama masyarakat.

Pembinaan rohani keislaman bagi aparatur pemerintah ini mempunyai makna yang cukup besar guna memperkokoh pondasi pembangunan di Kabupaten Kampar.  Safari dakwah dijadikan sebagai ajang mendekatkan hubungan sillaturrahim antara Pemkab Kampar dengan masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Kampar.

Jefry menjelaskan, bagi orang-orang yang tidak paham dengan tujuan serta manfaat SDP ini dinilainya pekerjaan yang bodoh dan mubazir, karena seorang Bupati serta pejabat-pejabat Kampar yang biasa hidup berkecukupan untuk hal makan, di rumah, di kantor atau di manapun tetapi di hari libur mereka rela dan mau tidur di masjid dan makan seadanya dengan lauk pauk yang sederhana. 
         
Diakui Bupati, di awal pelaksanaan SDP, ada beberapa pejabat yang setengah hati mengikutinya, namun setelah terbiasanya mengikuti kegiatan SDP dan merasakan manfaatnya, maka SDP sekaligus menjadi sebuah ajang untuk refreshing.

"Awalnya memang ada yang merasa seakan tidak sanggup menjalaninya, tetapi sekarang mereka saya lihat malahan sangat senang mengikuti kegiatan SDP, karena memang manfaatnya sangat besar terutama dalam pembinaan mental dan kerohanian," ucap Jefry.


Membentuk Wirid Pesantren di LP

Bupati Kampar H Jefry Noer SH terus berupaya memberikan motivasi bagi masyarakat Kabupaten Kampar tak terkecuali warga binaan di Rumah Keselamatan LP Bangkinang Kota Kelas IIB, ia membentuk Wirid Pesantren bagi mereka yang tengah memperbaiki seluruh kesalahan yang terlanjur terjadi. 

Perhatian besar Jefry Noer disana menjadikan tempat itu bukan tempat yang menyeramkan lagi bagi masyarakat karena semakin sering dikunjungi membuat suasana di sana terbuka, program-program pemerintah dapat pula dilaksanakan, para warga binaan memiliki kesempatan yang sama mendapatkan fasilitas pembangunan dan pendidikan yang layak, sehingga lambat laun dapat menimbulkan rasa percaya diri dalam diri mereka.

Melalui peningkatan akhlak dan moral, Jefry Noer memberikan pemahaman tentang bagaimana sholat yang benar dan khusyuk itu dilaksanakan supaya diperoleh manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani. Pondasi yang melandasi perilaku ummat manusia baik buruknya dilihat dari kesempurnaannya beribadah sebab dasar lahirnya sikap dan perbuatan tolak ukurnya pada sholat yang benar dalam melakukan susunan gerakan dalam sholat, sehingga  dengan sendirinya kesehatan rohani tumbuh dalam hati yang bersih dan secara jasmani seluruh gerakan tubuh dapat melenyapkan penyakit yang ada di dalam raga.

Bimbingan Bupati Kampar ini sangat sederhana karena ada dalam kehidupan sehari-hari, namun sebenarnya sangat bermanfaat untuk peningkatan akhlak dan moral. Bagi kebanyakan orang menilai dengan kasat mata, Lembaga Pemasyarakatan adalah tempat orang-orang jahat, namun bagi Jefry Noer justru ia menamakan tempat itu sebagai "Rumah Keselamatan" yang berarti ada nilai atau esensi tersendiri dalam pandangannya, apabila orang-orang menyadari dengan sesungguhnya dari lubuk hati yang paling dalam.

Ada nilai penyadaran, kebaikan yang dapat merubah pemikiran bagi seseorang jika ia dapat merenungi makna dari sebuah peristiwa yang tejadi dalam hidup dan kehidupannya untuk meningkatkan akhlak dan moral.

Sebaliknya Rumah Keselamatan itu dianggap sebagai rumah penyiksaan, yang tidak menyenangkan dan tempat tinggal yang paling buruk bagi orang-orang yang tidak bisa menyadari makna dibalik itu semua dan perasaan itu akan selalu menghantuinya sehingga kelak usai masa pembinaan itu berakhir, tidak akan membawa perubahan yang lebih baik bagi dirinya sendiri.




Makan Bajambau dalam sebuah kegiatan keagamaan menjadi tradisi di Kampar


Optimalkan Peran BNK

Dalam peningkatan akhlak dan moral, Pemkab Kampar juga memiliki perhatian besar dalam  meningkatkan eksistensi Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar dengan mengalokasikan bantuan yang sangat signifikan untuk BNK Kampar. Bahkan sejak Januari 2016 yang lalu, BNK telah menempati bangunan lantai II RSUD Bangkinang untuk dijadikan ruang rehab. Hal itu dilakukan, karena Pemkab menyadari bagaimana beratnya tugas dalam pemberantasan narkoba di Kampar.
          
Bupati juga menegaskan bahwa aparatur Pemkab Kampar juga harus bersih dari narkoba. Untuk memastikan hal itu, sudah  beberapa kali dilaksanakan cek urine bagi PNS di lingkungan Pemkab Kampar. "Tidak hanya masyarakat, pejabat dan para pegawai pun harus bersih dari narkoba. Sebab, narkoba merusak akhlak dan moral, sehingga harus diberantas bersama," tuturnya. (adv)
 









Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved