Minggu, 18 November 2018  
Hukrim / Pemimpin JAD Riau Terdakwa Terorisme Divonis 11 Tahun Bui
Pemimpin JAD Riau Terdakwa Terorisme Divonis 11 Tahun Bui

Hukrim - - Jumat, 14/09/2018 - 11:44:55 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Riau yang menjadi terdakwa kasus kegiatan terorisme di Bukit Gema, Kabupaten Kampar dan kawasan Siberuk, Sumatera Selatan, Wawan Kurniawan alias Abu Afif divonis 11 tahun penjara.

"Majelis hakim menyatakan bahwa Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana terorisme. Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Ustaz Wawan tuntutan penjara selama 11 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim Soehartono di Ruang Sidang Utama Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (13/9).

Vonis tersebut lebih ringan dua tahun ketimbang tuntutan jaksa yang menginginkan Wawan alias Abu Afif diganjar hukuman 13 tahun penjara.

Di sisi lain, Wawan yang juga diduga menjadi provokator kerusuhan di rumah tahanan di Markas Komando Brigade Mobil, Depok, Jawa Barat diberi kesempatan untuk menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun Wawan menyatakan tidak mengakui vonis tersebut.

Wawan menegaskan, dirinya tidak akan mengajukan pembelaan ataupun banding. "Saya tidak ridho dengan putusan ataupun pembelaan dan aturan hukum yang dibuat manusia. Saya hanya ikut aturan hukum Allah SWT," ujar Wawan sembari mengacungkan jari telunjuk.

Sebelum vonis dibacakan, Wawan memasuki ruangan dengan tertatih-tatih menuju kursi pesakitan. Dia diberi kesempatan Majelis Hakim untuk menjumpai istrinya.

Suasana haru terasa saat istri Wawan, Ana berlari menuju Wawan dan memeluknya, karena sekian lama mereka tak dapat bertemu. Saat Wawan duduk di kursinya, Ana menyandarkan kepala di bahunya barang sebentar, kemudian kembali menyaksikan persidangan suaminya dengan perasaan senang sekaligus sedih.

Majelis hakim mengungkapkan terdakwa Wawan belum melakukan aksi teror sepenuhnya. Namun, tidak berarti unsur adanya kegiatan terorisme tidak terpenuhi maupun tidak terbukti.

"Permufakatan jahat dalam melakukan tindak pidana terorisme dalam Undang-Undang tindak pidana terorisme merupakan sudah termasuk tindakan terorisme. Oleh karena itu majelis tidak sepakat dengan pleidoi penasihat hukum yang mengatakan terdakwa tidak terbukti melanggar pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003," ujar Soehartono seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, Wawan merupakan terduga teroris yang tertangkap di Pekanbaru pada operasi penindakan serentak oleh Detasemen Khusus Antiteror Polri 88 pada Oktober 2017.

Wawan juga diduga berperan menjadi motivator bagi kelompoknya untuk menyerang Mako Brimob, Polsek serta pos polisi Riau menggunakan senjata tajam. Wawan dan kelompoknya telah melakukan latihan persiapan teror (i'dad) dan menembak di Bukit Gema, Kampar, Riau.

Wawan diringkus bersama Abu Ibrahim alias Beni Sutrisno di Perumahan Pandau Permai, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Terakhir pada 8 Mei, Wawan diduga menjadi provokator kerusuhan Mako Brimob yang membuat ratusan tahanan menyandera polisi. Hal tersebut berawal dari kemarahannya saat makanan dari keluarganya tidak bisa masuk sel karena aturan yang ketat.

Wawan kemudian menghasut sejumlah teroris lainnya yang mendekam di Rutan Mako Brimob dan mengakibatkan lima polisi serta satu narapidana teroris meninggal. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved