Senin, 28 09 2020  
Hukrim / Alasan Ekonomi, Pria Ini Tega Bunuh Dua Balitanya, Kronologinya Mencekam
Alasan Ekonomi, Pria Ini Tega Bunuh Dua Balitanya, Kronologinya Mencekam

Hukrim - - Jumat, 07/08/2020 - 15:48:57 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Andreas Pati (25) harus berurusan dengan polisi setelah tega membunuh dua anak kandungnya Y (3) dan A (2). Peristiwa itu terjadi di Desa Balaweling Noten, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, pada Selasa (4/8/20).

"Dari hasil pemeriksaan kami, motif ekonomi dan kebutuhan hidup yang sulit jadi alasan tersangka membunuh kedua anaknya," kata Kepala Satuan Intel Polres Flores Timur, Iptu I Wayan Pasek Sujana, dalam keterangan yang diterima di Kupang. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (7/8/20).

Sujana menceritakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengungkapkan bahwa dirinya nekat membunuh dua anak kandungnya karena tidak sanggup membiayai hidup mereka.

Selain itu, tersangka juga mengalami stres setelah ditinggal istrinya yang merantau ke luar negeri.

"Masalah yang dihadapi ini yang membuat pelaku nekat membunuh kedua anaknya menggunakan pisau yang sudah disiapkan," katanya.

Sujana menjelaskan, saat proses penangkapan pelaku pada Rabu (5/8/20), aparat keamanan sempat mengalami kesulitan karena pelaku bersembunyi di atas pohon kelapa sekitar 12 jam.

"Pelaku menolak untuk turun dari pohon sehingga aparat keamanan dibantu warga setempat terpaksa menumbangkan pohon kelapa tersebut untuk mengamankan pelaku," katanya.

Sujana mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti seperti pakaian korban dan pisau yang dipakai tersangka untuk membunuh kedua anaknya

"Saat ini pelaku sudah kami tahan di Polres Flores Timur untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya itu," katanya.

Kronologi

Sujana juga menjelaskan, peristiwa nahas tersebut diketahui pertama kali oleh ibu kandung pelaku, Yuliana Ose Doni (52) dan adik kandung pelaku, Hendrikus Boli Ola (20).

Saat itu, Yuliana yang baru pulang dari kebun, menaruh curiga setelah melihat rumah mereka dalam keadaan tidak seperti biasanya terbuka lebar. Pintu dan jendela terkunci rapat.

"Yuliana kemudian mengintip dari lubang jendela dan kaget ketika melihat pelaku sedang membunuh kedua anaknya," katanya, Jumat (7/8/20).

Yuliana kemudian memanggil anaknya yang lain bernama Hendrikus, serta berteriak memanggil tetangga sekitar.

Mendengar teriakan Yuliana, Hendrikus adik pelaku dan para tetangga datang lalu mendobrak pintu, namun tidak terbuka.

Merasa panik dan seperti kesurupan karena aksinya telah diketahui, pelaku lalu membuka pintu dan mengejar ibu serta adiknya menggunakan pisau. Namun keduanya berhasil lolos dari kejaran pelaku.

Pelaku kemudian melarikan diri dengan memanjat pohon kelapa di sekitar rumah mereka.

Adi pelaku Hendrikus kemudian masuk ke dalam rumah dan mendapati kedua korban sudah terbujur kaku tak bernyawa. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Tiba di tempat kejadian perkara, polisi melakukan evakuasi terhadap kedua jenasah korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah Kedua korban juga sudah dilakukan visum.

Petugas juga berusaha memaksa pelaku untuk turun dari atas pohon kelapa, agar mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun sia-sia karena pelaku memilih bertahan di atas pohon kelapa.

Polisi tidak kehabisan akal. Pohon kelapa yang dipanjat pelaku kemudian ditebang sehingga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Flores Timur, untuk menjalani pemeriksaan intensif.(sr5, md)
 

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved