Selasa, 12/11/2019  
Hukrim / Penipuan di Pekanbaru Kian Marak, Kenali Modusnya agar Tak Jadi Korban!
Penipuan di Pekanbaru Kian Marak, Kenali Modusnya agar Tak Jadi Korban!

Hukrim - - Senin, 23/01/2017 - 05:28:10 WIB

PEKANBARU, situsriau. com - Warga Kota Pekanbaru harus waspada dengan tindak kriminal penipuan berbagai modus. Sebab para pelaku kian gencar beraksi. Buktinya, dalam jangka waktu singkat, yakni pada 19-20 Januari, telah masuk tiga laporan masyarakat ke kepolisian.

"Kriminalitas ada tiga kasus di Polresta, semua tindak pidana penipuan dan penggelapan," kata Kapolres Pekanbaru, Kombes Pol Susanto SIK di Pekanbaru, kemarin.

Tiga diantaranya itu, pertama penggelapan kendaraan roda empat yang dilaporkan Efita Diran (44). Terlapor AA (21) sebagai karyawan Toko bangunan milik korban pergi dengan Mobil Pick Up Daihatsu untuk mengantar barang bangunan pesanan orang lain.

Kemudian setelah pesanan diantar, sampai saat ini pelaku tidak kembali. Keberadaan pelaku dan mobil tersebut tidak diketahui sehingga korban dirugikan sekira Rp75 juta.

Lalu kasus penipuan dan penggelapan juga menimpa Irwanto Rusli (51) yang melaporkan pelaku RR (29). Pada Maret 2015 korban menyerahkan uang kepada pelaku yang baru dikenal untuk tambahan modal usaha pakaian wanita. Sebagai jaminan pelaku menyerahkan satu unit mobil Avanza atas nama Koprasi Karyawan Tri manunggal.

Selanjutnya setelah berjalan tak berapa lama korban ditelpon oleh Bapaknya RR bernama MS (sekarang sudah almarhum. Setelah berbicara, disepakati untuk mengganti mobil jaminan tersebut diatas dengan satu unit mobil Xenia Warna Hitam atas nama M.            

"Tetapi belakangan baru diketahui ternyata mobil Xenia tersebut adalah mobil rental dan kini sudah dibawa pemilik aslinya bernama M itu. Hingga laporan ini dibuat korban telah tertipu dan uang digelapkan pelaku dengan kerugian Rp40 juta," ujar Kapolres.

Ternyata pelaku di atas RR juga melakukan penggelapan dalam laporan jetiga di Polres Pekanbaru. Kali ini korbannya Hardi sejahtera (30) yang menyampaikan bahwa pelaku menjanjikannya akan bekerja sebagai Pegawai Honor di Pemerintah kota Pekanbaru.

Untuk itu pelaku meminta sejumlah uang tetapi sampai saat ini korban tidak juga mendapat pekerjaan di Pemerintah kota Pekanbaru. "Setiap kali diminta mengembalikan uang, pelaku selalu menghindar hingga korban dirugikan sekira Rp15 Juta," tutur Susanto.(sr5, an)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved