Selasa, 29 09 2020  
Hukrim / Polres Siak Amankan Tersangka Pembakar Lahan
Polres Siak Amankan Tersangka Pembakar Lahan

Hukrim - - Rabu, 11/03/2020 - 00:30:38 WIB

SIAK, situsriau.com- Kepolisian Resort (Polres) Siak kembali berhasil membekuk pelaku pembakar hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Apit,  Selasa(10/3/2020).

Pelaku TAC (53) warga Jl. Gajah Mada RT 01 RW 06 Kecamatan Sungai Apit diamankan Tim Gakkum Polres Siak di rumahnya sesaat setelah diterima informasi dari masyarakat tentang pelaku. 

Kapolres Siak AKBP Doddy F. Sanjaya menjelaskan Pada hari Selasa tanggal 03 Maret 2020 sekira pukul 07.00 WIB pelaku pergi dari rumahnya menuju lahan pelaku yang berada di Kampung Tanjung kuras Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.

Setelah sampai pelaku langsung membuka lahan dengan cara menebas /mengimas ,setelah itu rumput kering dan sisa tanaman nanas kering pelaku kumpulkan di satu tempat, dan pelaku membakar dengan luas 1 × 1 M menggunakan satu mancis warna merah,

"Sekira pukul 10.00 WIB pelaku memadamkan api dengan cara menyiramnya dengan ember yang berisi air yang mana air tersebut pelaku ambil dari Parit sekitar lahan pada pukul 11.00 WIB karena api sudah padam pelaku pulang ke rumah, 

"Lalu sekira pukul 19 WIB saudara TUMIN selaku pemilik lahan yang mana lahan tersebut di pinjamkan kepada pelaku datang ke rumah pelaku dan bertanya apakah pelaku ada membakar lahan lalu pelaku menjawab ada membakar lahan yang awalnya pelaku Perun terlebih dahulu Namun karena kurangnya pengawasan menyebabkan api yang dibakar tersebut hidup kembali sehingga menyebar sampai kurang lebih 2 hektar dan sekira pukul 20 WIB personil Polres Siak bersama personel Polsek Sungai apit datang dan membawa pelaku ke Mako Polres guna dimintai keterangan lebih lanjut," jelasnya. 

Terhadap pelaku diterapkan pasal 56 ayat (1) jo pasal 108 undang-undang RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan atau pasal 69 ayat 1 huruf h Jo pasal 108 undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup atau pasal 187 ayat 1 KUHP pidana dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun penjara dengan denda paling sedikit Rp. 3.000.000.000 (Tiga miliar rupiah ) dan Paling banyak Rp. 10.000.000.000 (Sepuluh miliar rupiah).

"Media termasuk masyarakat tahu bahwa kita sangat komit terhadap upaya-upaya untuk menjaga provinsi Riau ini tidak terjadi Karhutla, kalau terjadi kita dengan sesegera mungkin kita lakukan pemadaman dan penegakan hukum kalau memang itu merupakan satu unsur kesengajaan, kami berharap ini bisa menjadi edukasi bagi masyarakat untuk tidak mengelola lahan dengan cara membakar, 

"Dukungan aplikasi Lancang Kuning yang kemarin di launching oleh Bapak Kapolri menjadi Lancang Kuning Nusantara,dari aplikasi ini banyak hal-hal yang sifatnya menjadi kemudahan bagi kita dalam mendeteksi api dan melaporkan perkembangan terkait dengan penanganan karhutla, ini mohon dukungan dari rekan-rekan media juga untuk selalu mensosialisasikan upaya-upaya kita untuk mengedukasi masyarakat untuk sama-sama menjaga lahan kita dan hutan kita agar tidak terbakar." Terang Kapolres Siak AKBP Doddy F.Sanjaya,SH,SIK,MIk. (sal)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved