Senin, 22 Oktober 2018  
Ekeubis / Gara-gara Harga Naik, Inflasi Riau di Bulan Juli Capai 0,31 Persen
Gara-gara Harga Naik, Inflasi Riau di Bulan Juli Capai 0,31 Persen

Ekeubis - - Kamis, 02/08/2018 - 12:31:44 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Pada bulan Juli 2018, Riau mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari bulan sebelumnya. Bila pada bulan Juni 2018 IHK di Riau sebesar 135,00, di bulan Juli meningkat menjadi 135,41.

"Inflasi Riau sebesar 0,32 persen pada bulan Juli 2018 ini terjadi karena adanya kenaikan IHK yang cukup signifikan. Terutama di kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami inflasi sebesar 0,73 persen dengan andil inflasi 0,12 persen," jelas Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom saat rilis bulanan di kantor BPS Riau Jalan Patimura, Rabu (1/8/18).

Dia menyebut, pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan, komoditas utama yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau yakni angkutan udara, tarip taksi, tarip pulsa ponsel, bensin, sepeda motor dan lain-lain.

Selanjutnya, inflasi Riau juga disebabkan oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, yakni sebesar 0,56 persen dengan andil 0,11 persen.

Kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen dengan andil sebesar 0,01 persen. Dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi sebesar 0,18 persen dengan andil 0,01 persen.

"Kelompok bahan makanan juga mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan andil 0,03 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen dengan andil sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dengan andil deflasi 0,004 persen," ujar Aden.

Inflasi di Riau diperoleh berdasarkan pentauan dan penghitungan BPS dari tiga kota besar, yakni Pekanbaru, Tembilahan dan Dumai.

Dari tiga kota yang dilakukan penghitungan IHK-nya, dua di antaranya mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,39 dengan IHK 135,13, dan Tembilahan sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 138,76.

Kota Dumai, justru mengalami deflasi yakni sebesar 0,10 persen dengan IHK sebesar 135,19.

Aden menyebut, terdapat 23 kota di Sumatera yang melakukan penghitungan IHK. Selama Juli 2018, delapan belas kota mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Kota Bengkulu dengan sebesar 0,87 persen, diikuti Tanjung Pandan sebesar 0,85 persen, Meulaboh 0,71 persen, dan Inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh yakni sebesar 0,08 persen.

"Deflasi terjadi di lima kota, dengan deflasi tertinggi terjadi di kota Jambi sebesar 0,76 persen. Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, Pekanbaru berada di urutan ke-9, Dumai urutan 22, dan Tembilahan berada di urutan ke-15," terang Aden. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved