Kamis, 25 Mei 2017  
Hukrim / KPA Datangi Korban Konflik, 102 Anak Tak Sekolah Selama 2 Bulan
Konflik Jurong 18 Bonai
KPA Datangi Korban Konflik, 102 Anak Tak Sekolah Selama 2 Bulan

Hukrim - Editor: Rambe - Kamis, 04/04/2013 - 19:13:40 WIB

BERITA RIAU (ROKAN HULU), situsriau.com- Sebanyak 102 anak usia sekolah, selama 2 bulan tidak bersekolah, akibat konflik lahan warga di Dusun Jurong 18, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul dengan pengusaha berinisial AK. Karena itu Komisi  Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerjunkan tim untuk melihat langsung kondisi anak di dusun itu.


Ketua KPA Arist Merdeka Sirait, menerangkan di Halaman Kantor Bupati Rohul, Pasir Pangaraian, Kamis (4/4/2013), usai menjumpai sejumlah pejabat Rohul untuk mempertanyakan kondisi konflik itu, dari hasil investigasinya sebanyak 102 anak, 16 rumah dibakar dan 52 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi akibat takut diserang Pamswakarsa dari pengusaha Kelapa Sawit milik AK.
 
"Akibat konflik itu, nasib anak-anak Jurong 18 menjadi tidak jelas dan pendidikan mereka terancam, khususnya padah Ujian Nasional (UN) telah dekat," ujar Arist.

Selain melihat langsung kondisi anak-anak, lanjut Arist, Tim Komnas Anak ini bertemu dengan Polda Riau untuk memberikan jaminan dan rasa aman bagi masyarakat Dusun Jurong 18, pihak Polda Riau sudah memberikan jaminan dengan menurunkan anggota Personil Mapolres Rohul dan Rohil untuk berjaga-jaga di lokasi konflik.

Konflik lahan diduga bermula, kata Siarit, ketika sejumlah masyarakat membeli lahan di kawasan Jurong 18 untuk ditanami kelapa sawit, namun, dalam perkembangannya, perusahaan kelapa sawit  mengklaim tanah tersebut, perusahaan juga di duga mengintimidasi masyarakat agar ke luar dari lahan itu. Sebab kondisi tapal batas antara Rohul dan Rohil di sana juga belum jelas.
 
Puncaknya, seorang petugas keamanan  tewas dikeroyok massa Bulan Februari lalu, pihak perusahaan diduga melakukan pembalasan dengan membakar kampung warga, akibat peristiwa ini petani lokal dan keluarganya mengungsi dan meninggalkan kampung.

Sedangkan keterangan dari HRD PT. APSL Joni Marpaung konflik itu tidak ada kaitannya dengan kejadian di masyarakat, lahan perusahaan dengan masyarakat, itu kriminal murni, terkait anggota Pamswakrsa meninggal itu bukan anggota PT APSL, melainkan pengusaha kelapa sawit milik pribadi bernama AK.


Kemudian Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Rohul M. Zen mengatakan, segaja mendatang KPA itu ke Rohul biar jelas persoalannya, agar nasib anak di Dusun Bonai itu bisa terselamatkan. "Sengaja kita datang mereka, supaya nasib anak-anak mereka terbantu," sebut M Zen (pal)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto
Copyright 2012-2016 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved