Minggu, 23 09 2018  
Minta Klarifikasi dan Permohonan Maaf
Bupati Bengkalis Sesalkan Pemberitaan Dirinya, Somasi Media Online 1x 24 Jam

Advetorial Bengkalis - - Minggu, 11/03/2018 - 20:11:24 WIB

PEKANBARU, situsriau.com- Pemberitaan mengenai ijazah palsu, bantuan sosial dan tunda bayar yang diupdate salah salah media onleine membuat Bupati Bengkalis, Amril Mukminin  menghimbau masyarakat  tidak terpengaruh.

Menurutnya,  isu-isu negatif dan hoax yang sangat mudah disebar oleh kelompok tertentu melalui media sosial dan media online, apalagi di tahun-tahun politik seperti saat ini.

"Kepada seluruh masyarakat Bengkalis untuk tidak mudah percaya dengan pemberitaan yang belum dijamin kebenarannya atau berita hoax. Buatlah berita yang mencerdaskan masyarakat. Janganlah membuat berita fitnah," kata Amril Mukminin kepada sejumlah wartawan di Pekanbaru, Minggu (11/03/18).

Selain itu, kepada masyarakat ia sangat berharap agar menganalisa terlebih dahulu pemberitaan yang muncul diberbagai media online, cetak dan sosial. Apalagi di tengah hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Jadi, saya minta masyarakat untuk tidak langsung menelan bulat-bulat berita hoax yang belum tahu kebenarannya. Di tahun politik ini janganlah mudah dibenturkan. Apalagi berita lama naik lagi padahal sudah selesai masalahnya," katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bengkalis ini tidak lupa meminta kepada seluruh wartawan, khususnya yang ada di Bengkalis untuk mengkonfirmasikan terlebih dahulu ke pejabat terkait jika ada pemberitaan yang harus dipublikasikan ke masyarakat.

"Harapan kita tentu para wartawan terlebih dulu mengkonfirmasikan berita ke pejabat terkait. Jangan sampai malah menyesatkan karena kita tak ingin mencari musuh. Kritik dan saran boleh-boleh saja. Saya pun bukan orang yang anti kritik," tegasnya.

Sementara itu, Wirya Nata Atmaja dan Patners, Tim Advokasi Bupati Bengkalis mengatakan jika kliennya merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan bohong yang dimuat di salah satu media online di Riau. Berita tersebut berkaitan dengan ijazah palsu, bantuan sosial dan tunda bayar yang menimpa Bupati Bengkalis.

"Kami tim advokasi kuasa hukum Bupati Bengkalis sangat menyayangkan dengan pemberitaan yang dimuat media online BR dengan menyebarkan informasi tidak mendasar, menyesatkan dan menggiring opini," jelasnya.

Terlebih lagi sebutnya, pemberitaan yang ditampilkan oleh media tersebut tidak pernah dikonfirmasikan kepada pejabat terkait, baik itu bupati dan pejabat di Bengkalis.

"Ini mengganggu kinerja beliau dan kami menduga aktor pemberitaan yang disebarkan dengan sengaja dan memang untuk menjatuhkan harkat martabat Bupati Bengkalis dan menggerus tingkat kepercayaan publik kepada masyarakat Bengkalis," ujarnya.

Atas persoalan ini, pihaknya berharap kepada media yang dimaksud agar memberikan klarifikasi dan permohonan maaf, 7×24 jam.

"Jika dalam waktu yang sudah kami tentukan tak juga mencabut berita tersebut, kami akan somasi media online tersebut. Kline kami juga tidak pernah bertemu dan dikonfirmasi secara resmi. Kami menduga narasumber yang disampaikan di potral tersebut tidak ada atau fiktif," pungkasnya. (sr3,in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved