Sabtu, 25 Mei 2019  
Sport / Tekuk Vietnam, Garuda Muda Melaju ke Final Piala AFF U-22
Tekuk Vietnam, Garuda Muda Melaju ke Final Piala AFF U-22

Sport - - Senin, 25/02/2019 - 11:19:12 WIB

PHNOM PENH, situsriau.com - Tim Nasional Indonesia melaju ke Final Piala AFF U-22 setelah menaklukkan Vietnam 1-0 pada laga semifinal di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (24/2/19) sore WIB.

Indonesia melangkah ke final setelah mendapat perlawanan keras dari Vietnam. Gol kemenangan Garuda Muda lahir dari tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal.

Indonesia sendiri langsung mendesak Vietnam sejak pertandingan baru dimulai. Gian Zola sempat melepaskan percobaan di menit keenam, tapi masih melebar.

Laga kemudian berjalan keras. Vietnam mendapatkan peluang saat laga memasuki 20 menit, dengan sundulan Tran Duc Nam masih mengarah ke atas gawang.

Sejumlah tekanan dilancarkan Vietnam, namun bisa diredam. Indonesia mendapatkan peluang dari Sani Rizki di menit ke-35, hanya saja tembakan dari luar kotak penalti bisa dihentikan kiper Phan Van Bieu.

Vietnam membalas tiga menit kemudian dari situasi bola mati. Umpan lambung gagal disapu pertahanan Indonesia dan disundul pemain Vietnam. Bola cuma melesat ke samping gawang. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Baru dua menit babak kedua berjalan, Indonesia mendapatkan kans. Umpan Witan Sulaiman disambar Marinus Wanewar, tapi gagal di tangan Phan Van Bieu.

Vietnam mengancam lewat Tran Duc Nam pada menit ke-60, yang upayanya masih bisa diamankan Awan Setho. Percobaan lain dari Vietnam melalui sundulan semenit kemudian jauh dari gawang.

Indonesia memimpin di menit ke-70. Mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti, eksekusi Muhammad Luthfi Kamal meluncur ke pojok kanan tanpa bisa dihentikan Phan Van Bien.

Peluang lain gagal dimaksimalkan Indonesia di menit ke-73. Umpan silang Witan dari kiri tak mampu dicocor Osvaldo Haay di tengah kotak penalti.

Vietnam mendapatkan peluang di menit ke-83, saat Tran Duc Nam menyambar umpan silang dengan kepalanya. Bola masih melambung. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Laga ini diwarnai banyak kontak fisik dan pelanggaran. Secara keseluruhan wasit mengeluarkan tak kurang dari delapan kartu kuning sepanjang laga, enam di antaranya ia hadapkan kepada para pemain Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mengapresiasi hasil kerja keras timnya di semifinal. Indra pun berharap timnya bisa jadi juara.
Indra menyebut laga melawan Vietnam cukup menarik. Timnya berhasil merespons permainan dengan cepat kendati belum sepenuhnya main maksimal.

"Saya pikir pertandingan menarik. Kami tahu Vietnam istirahat dua hari tapi kami merespons mereka dengan cepat. Meski secara keseluruhan kami bermain kurang maksimal tapi alhamdulillah (cetak) gol sangat berharga," kata Indra seperti dilansir detiksport.

Indra pun bersyukur sejauh ini satu persatu targetnya di Piala AFF tercapai. Kini tinggal gelar juara saja yang harus diraih timnya.

"Target pertama lolos grup, grup B merupakan grup ketat, lalu target kedua kami (ingin) lolos ke final, dan (target) terakhir kami ingin bawa pulang Piala AFF," harap pelatih berdarah Minang itu.

Sementara itu, pelatih Vietnam, Nguyen Quoc Tuan, mengkambinghitamkan kepemimpinan wasit Thant Zin Oo atas kekalahan mereka dari Indonesia.

Quoc Tuan merasa Vietnam seharusnya mendapatkan banyak pelanggaran di dalam kotak penalti Indonesia, terutama pada babak kedua.
"Yang pertama wasit selalu membela Indonesia, kami punya banyak situasi di dalam kotak penalti, tapi wasit tidak melakukan apa-apa atas itu. Tidak ada pelanggaran bagi Indonesia di dalam kotak penalti mereka," kata Quoc Tuan.

Lebih lanjut, Quoc Tuan bahkan menyebut Indonesia tidak seperti sedang bermain bola dalam pertandingan tersebut. "Indonesia seperti tidak bermain bola, terlalu banyak kontak fisik," ujar Quoc Tuan dikutip dari Antara.

Pun demikian, kartu kuning pertama yang dikeluarkan wasit pada laga itu diberikan kepada bek Vietnam Nguyen Van Hanh, sosok yang sepanjang laga selalu berusaha memprovokasi demi memancing emosi penyerang Indonesia Marinus Wanewar.

Van Hanh kala itu menghantam jatuh Marinus pada menit ke-31 ketika sang penyerang Bhayangkara FC tersebut tengah bergerak tanpa bola dalam situasi serangan balik.

Meski demikian, pertandingan yang perlahan mulai memanas membuat para pemain Indonesia banyak melakukan keputusan gegabah dan/atau terpancing emosinya ketika diprovokasi pemain Vietnam.

Maka jadilah Bagas Adi Nugroho, Osvaldo Ardiles Haay, Firza Andika, Awan Setho Raharjo, Witan Sulaiman dan M Rafi Syarahil diganjar kartu kuning atas pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan.

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved