Senin, 20 08 2018  
Tahun Ini Dibentuk 16 Kampung KB
Pemkab Bengkalis Wujudkan Keluarga Sejahtera Melalui Program Kesatuan Gerak PKK- KB Kesehatan

Advetorial Bengkalis - - Senin, 04/06/2018 - 13:02:34 WIB

BENGKALIS, situsriau.com- Pencanangan Program Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga - Kelurga Berencana Kesehata (PKK- KB Kes)  merupakan intensifikasi peran PKK dalam program KB Nasional dan Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral di semua tingkat wilayah dalam rangka membangun keluarga yang sejahtera.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Keluarga Berencana dan Kesehatan sebagai upaya mendukung Millenium Development Goals (MDGs).

Dengan demikian, maka gerakan KB Kesehatan adalah untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Program pemerintah yang digulirkan tahun 1970- an ini bertujuan agar keluarga bisa merencanakan kelahiran dan pembatasan jumlah anak.

Di Kabupaten Bengkalis pencanangan KB Kesehatan dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk. Gerakan ini, memperkenalkan dan menganjurkan agar pasangan usia subur menggunakan alat-alat kontrasepsi untuk menanggulangi kelahiran, seperti penggunaan kondom, spiral, IUD (Intra Uterine Device), dan sebagainya.

Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Dalam gerekan KB, jumlah anak dalam sebuah keluarga idealnya dua.

"Kita terus mendorong agar pengguna alat kontrasepsi terus meningkat. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi, meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran," kata Kepala seksi Advokasi dan Penggerakan KB Ksehatan, Disdalduk Kabupaten Bengkalis, Rismauli Boru Lumbangaol kepada situsriau.com beberapa hari lalu.

Untuk menyukseskan gerakan KB Kes ini, selaras dengan pemerintah pusat, Disdalduk Kabupaten Bengkalis mengandeng TP PKK, TNI, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Program ini berhasil pengendalikan pertumbuhan penduduk. Sekaligus menekan beban pembangunan yang berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan papan serta kebutuhan pokok lainnya.

Gerakan Keluarga Berencana (KB) Kesehatan adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Program pemerintah yang digulirkan tahun 1970- an ini bertujuan agar keluarga bisa merencanakan kelahiran dan pembatasan jumlah anak. Di Kabupaten Bengkalis pencanangan KB Kesehatan dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk. Gerakan ini, memperkenalkan dan menganjurkan agar pasangan usia subur menggunakan alat-alat kontrasepsi untuk menanggulangi kelahiran, seperti penggunaan kondom, spiral, IUD (Intra Uterine Device), dan sebagainya.

Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Dalam gerekan KB, jumlah anak dalam sebuah keluarga idealnya dua.

"Kita terus mendorong agar pengguna alat kontrasepsi terus meningkat. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi, meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran," kata Kepala seksi Advokasi dan Penggerakan KB Ksehatan, Disdalduk Kabupaten Bengkalis, Rismauli Boru Lumbangaol kepada situsriau.com beberapa hari lalu.

Untuk menyukseskan gerakan ini, Disdalduk Kabupaten Bengkalis mengandeng TP PKK, TNI, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Program ini berhasil pengendalikan pertumbuhan penduduk. Sekaligus menekan beban pembangunan yang berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan papan serta kebutuhan pokok lainnya.

Foto Didis SitusRiau.
Kasi Advokasi dan Penggerakan KB Kesehatan, Disdalduk  Bengkalis, Rismauli Boru Lumbangaol

Pengendalian penduduk merupakan tanggungjawab setiap orang melalui program keluarga berencana (KB). Mengajak pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program KB Kesehatan agar terwujudnya kesejahteraan keluarga. Ini, salah satu upaya dalam mempersiapkan masa depan anak-anak, sehingga lebih ceriah. Bukan hanya kaum ibu, tetapi juga bapak-bapak.

Program KB Kesehatan, memberi banyak manfaat bagi keluarga. Seperti menjamin kesehatan ibu, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan keharmonisan keluarga dapat ditingkatkan. Kemudian akan mengurangi

Dengan ber-KB, maka jumlah anak akan lebih sedikit, sehingga kebutuhan hidup sehari-hari, biaya kesehatan dan pendidikan anak serta kebutuhan lainnya dapat ditekan seminimal mungkin.

Dari aspek sosial juga berdampak, dimana seorang ibu punya kesempatan untuk bermasyarakat. Mengikuti program KB tidak hanya memberikan solusi untuk membangun keluarga kecil mandiri, tetapi juga keluarga yang memiliki ketahanan yang tinggi sehingga harmonisasinya dapat lebih terjaga.

Selain itu, juga bisa menekan angka kematian ibu melahirkan. Kasus kematian ibu melahirkan disebabkan beberapa faktor, seperti terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat jarak kelahiran, dan terlalu sering melahirkan. Untuk mengurangi resiko tersebut, pemerintah membuat program keluarga berencana melalui pemasangan berbagai jenis alat kontraspsi diantaranya kondom. Biasanya kondom ini digunakan dan dipakai oleh para laki laki saat melakukan hubungan intim dengan pasangannya, yang berfungsi untuk mencegah kehamilan.

Alat kontrasepsi lainnya yaitu Pil KB yang digunakan pada wanita yang ingin mengatur jarak kelahiran atau tidak ingin memiliki anak atau keturunan lagi. Pil KB ini juga memilki fungsi lain, yaitu untuk mengobati rasa sakit ketika menstruasi.

Pilihan lain untuk alat kontrasepsi adalah Suntik KB. Suntik KB ini banyak sekali digunakan wanita yang tidak ingin memiliki keturunan atau anak lagi. Sedangkan kontrasepsi lain adalah spiral atau Intra Uterine Device (IUD). Spiral ini digunakan oleh para wanita yang  ingin menunda atau tidak ingin memiliki anak lagi.

Jika berbagai pilihan kontrasepsi diatas belum cocok, maka bisa menggunakan implant. Metode kontrasepsi implant (susuk) ditempatkan di bawah kulit lengan wanita dan mengeluarkan hormon yang mencegah pelepasan ovum. Susuk atau Implant ini memiliki bentuk yang panjang dan lentur sehingga aman digunakan dalam jangkan panjang, sekitar lima tahun.

Pilihan kontrasepsi yang lain adalah Vagina Diafragma yang penggunaannya cukup mudah. Hanya di ditempelkan pada bagian liang vagina. Alat ini memiliki kulit yang lentur dan tebal, dibandingkan dengan alat kondom yang digunakan oleh pria.

Kontrasepsi dengan spermisida juga bisa menjadi pilihan. Spermisida ini memiliki bentuk seperti salep, yang isinya seperti gel. Cara menggunakan spermisida ini hanya dibalurkan pada bagian vagina zat kimia dalam spermisida berfungsi untuk mematikan sperma dengan cepat.


Sejalan dengan program KB Kes ini,  TP PKK  Pemkab  Bengkalis bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kabupaten Bengkalis, juga telah melakukan berbagai program diantaranya  ikut dalam kegiatan IBI KB Kes, TNI Manunggal KB Kes, dan kegiatan-kegiatan lain guna menciptakan keluarga yang sejahtera.

Bahkan, dua bulan lalu Ketua TP   PKK Bengkalis, yang diwakili Wakil Ketua TP PKK, Hj Akna Juita Bustami mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Riau  yang  mengangkat tema "Penguatan Integritas Program Lintas Sektor di Kampung KB Guna Mempercepat Terwujudnya Kualitas Sumber Daya Manusia.

Rakorda tersebut menurut  Hj Akna Juita sekaligus juga bertujuan mengevaluasi kegiatan program KKBPK tahun 2017 lalu. "TP PKK sebagai salah satu ujung tombak suksesnya program KKBPK, khususnya di Kabupaten Bengkalis akan selalu mendukung program KKBPK guna mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera," kata isteri Sekda Bengkalis ini.

Untuk mendukung prgram Gerak PPK-KB Kesehatan ini, dalam tahun 2018 ini Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pengendalian Penduduk Kabupaten Bengkalis akan membentuk 16 kampung keluarga berencana baru.

Hal ini dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Disdalduk) H. Suheiry Zein, SE melalui Kepala seksi, Rismauli Boru Lumbangaol kepada situsriau.com

Menurut Rismauli, 16 kampung keluarga berencana itu, masing-masing 4 di Kecamatan Bantan, 4 di Kecamatan Bengkalis, 2 di Kecamatan Rupat, 1 di Kecamatan Talang Maundau dan 1 di Kecamatan Batin Solapan.

Untuk membentuk 16 kampung keluarga berencana ini, Disdalduk mengandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Setakad ini, segalah persyaratan untuk pembentukan 16 kampung keluarga berencana telah disiapkan dan hanya tinggal menunggu tekan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin.

Jika beberapa bulan ke depan proposal tersebut ditanda tangani bupati, jumlah kampung keluarga berencana di Negeri Junjung akan bertambah. Sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis telah menetapkan Desa Resam Lapis sebagai kampung keluarga berencana.

Pencanangan Kesatuan gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga-Keluarga Berencana (PKK-KB) Kesehatan merupakan salah satu tugas Disdalduk Kabupaten Bengkalis.

Dalam pencanangan ini, peran PKK dalam program KB Nasional dan Pembangunan Kesehatan sangat besar. PKK berpadu dengan lintas sektoral terkait di semua tingkat wilayah dalam rangka membangun keluarga yang sejahtera. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Keluarga Berencana dan Kesehatan sebagai upaya mendukung Millenium Development Goals (MDGs).

Foto Didis SitusRiau.
Kampung KB Kuala Alam Saat Penilaian Poktan Harganas XXV dan Anugerah Kencana 2018 (Foto:Diskominfotik)

Selanjutnya untuk lebih meningkatkan efisiensi serta kesinambungan Pelaksanaan program, upaya tersebut tetap diadakan dengan periode waktu khusus dalam bentuk intensifikasi lintas sektor di bidang pemberdayaan keluarga, KB dan Kesehatan melalui Kesatuan Gerak PKK-KB – Kesehatan. Kegiatan yang telah dimulai sejak beberapa tahun lalu merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerak PKK tanggal 27 Desember depan.


Dengan dukungan keterpaduan lintas sektor, kegiatan ini akan bertumpu pada kegiatan-kegiatan kelompok swadaya masyarakat, PKK dan Institusi KB – Kesehatan di desa dengan kader-kader sebagai ujung tombak, serta keluarga sebagai fokus sasaran utama.

Upaya-upaya yang telah dilaksanakan untuk keluarga miskin dengan memberikan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), pemberian obat dan alat kontrasepsi gratis kepada pra KS dan KS I agar tetap terpelihara kesehatannya. Kegiatan Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan peran serta pria dalam rangka keadilan dan kesetaraan gender di msyarakat serta lebih memfokuskan pada kegiatan-kegiatan yang secara langsung dapat meringankan beban keluarga mereka dalam mendapatkan pelayanan KB dan Kesehatan, sesuai prioritas masalah yang ada dengan memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah.

Upaya tersebut diatas dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing jenjang administrasi dan jenjang paling bawah yaitu desa. Pembangunan kesehatan di desa dapat disesuaikan dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Kegiatan-kegiatan yan telah dilaksanakan terkait dengan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di tingkat desa, tidak terlepas satu dengan yang lain, saling melengkapi dan saling menguatkan sehingga pada akhirnya masyarakat di desa menjadi mandiri dan berdaya untuk hidup sehat.

Kegiatan kesatuan gerak PKK-KB Kesehatan merupakan kegiatan integrasi antara Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Seperti terbentuknya kelompok dasa wisma baru dan meningkatnya dasa wisma aktif, terlaksananya pengumpulan data, pemenuhan dan peningkatan pelayanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, selanjutnya  pengembangan dan peningkatan advokasi dan KIE KB, lingkungan bersih dan sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Berkaitan dengan itu, sebagai salah satu ujung tombak dalam menyukseskan program KB, seluruh bidan yang ada di Kabupaten Bengkalis dilibatkan, mereka diharpkan senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan. Sesuai dengan slogan "Dimana ada bidan disitu ada KB, dan dimana ada KB disitu ada bidan," dan dengan pelayanan yang berkualitas Zuheiry Zien optimis, jumlah aseptor KB di Kabupaten Bengkalis semakin meningkat.


Kampung KB Resam Lapis Ikon Bengkalis

Upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis menata tingkat kelahiran penduduk terus dilakukan. Upaya ini mendapat dukungan penuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis. Dukungan ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan, S.Pd.I saat berbincang dengan situsriau.com diselah-selah menyerahaan bonus atlet di Balai Kerapatan Sri Mahkota beberapa hari lalu.

Sofyan mengapresiasi langkah yang diambil Pemerintah Bengkalis dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Keluarga Berencana (PKK-KB) Kesehatan. Program tersebut merupakan salah jalan mewujudkan keluarga sejahtera baik di pedesaan.

Foto Didis SitusRiau.
Disdalduk KB Bengkalis saat Melakukan Penilaian Pktan di Kecamatan se-Bengkais. (Foto:Diskominfotik)


Kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan adalah intensifikasi peran PKK dalam program KB Nasional dan Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu dengan lintas sektoral disemua tingkat wilayah dalam rangka membangun keluarga yang sejahtera. Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Keluarga Berencana dan Kesehatan sebagai upaya mendukung Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pemerintah. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggulir Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dan menetapkan Desa Resam Lapis di Kecamatan Bantan sebagai Desa KB.

Program ini sangat diapresiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengkalis. Seperti diungkapkan Sofyan dari Komisi IV yang membidangi/bermitra dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Badan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Dinas Kesehatan itu.

Menurut Sofyan, kedepan Pemerintah Kabupaten Bengkalis harus membangun desa-desa KB Kesehatan lainnya, selain Desa Resam Lapis. Program tersebut sangat membantu masyarakat pedesaan khususnya kaum ibu produktif dalam pengetahuan kesehatan anak dan keluarga.

Berkembangnya pengetahuan masyarakat tentang PKK-KB Kesehatan akan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, apakah itu kesehatan atau kebersiahan pribadi, keluarga, lingkungan maupun kampung.

Pada prinsipnya, PKK-Kb Kesehatan untuk menatap kehidupan keluarga bukan untuk membatasi kelahiran. Akan tetapi, membentuk keluarga kecil bahagia.

Pada prinsipnya, ungkap Sofyan, keluarga berencana bukan untuk membatasi kelahiran. Tapi mengatur jumlah kelahiran, agar mencapai kesejaheraan dalam hidup. Karena itu, pemerintah mengulirkan program keluarga berencana dengan tidak mengurangi hak seseorang untuk memiliki anak. Supaya peserta keluarga berencana ini meningkat, khususnya setiap pasangan usia subur memahami pentingnya keluarga berencana, Sofyan mendukung supaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis membangun Kampung Keluarga Berencana disetiap kecamatan.

Sebab, masyarakat kurang mampu di kecamatan lain perlu mengetahui atau dapat informasi yang benar tentang keluarga kecil (KB). Dengan demikian, mereka menyadari manfaat dari program mengatur kelahiran atau ikut keluarga berencana yang digulirkan pemerintah. Sebab, kekuatan sosial ekonomi sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan hidup, dan berperan dalam peningkatan indeks pembangunan manusia Kabupaten Bengkalis.

Foto Didis SitusRiau.
Sofyan, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis (Foto: Internet)


Menurut Sofyan lagi, banyak manfaat sebuah keluarga ikut program keluarga berencana, mulai dari sisi kesehatan; keluarga berencana ikut menurunkan angka kematian ibu, karena setiap ibu melahirkan berisiko kematian. Keluarga berencana bisa menekan risiko kematian bayi sebelum umur satu tahun. Dengan ber-KB, maka perhatian keluarga terhadap gizi anak juga akan lebih baik.

Sedangkan dari sisi pendidikan, lanjut Sofyan, program KB akan mempengaruhi kecerdasan anak dan meningkatkan partisipasi sekolah karena perekonomian keluarga mencukupi untuk anak yang hanya dua daripada lebih dari dua.

Program KB lanjut Sofyan, disamping untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, juga bertujuan mengurangi tingkat kematian ibu, bayi dan balita. Memberikan perlindungan kesehatan reproduksi, perlindungan hak ibu dan anak, serta perlindungan terhadap kehamilan yang tidak diinginkan. (advertorial/diskominfotik bengkalis)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved