Kamis, 13 Desember 2018  
Iptek / Polri Tangani Serius Pencurian Data Pengguna Facebook di Indonesia
Polri Tangani Serius Pencurian Data Pengguna Facebook di Indonesia

Iptek - - Selasa, 10/04/2018 - 12:48:26 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian RI akan turun tangan mengusut dugaan pencurian data pribadi satu juta lebih pengguna Facebook asal Indonesia. Investigasi dilakukan berdasarkan permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Bareskrim akan mulai berkoordinasi dengan berbagai pihak," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal, Minggu (8/4/18).

Polri memastikan bakal memanggil seluruh pimpinan pemain layanan over the top (OTT) Facebook Indonesia. Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kemenkominfo.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, kepolisian akan memanggil bos Facebook Indonesia pekan ini. Pemanggilan ini dilakukan karena manajemen Facebook Indonesia diduga terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana kebocoran data satu juta lebih pelanggan untuk kepentingan tertentu.

Setyo menduga Facebook Indonesia telah melanggar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi. Atas hal itu bos Facebook Indonesia akan diseret tim penyidik di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk disidik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenkominfo untuk segera menindaklanjuti pencurian data di Facebook. Bareskrim akan memanggil Facebook Indonesia untuk memulai penyidikan," katanya.

Kebocoran data Facebook pertama kali diungkap Christopher Wylie, mantan Kepala Riset Cambridge Analytica, pada Maret lalu. Mulanya, data tersebut disedot oleh peneliti dari University of Cambridge, Aleksandr Kogan, menggunakan aplikasi survei kepribadian. Praktik yang dilakukan sepanjang 2014 itu berhasil mengumpulkan data pribadi 87 juta pengguna Facebook.

Data yang diperoleh secara ilegal tersebut lantas dijual ke perusahaan konsultan politik asal Inggris, Cambridge Analytica. Berbasis data itu, Cambridge mendesain iklan politik calon Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam pemilihan presiden 2016. Perusahaan yang terlibat dalam pemilihan umum di banyak negara itu juga merancang berita bohong.

Manajemen Facebook mengakui adanya kebocoran data 87 juta akun penggunanya. Akun yang paling banyak dibobol adalah milik pengguna asal AS, yakni 70,6 juta akun, diikuti akun asal Filipina sebanyak 1,1 juta. Indonesia ada di urutan ketiga sebanyak 1.096.666 akun.

Menkominfo Rudiantara telah bertindak. Pada Kamis, 8 April 2018, ia memanggil perwakilan Facebook di Indonesia. Dalam pertemuan itu, Rudiantara menyampaikan protes kepada Facebook atas kebocoran data pribadi pengguna asal Indonesia.

Ia juga meminta Facebook menaati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Peraturan Menkominfo tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. "Sanksi administrasi pertama sudah disampaikan. Teguran secara tertulis juga sudah dikeluarkan," kata Rudiantara.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari, dalam pertemuan dengan Menteri Rudiantara menyatakan siap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan menyerahkan hasil audit secara menyeluruh.

Sementara itu, Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Abdul Kharis Almasyhari, berniat memanggil perwakilan Facebook di Indonesia pada Rabu, 11 April 2018. Menurutnya, DPR tak akan ragu meminta pemerintah menutup operasi Facebook di Indonesia.

"Kami akan tanya dulu bayar pajak atau tidak, segala macam. Kalau sudah bikin bocor data, tidak bayar pajak lagi, pasti kami hukum," tukasnya. (sr5, in)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved