Rabu, 12 Desember 2018  
Hukrim / Penghina UAS Resmi Jadi Tersangka, Terancam 4 Tahun Penjara dan Denda Rp750 Juta
Penghina UAS Resmi Jadi Tersangka, Terancam 4 Tahun Penjara dan Denda Rp750 Juta

Hukrim - - Selasa, 09/10/2018 - 11:39:30 WIB

PEKANBARU, situsriau.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau akhirnya menetapkan Jony Boyok alias JB sebagai tersangka ujaran kebencian terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS). Sebelumnya, JB menggunggah kata-kata penghinaan terhadap UAS di akun Facebook-nya.

Penetapan tersangka terhadap JB dilakukan setelah penyidik menggelar perkara, Senin (8/10/18) pagi. "Gelar perkara sudah selesai. Terlapor (JB) sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Sunarto, di Pekanbaru.

Sunarto mengatakan, JB dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang  Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya empat tahun penjara dan denda Rp750 juta.

Meski telah jadi tersangka tapi JB tidak ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Tidak ditahan karena hukumannya di bawah lima tahun," kata Sunarto.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Arif Gidion Setiawan menjelaskan, JB dijerat dengan Pasal Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik. "Pencemaran nama baik dan penghinaan," ucapnya singkat.

Dalam perkara ini, JB telah diperiksa kediamannya di Kecamatan Bukit Raya oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Penyidik juga sudah meminta keterangan UAS dan saksi ahli.

JB yang merupakan pengusaha di Pekanbaru dilaporkan kuasa hukum UAS ke Ditreskrimsus Polda Riau pada 6 September 2018. UAS melaporkan adanya dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik dirinya yang dilakukan JB.

Dalam unggahannya, JB menyebut UAS sebagai sosok yang jahat. Postingan yang dilengkapi dengan foto UAS yang telah diedit sedemikian rupa itu diunggah pada 2 September 2018 hingga mendapat reaksi keras masyarakat.

Unggahan itu mendapat reaksi dari Front Pembela Islam (FPI). JB dijemput ke rumahnya di Kecamatan Bukit Raya, Rabu (5/9) sore. Dia kemudian dibawa ke markas FPI yang selanjutnya diserahkan ke Polda Riau.

Dalam proses tabayun di markas FPI, JB mengakui perbuatannya. Hal itu terjadi karena pemahamannya akan ilmu agama Islam kurang. (sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved