Sabtu, 15 08 2020  
Hukrim / Malang, Asyik Bermain di Bekas Galian, Bocah 7 Tahun di Rohul Tewas Tengelam
Malang, Asyik Bermain di Bekas Galian, Bocah 7 Tahun di Rohul Tewas Tengelam

Hukrim - - Kamis, 14/05/2020 - 05:30:40 WIB

UJUNG BATU, situsriau.com - Dani, bocah 7 tahun tinggal di RT.001 RW. 001 Ngaso Dalam, Desa Ngaso Kecamatan Ujung Batu, ditemukan tak bernyawa  setelah tenggelam saat bermain di bekas galian C (kuari) milik Tono, Selasa (12/5/20).

Informasi Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting melalui Paur Humas Ipda Feri Fadli.SH, Rabu (23/5/20), dirinya mengakui ada peristiwa tengelamnya bocah 7 tahun.

Feri menjelaskan, Selasa 12 Mei 2020 pukul 15.40 WIB, dapat informasi dari Panit I Reskrim Polsek Ujung Batu ada informasi di media sosial, adanya anak tengelam di bekas galian C yang sudah tidak lagi beroperasi milik Tono.

Dengan adanya informasi di media sosial, kemudian Unit Intel Polsek Ujung Batu melakukan pengecekan kebenaran informasi itu. Lalu pada Selasa sekitar pukul 16.00 WIB Unit Intelkam menemui orang tua korba, Sri Mulyati (27).

"Ibu korban mengakui, anaknya Dani masih usia 7 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di bekas galian C, yang sudah lama tidak beroperasi. Korban sudah dikebumikan keluarganya di Pemakaman Umum Desa Ngaso sekitar pukul 15.30 WIB," jelas Paur Humas Polres Rohul.

Di lokasi kejadian ditemukannya Dani tenggelam, saksi Pingki (23) dan Yoyot (19) juga warga Ngaso mengakui, korban saat itu bermain dengan rekannya Ranjes (20) yang diketahui mengalami keterbelakangan mental. 

Ibu korban Sri Muliyati menceritakan, Selasa sekitar pukul 11.00 WIB anaknya Dani bermain dengan temanya Ranjes. Lalu pukul 12.00 WIB, Pingki dapat informasi Yoyot bahwa Dani yang juga keponakannya tenggelam di bekas galian C.

"Setelah dapat informasi tersebut, Pingki dan Yoyot bersama dengan masyarakat lakukan pencarian di lokasi kejadian. Baru sekitar​ pukul 13.00 WIB korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri," sebut Paur Humas lagi.

Lalu masyarakat membawa korban ke Puskesmas Ujung Batu. Setibanya di Puskesmas nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi, dan dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Nora.

Atas penjelasan dr. Nora selanjutnya keluarga bersama masyarakat membawa jenazah Dani ke rumah duka, selanjutnya dilakukan proses pemakaman. 

"Ibu korban serta keluarga sudah mengikhlaskan serta menerima dengan meninggalnya Dani. Ibu kandung korban juga menolak almarhum anaknya untuk dilakukan autopsi serta tidak akan menuntut ke pihak manapun atas musibah yang menimpa anaknya, baik secara pidana maupun perdata," ucap Feri. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved