Rabu, 02/08/2017  
Hukrim / Kronologis Oknum TNI Pukul Polantas Pekanbaru, Rupanya karena Saling Lirik, Danrem Minta Maaf
Kronologis Oknum TNI Pukul Polantas Pekanbaru, Rupanya karena Saling Lirik, Danrem Minta Maaf

Hukrim - - Jumat, 11/08/2017 - 13:01:49 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Viralnya video oknum TNI di Riau yang pukul anggota Polantas Polresta Pekanbaru cepat disikapi Danrem 031 Wirabima Brigjen Abdul Karim.

Danrem pada Jumat (11/8/17) siang, langsung menyampaikan permintaan maafnya kepada institusi kepolisian dan masyarakat, terkait ulah oknum prajuritnya Serda WS yang telah berperilaku arogan.

Dalam video terebut, terlihat oknum TNI tersebut tidak mengenakan helm serta spion motor tidak ada dan kemudian oknum TNI ini malah membentak bahkan memukul anggota polisi yang sedang bertugas tersebut. Tak hanya itu, oknum TNI ini juga sempat menendang motor polisi ini.

Polisi yang mengalami pemukulan tersebut bernama Bripda Yoga Vernando, petugas Satuan Lalulintas Polresta Pekanbaru yang saat itu tengah menjalankan patroli di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, di depan Ramayana.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kapolresta Pekanbaru, Riau, AKBP Susanto SIK SH MH mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

"Personel Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur atau pun memberhentikan oknum TNI tersebut," kata Susanto.

Namun tiba-tiba oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motor nya dari belakang dan memukul helm Bripda Yoga sebanyak 4 kali.

Menariknya, Bripda Yoga sama sekali tidak membalas aksi tersebut, ia hanya pasrah menerima pukulan dari Wira Sinaga. Sontak video ini pun dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial.

Saking viralnya, Instagram yang diduga milik Serda Wira Sinaga ini pun langsung dibanjiri oleh komentar-komentar nyinyir dari para netizen atas tindakannya terhadap Bripda Yoga.

Seperti salah satunya unggahan foto pada tahun 2016 yang menampilkan Serda Wira Sinaga sedang duduk, pada hari ini, Jumat (11/8/17), pukul 08.39 WIB, foto ini mendapatkan likes sebanyak 2 ribu lebih dan seribu lebih komentar dari para netizen.

Begini komentar-komentar para netizen.

"Lae saya udah bintang 3 ikut peraturan, lah ini baru sersan laga kayak preman pasar" tulis akun @ypmalau.

"Aduh, jangan terlalu sering main tangan mas dengan sesama Warga Indonesia, mending tangannya dipakai buat bantu korban dan misi penyelamatan di medan perang. #savekapolri." tulis akun @michaelrichard8.

"Memalukan nama kesatuan kau dul, abang malu, yang hebat saja nggak begitu sikapnya, lemah" tulis akun @arya_wirawan95.

"Arogan banget, sok paling hebat lu jadi orang, bukannya ditanggepin baik-baik malah main pukul aja" tulis akun @ayavan97.

"Sok jagoan banget lu bang gabisa menghargai sesama abdi negara, jangan semena mena sama jabatan. Kalau udah diproses baru tau rasa tuh. Pangkat masih serda uda sok jagoan diingetin aja malah nantangin." tulis akun @garmsa.

Danrem Minta Maaf

Sementara itu, Danrem 031 Wirabima Brigjen Abdul Karim sampaikan permintaan maaf dan sebut oknum tersebut sudah ditahan untuk diproses lebih lanjut.

Ia menceritakan, aksi pemukulan terhadap anggota Polantas Polresta Pekanbaru bernama Yoga Vernando tersebut diawali adanya serempetan dan saling lirik antara keduanya di jalan. Kemudian Serda WS menghentikan Polantas itu yang berujung dengan peristiwa tersebut.

"Diawali akibat serempetan dan lirikan, kemudian langsung turun, marah dan pukul kepala anggota Polantas. Kami semua memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polri, khususnya Polda Riau, anggota kami ada kesalahan melakukan pelanggaran," akui Abdul Karim.

Selain itu, Jenderal bintang satu ini juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas perlakuan prajuritnya yang dinilai Abdul Karim dilakukan tidak pada tempatnya. "Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang menonton videonya," ungkapnya di Markas Denpom Pekanbaru.

Dirinya berjanji akan menindak tegas WS. Brigjen Abdul Karim memastikan, tidak mentolelir perbuatan prajuritnya tersebut, yang jelas-jelas sudah melakukan pelanggaran. "Pemeriksaan sudah dilakukan dan sudah kita tahan serta dimasukkan ke sel Denpom Pekanbaru," terang dia.

Bahkan beberapa jam setelah kejadian pada Kamis sore lalu, pihaknya langsung mengambil tindakan, yakni mengamankan WS dan menjebloskannya ke Sel isolasi. "Selain itu kita juga sudah silaturahmi dengan Polresta dan jajaran, mereka berdua sudah dipertemukan dan saling bermaafan," singkatnya.

Kelakuan Serda WS mendadak jadi perbincangan, setelah videonya viral di media sosial. Ia mengamuk di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, depan Ramayana. Sasaran kemarahan oknum prajurit ini adalah anggota Polantas Polresta Pekanbaru. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved