Selasa, 12/11/2019  
Hukrim / Pola Aksi Bom Panci Bandung Dinilai Aneh, Polri Minta Waspadai Pembeli Panci
Pola Aksi Bom Panci Bandung Dinilai Aneh, Polri Minta Waspadai Pembeli Panci

Hukrim - - Rabu, 01/03/2017 - 15:31:43 WIB

PURWAKARTA,situsriau.com - Bekas terpidana kasus terorisme, Agus Marshal mengaku pernah membina pelaku bom panci di Taman Pendawa, Bandung, Jawa Barat, Yayat Cahdiyat (42). Namun, Agus sendiri mengaku bingung dengan pola aksi yang dilakukan bekas anak buahnya tersebut.

"Awalnya saya tidak tahu kalau itu Yayat, lihat di media (televisi). Hanya sebatas tahu kejadian di Bandung," kata Agus saat bertemu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi di rumah dinasnya, Selasa (28/2/17).

Namun, setelah melihat isi beritanya, ternyata benar kalau itu Yayat rekanannya saat pelatihan militer di Junto, Aceh Besar pada 2010 silam. Saat diperhatikan secara seksama, pola dan teknik aksi terornya tidak jelas.

"Dengan pola, alat, lokasi, teknisnya seperti itu, buat saya bingung. Di situ saya bingung maksud aksinya apa, jadi saya matikan televisi," ungkapnya.

"Kalau merakit dari internet juga banyak. Kalau di Aceh itu pelatihan militer saja. Tapi aneh sih cara aksi terornya," Agus menambahkan.

Agus menjelaskan memang tidak terjun langsung dalam pelatihan militer di Aceh tersebut. Namun, ia berperan dalam merekrut dan memasok amunisi aktif untuk dipergunakan pelatihan militer di Aceh.

"Saya tak sempat ikut ke Aceh. Tapi kalau Yayat memang gabung di kelompok saya. Saat pengajian 2008 di Cikampek (Jabar), sampai mengikuti pelatihan di Aceh 2010," jelas Agus.

Tim gabungan polisi menggeledah rumah kontrakan Yayat di Kampung Ciharashas, Desa Sirnagalih, Cianjur, Jabar pada Senin. Ada panci cadangan dan rice cooker yang diduga terkait perakitan bom panci.

"Ada panci cadangan dua, rice cooker satu, alat kabel, solder, gunting dan gulungan kabel dan sebagainya tampaknya bagian dari sisa-sisa," sebut Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Waspadai Pembeli Panci
Setelah terjadinya ledakan bom panci yang dilakukan oleh Yayat, polisi meminta masyarakat waspada jika ada pria yang berbelanja panci atau rice cooker dalam jumlah banyak.

"Jadi kalau ada laki-laki beli panci atau rice cooker banyak-banyak, patut dicurigai. Coba ditanyakan, pedagang atau bukan," kata Boy. Hal itu merujuk pada temuan panci dan rice cooker di rumah kontrakan Yayat.

Sebagaimana diketahui, Yayat tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah tertembak di bagian dada dalam penyergapan polisi di Kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung. Sebelum bersembunyi di kantor kelurahan, Yayat meledakkan bom panci berdaya ledak rendah yang berisi paku.

Tidak ada korban akibat ledakan. Tapi Yayat sempat dikejar warga, juga pelajar, yang kebetulan berada di Taman Pendawa. Namun warga 'balik badan' setelah Yayat mengeluarkan senjata tajam. Yayat juga berteriak meminta rekannya yang ditahan dibebaskan. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved