Minggu, 17 November 2019  
Hukrim / Periksa Enam TNI Terkait Ilog, Denpom 1/3 Pekanbaru Enggan Sebut Nama
Periksa Enam TNI Terkait Ilog, Denpom 1/3 Pekanbaru Enggan Sebut Nama

Hukrim - - Jumat, 14/10/2016 - 12:29:21 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Enam orang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperiksa Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/3 Pekanbaru. Mereka diduga terlibat perambahan hutan di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

"Sudah diperiksa enam orang TNI," ujar Komandan Denpom 1/3 Pekanbaru, Letnan Kolonel (CPM) Johny JP Palupessy, di Pekanbaru, Kamis (13/10/16).

Namun, Johny masih enggan menyebutkan identitas keenam anggota TNI yang diperiksa itu. Menurutnya, Denpom masih melakukan pendalaman kasus tersebut.

Menurut Johny, penyelidikan kasus terkendala karena minimnya saksi yang menyebutkan keterlibatan oknum TNI melindungi pembalakan liar di Cagar Biosfer. "Meski begitu, kita tetap selidiki. Kalau terbukti terlibat akan ditindak tegas," ucapnya.

Terkait kasus ini, Denpom akan mengirimkan surat kepada sejumlah warga sipil yang dianggap dapat memberikan informasi tersebut kepada Denpom. "Mudah-mudahan mau diperiksa," harapnya.

Dugaan keterlibatan oknum TNI melindungi pembalakan liar ini diketahui pasca penertiban yang dilakukan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Seksi Wilayah II Sumatera, pekan lalu.

Saat itu, petugas menemukan ribuan kayu hasil pembalakan liar tak bertuan di dalam Cagar Bisofer Giam Siak Kecil. Kayu-kayu tersebut belum sempat diangkut oleh para perambah. Ironisnya, di lokasi itu ada pos TNI dan polisi.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengamankan seorang oknum anggota Polres Bengkalis berinisial Aiptu S yang diduga sengaja melakukan pembiaran aksi pembalakan liar itu. Kasusnya juga masih didalami.

Kepala Polda Riau, Brigadir Jenderal Zulkarnain mengatakan, oknum polisi yang diamankan itu kini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif. Dia diduga terlibat sebagai pembecking dari toke atau bos pembalakan liar.

"Iya betul adanya dugaan keterlibatan (oknum polisi). Sudah saya perintahkan untuk dijerat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Pembalakan Liar. Selain itu, cari toke-nya," tegas Zulkarnain. (sr5, hr)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved