Senin, 16 Juli 2018  
Komitmen Pemkab Kampar Memperhatikan Kesehatan Masyarakat
Mulai Layanan Puskesmas 24 Jam Hingga Program Manajemen Kesehatan Dioptimalkan

Advetorial Kampar - - Senin, 20/06/2016 - 13:23:36 WIB
Pelayanan di Gedung Baru RSUD Bangkinang
KAMPAR, situsriau.com- Penerapan jam operasional 24 jam terhadap 31 Puskesmas di wilayah Kabupaten Kampar, merupakan bukti nyata Pemkab Kampar dalam memberikan layanan kesehatan prima terhadap warganya.

Ketegasan Buati Kampar terhadap pelayanan prima untuk masyarakat  tak dinapikan telah menggerakkan sektor pelayanan kesehatan menjadi salah satu pusat perhatian di Provinsi Riau.

"Saya tak ingin masyarakat saya terabaikan, makanya saya tegaskan bahwa Puskesmas itu harus 24 jam, seperti halnya Polsek-polsek yang tidak ada hari liburnya. Fungsi Puskesmas dan Polsek itu kan hampir sama yakni melayani masyarakat, hanya bidangnya saja yang berbeda," ungkap Jefry Noer baru-baru ini.
           
Sebelumnya, banyaknya laporan atas kurangnya pelayanan yang dirasakan masyarkat terutama terhadap pelayanan Puskesmas selama ini hanya buka sampai sore, serta tutup pada Sabtu dan Ahad. Banyak juga  yang mengeluhkan kalau berobat ke Puskesmas hanya bisa dari Pukul 08.00WIB sampai 16.00WIB dan hari Senin sampai Jumat.

"Kalau ada masyarakat yang sakitnya pada waktu malam hari atau hari libur sabtu dan minggu, berarti masyarakat harus menanggung sakit sampai siang atau sampai hari Senin. Ini kan ironis kalau kita biarkan terus menerus," ucapnya.

Bupati mengisahkan bahwa ide Program Puskesmas buka 24 jam setiap hari tersebut bermula saat beberapa waktu lalu Bupati Kampar H Jefry Noer SH beserta rombongan saat melaksanakan Safari Dakwah Pembangunan di Kecamatan Tapung Hulu melakukan investigasi mendadak terhadap sidak Puskesmas setempat.

Saat itu, Jefry Noer dengan menggunakan jubah putih dari mesjid langsung menuju Puskesmas, namun sampai di lokasi Jefry menjumpai salah seorang masyarakat yang sudah tua. Mau kemana lagi Pak? Tanya Jefry karena melihat masyarakat tersebut terlihat kecewa dan kesakitan. Pasien menjawab mau pulang 'yuong'  karena pasien tak mengetahui bahwa yang menghampirinya adalah Bupati.

Sang  pasien menjelaskan bahwa Puskesmas sudah tutup, serta Sabtu dan Ahad tutup, sehingga  disuruh datang Senin.  Mendengar keluhan tersebut Jefry Noer langsung terkejut dan merasa bertanggung jawab sebagai pemimpin, mulai saat itu Jefry membuat program Puskesmas 24 jam setiap hari dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Untuk itu sampai sekarang di setiap Puskesmas yang terdapat di Kecamatan buka 24 jam serta Sabtu dan Ahad tidak ada istilah tutup, sama seperti Polsek yang selalu melayani masyarakat 24 jam meski hari libur," kata Jefry.

           
Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Bupati juga menginginkan adanya satu ambulans di setiap Puskesmas yang standby 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan rujuk ke Rumah Sakit. "Jangan ada ambulans itu yang bunyinya saja yang keras, tetapi jalannya sudah tidak laju lagi. Jadi, ke depan, perlu diremajakan ambulans-ambulans  di Puskesmas," tegasnya.

Pada saat ini pelaksanaan pembangunan Kabupaten Kampar telah memasuki tahap kedua 2012-2016 dengan penekanan pada Peningkatan Sumber daya Manusia yang Sehat, Berimtaq dan Beriptek.  Beberapa permasalahan yang  dihadapi diantaranya adalah  sumber daya manusia yang belum memadai baik kualitas maupun jumlahnya, masih rendahnya derajat kesehatan masyarakat dilihat dari aspek mutu pelayanan, jumlah maupun jangkauan pelayanan tersebut  serta  sarana dan prasana pelayanan kesehatan yang belum memadai terutama yang ada kawasan-kawasan yang terisolasi, tertinggal dan sangat terpencil.   

Pada tahapan RPJMD Tahun 2012-2016 Visi Pemerintah Kabupaten Kampar adalah: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Kampar yang Madani, Berakhlak dan Bermoral, menuju Kehidupan yang Sehat, Sejahtera serta Berdaya Saing pada Tahun 2016.




Jefri Noer Menyerahkan Hadiah kepada Pemenang Lomba PIN Polio 2016


Pencapaian visi tersebut dilakukan melalui 5 Misi Pemkab Kampar, yaitu: (1) Mengembangkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa, menjunjung tinggi syariat agama, taat hukum, berbudaya yang menjamin sistem sosial bermasyarakat dan bernegara dalam menghadapi tantangan global. (2) Mengembangkan potensi sumber daya alam dan potensi masyarakat untuk membangun pondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh.

Selanjutnya yang ke (3) Meningkatkan sumber daya manusia yang bermartabat melalui penguasaan IPTEK yang ditopang oleh sendi-sendi IMTAQ dan peradaban untuk menghasilkan manusia yang berdaya saing global. (4) Mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. (5) Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kelima misi diatas harus dijalankan secara simultan dan telah dituangkan dalam Lima Pilar Pembangunan Kabupaten Kampar Tahun 2012-2016, dengan rumusan susunan sebagai berikut: Meningkatkan akhlak dan moral, Meningkatkan ekonomi kerakyatan, Meningkatkan  sumber daya manusia, Meningkatkan pelayanan kesehatan, Meningkatkan infrastruktur. Selanjutnya dari Lima Pilar tersebut akan diwujudkan pengentasan kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh (zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah kumuh) pada akhir RPJMD tersebut.
           

Indikator tingkat kesejahteraan penduduk menurut UNDP adalah IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang mengukur kesejahteraan dari aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Untuk aspek ekonomi digunakan indikator pendapatan per kapita, aspek kesehatan dengan umur harapan hidup dan aspek pendidikan dengan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Indikator ekonomi tahun 2010 berdasarkan rata-rata pengeluaran per kapita adalah Rp.676.500. Umur harapan hidup rata-rata 69,20 tahun.

Angka melek huruf adalah 98,90 dan rata-rata lama sekolah adalah 9,30 tahun (BPPM Kab Kampar, 2011). Keadaan derajat kesehatan antara lain dapat digambarkan dengan program-program di bidang kesehatan yang telah mampu menekan jumlah kematian ibu melahirkan, jumlah kematian bayi dan kematian balita. Kondisi status gizi masyarakat relatif masih rendah terutama pada kelompok rentan. Beberapa jenis penyakit menular masih tinggi kasus dan insiden yang terjadi. Di samping itu beberapa penyakit tidak menular dan penyakit degeneratif cenderung menunjukkan peningkatan.
Program-program yang Diterapkan
          
Adapun kondisi umum sarana kesehatan saat ini terdapat 3 rumah sakit yang terdiri dari 1 RSUD Bangkinang dan 2 RS Swasta, 8 Puskesmas Rawat Inap, 23 Puskesmas non perawatan, 180 Pustu, 29 Puskesmas keliling roda empat  2 puskesmas keliling air, didukung oleh 624 unit posyandu dan 30 unit poskesdes serta 104 Balai Pengobatan dan 25 Rumah Bersalin.

Misi keempat dari Pemerintah Kabupaten Kampar Tahun 2012-2016 adalah Mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu penyelenggaraan pembangunan kesehatan  harus dapat meningkatkan serta mengembangkan  jangkauan pelayanan kesehatan dan meningkatkan kualitas dari pelayanan kesehatan melalui sarana prasarana kesehatan, dengan sasaran yaitu meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan msyarakat, meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan.

Dalam rangka itu, perlu diselenggarakan program-program di bidang kesehatan yaitu program pemberian obat dan perbekalan kesehatan. Kegiatannya antara lain penyediaan obat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dasar di 31 Puskesmas dan jaringannya yang tersebar di 21 kecamatan dan 250 desa di Kabupaten Kampar, dengan mengutamakan obat generik.

Standarisasi pelayanan kesehatan yakni penyelenggaraan program-program kesehatan mengacu kepada standar pelayanan minimal yang harus dicapai sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan. Kemitraan pelayanan kesehatan, kegiatannya antara lain adalah pembinaan terhadap sarana pelayanan kesehatan milik masyarakat dan swasta.

Pembangunan perbaikan dan pemeliharaan puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya guna pengembangan, pemerataan serta peningkatan kapasitas sarana pelayanan kesehatanterutama Puskesmas, dimana Puskesmas pada saat ini statusnya adalah UPTD ( Unit pelaksana teknis dinas) Kesehatan.

Program lainnya yaitu pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum, yang mana dalam sistem pelayanan kesehatan, Rumah Sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan tingkat kedua sekaligus sebagai sarana rujukan dari pelayanan tingkat pertama yaitu Puskesmas dan Dokter Keluarga.  Program Upaya Kesehatan yaitu pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan jaringannya,  Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Kampar dan Pelayanan Puskesmas 24 Jam di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar.
                  
Kemudian program yang tak kalah pentingnya yaitu tentang kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak. Urgensi program ini adalah percepatan penurunan angka kematian ibu dan penurunan angka keamatian bayi, dimana  pada tahun 2015 target MDG,s angka kematian ibu adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi adalah 23 per 1000 kelahiran hidup. Untuk itu terus dilakukan pelayanan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan ibu nifas. Untuk kesehatan bayi dilakukan upaya imunisasi lengkap hingga bayi mencapai umur 1 tahun. Dalam standar pelayanan minimal, seluruh bayi harus terimunisasi lengkap dan seluruh desa harus terjangkau oleh pelayanan imunisasi.

Untuk promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang meliputi penyuluhan Prilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS) di sekolah-sekolah maupun di masyarakat. Dalam upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dilakukan pembinaan Posyandu, pengembangan Desa Siaga dan Poskesdes. 



Jefri Noer saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan Gubernur Riau saat berkunjung ke Kampar.


Untuk peningkatan kesehatan Balita, dilakukan deteksi tumbuhkembang anak, antara lain melalui pelayanan di 600 Posyandu yang ada di Kampar. Sedangkan program kesehatan Lansia diberikan pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia (lansia), pada saat ini Puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar bersama-sama unsur terkait lainnya telah membentuk dan melakukan pembinaan terhadap Posyandu lansia.  Untuk kesehatan sekolah, dilakukan dalam upaya menjamin kesehatan anak didikdengan kegiatan penjaringan kesehatan murid sekaligus penyuluhan PHBS dan kesehatan lingkungan sekolah.

Dalam program perbaikan gizi, dilakukan pemantauan status gizi balita di Posyandu guna mengetahui status gizi. Pada keadaan status gizi buruk dan status gizi kurang segera dilakukan intervensi perbaikan gizi. Sementara itu, di sekolah-sekolah dilakukan Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) guna memperbaiki asupan gizi anak sekolah. Pada tahun 2014 ini jumlah murid PMTAS 12.000 anak yang di 338 sekolah dasar/ sederajat.

Dalam hal pencegahan dan penanggulangan penyakit, diprioritaskan terhadap penyakit yang endemis di Kabupaten Kampar yaitu DBD dan penyakit lainnya. Di samping itu, penyakit menular yang sudah langka dan sedang dalam program eliminasi yaitu penyakit Filariasis (kaki gajah) tahun 2012 sampai 2016.  

Untuk program Jamkesda, diselenggarakan secara sharing dengan Pemprov Riau dengan perba ndingan anggaran 50 persen dari APBD Kabupaten Kampar dan 50 persen APBD Propinsi Riau.

Di sisi lain, Pemkab Kampar melalui Dinas Kesehatan juga membuat program Sistem Informasi Kesehatan mulai tahun 2014 Puskesmas di Kabupaten Kampar telah menerapkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)  dalam rangka peningkatan sistem pencatatan dan pelaporan.

Ada juga program kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja, yang kegiatan utamanya  adalah pengawasan kualitas air bersih, pengawasan sanitasi tempat umum diantaranya restoran dan tempat penjualan makanan minuman. Selain itu juga tetap berjalan program pengawasan obat dan makanan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Besar POM Pekanbaru terhadap peredaran obat di apotek dan toko obat serta makanan kemasan di pasar-pasar.

Satu hal lagi yaitu program manajemen kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pengorganisasian, hingga pengendalian pelaksanaan kegiatan yang ada di setiap program serta evaluasinya, menjadi fokus program kesehatan oleh Pemerinatah Kabupaten Kampar. (adv)




Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved