Senin, 11 Desember 2017  
Ekeubis / Tiga BUMD Riau Kurang Sehat dan Sulit Bangkit, RAL Terancam Pailit
Tiga BUMD Riau Kurang Sehat dan Sulit Bangkit, RAL Terancam Pailit

Ekeubis - - Selasa, 14/11/2017 - 12:09:17 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Tiga dari sembilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, saat ini dalam kondisi 'kurang sehat'. Bahkan, satu di antaranya terancam pailit, yakni PT Riau Airlines (RAL).

Dua BUMD lain yang tidak memberikan kontribusi itu, yakni PT Riau Petroleum, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR). Meski demikian, Pemprov Riau belum akan membekukan perusahaan tersebut.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdaprov Riau, Darusman, mengatakan, dari tiga perusahaan tersebut yang menjadi masalah itu saat ini adalah RAL. Karena perusahaan penerbangan ini dinilai tidak mungkin lagi dilanjutkan.

"Dari tiga itu hanya satu perusahaan yang berat untuk diteruskan karena memang susah untuk membangkitkan kembali. Karena dari audit yang tengah kita lakukan dengan pihak BPKP dan Inspektorat untuk pengambilan langkah selanjutnya, memang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan," ujar Darusman, di Pekanbaru, Senin (13/11/17).

Sementara Riau Petroleum dan SPR, terang Darusman, Pemprov Riau tetapkan akan berusaha memperbaiki agar perusahaan tersebut tumbuh dan berkembang. Karenanya beberapa terobosan terus dilakukan agar manajemen dua perusahaan daerah itu bisa berjalan.

"Kalau Riau Petroleum dan SPR ini, Insya Allah bisa lebih bagus. ?Kita targetkan Maret 2018 bisa memberikan deviden terhadap Pemprov Riau," ungkapnya optimis.

Karena itu, lanjut Darusman, untuk Riau Petroleum Pemprov Riau tengah berusaha mengejar Partipacipating Interest (PI) 10 persen dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Makanya, persyaratan untuk mendapatkan PI 10 persen terus dikejar, sehingga perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas ini dapat berkembang.

"Setelah Riau Petroleum mendapatkan PI 10 persen itu, maka kita harapkan ke depan perusahaan ini bisa memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemprov Riau," harapnya.

Sedangkan SPR sendiri, beber Darusman, saat ini laporan RUPS-nya tengah dilakukan audit. Setelah audit, maka dari hasil kerja sama bisnis to bisnis diharapkan SPR bisa menghasilkan PAD.

"Nanti SPR ini kita coba untuk kerja sama mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pekanbaru dan Kampar, serta kerja sama pengalengan ikan. Dari kerja sama ini kita harap SPR bisa lebih baik lagi, sehingga dapat memberikan kontribusi kepada daerah," pungkasnya.

Ada pun BUMD Riau meliputi, Bank Riau Kepri (BRK), PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), Riau Airlines, PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), PT Sarana Penjaminan Kredit Riau (SPKR), PT Bumi Siak Pusako (BSP), dan PT Riau Petroleum. (sr5, ck)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved