Senin, 16 09 2019  
Hukrim / Hujan Iringi Eksekusi Mati 4 Gembong Narkoba, "Ini Pekerjaan Menyedihkan karena Menyangkut Nyawa"
Hujan Iringi Eksekusi Mati 4 Gembong Narkoba, "Ini Pekerjaan Menyedihkan karena Menyangkut Nyawa"

Hukrim - - Jumat, 29/07/2016 - 09:46:41 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Jalannya proses eksekusi 4 orang terpidana mati di Nusakambangan dinihari tadi dilakukan secara senyap tanpa banyak informasi dan drama yang bocor. Hujan deras dan petir juga membahana mengiringi eksekusi tersebut.

Kabar soal eksekusi mati berlangsung dinihari tadi, Jumat (29/7/16), sudah beredar sejak kemarin-kemarin. Namun belum ada sumber resmi yang mengkonfirmasi. Kepastian baru datang sekitar malam hari saat salah seorang pengacara terpidana mati Zulfiqar Ali, Saut Rajagukguk, mendapat kabar dari istri terpidana bahwa eksekusi digelar Jumat dinihari.

Menjelang tengah malam, memang banyak mobil berlalu lalang ke arah Nusakambangan. Petunjuk lebih jelas muncul saat mobil Jampidum Kejagung Noor Rachmad datang ke Nusakambangan sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (28/7/16). Kehadirannya seolah memastikan eksekusi jadi digelar karena biasanya ada pejabat tinggi Kejagung yang memantau.

Sayangnya, Noor Rachmad belum mau memberikan keterangan apa pun. Dia juga tak bisa memastikan apakah eksekusi jadi digelar atau tidak. Semua masih senyap sampai detik tersebut.

Sekitar pukul 23.00 WIB hujan mulai mengguyur kawasan Nusakambangan. Namun mulai membesar tepat di sekitar tengah malam. Angin kencang disertai petir semakin menambah hiruk pikuk suasana di dermaga. Wartawan memang hanya bisa sampai dermaga, karena akses ke Nusakambangan ditutup.

Lewat tengah malam, hujan semakin deras. Kabar soal eksekusi belum juga diterima. Tim kuasa hukum Zulfiqar saat dihubungi pukul 00.20 WIB, belum mendapat kabar. Lalu, datang jawaban dari Kalapas Batu Abdul Aris yang mengatakan, semua proses eksekusi sedang dipersiapkan.

Dikontak lebih lanjut pada pukul 01.10 WIB, Aris hanya menjelaskan ada beberapa terpidana yang dibawa ke lapangan tembak. Sisanya tetap berada di ruang isolasi. Namun dia belum bisa memastikan apakah para terpidana itu sudah dieksekusi atau belum. Setelah itu, Aris tak lagi menjawab telepon.

Kabar kepastian eksekusi baru muncul lewat seorang sumber yang tahu soal proses eksekusi. Dia membisikkan, baru empat orang yang didor sampai tewas. Mereka adalah Freddy Budiman (37), Michael Titus (34), Humprey Ejike (40) dan Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (34).

Setelah itu, sekitar pukul 02.00 WIB dinihari, keluar dari dermaga Jampidum Noor Rachmad ditemani oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Masih dalam iringan hujan deras dan petir, Noor memastikan memang pagi tadi hanya 4 terpidana mati yang dieksekusi. Eksekusi dilakukan pukul 00.45 WIB di Limus Buntu, yang letaknya di belakang pospol Nusakambangan. Jaraknya 15 menit dari Lapas Besi.

Sisanya, 10 napi masih dalam proses kajian hukum sehingga ditunda eksekusinya. Mereka berada di tahanan isolasi.

"Sesungguhnya ini bukan pekerjaan yang menyenangkan pekerjaan tapi menyedihkan karena menyangkut nyawa orang," kata Noor.

Setelah Noor jumpa pers, pagi hari sekitar pukul 04.50 WIB, keluarlah lima ambulans yang membawa empat terpidana mati tersebut. Jasad Freddy diangkut ke Surabaya, Humprey dikremasi, sementara dua napi lainnya dibawa ke Jakarta untuk diangkut pulang ke negaranya. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved