Senin, 17/12/2018  
Iptek / Pegawai Bank di China Kerjai Mesin ATM, Tarik Uang Rp13 Miliar selama 2 Tahun
Pegawai Bank di China Kerjai Mesin ATM, Tarik Uang Rp13 Miliar selama 2 Tahun

Iptek - - Kamis, 07/02/2019 - 09:52:37 WIB

CHINA, situsriau.com - Mesin ATM tak jarang jadi sasaran pembobolan walau perangkat itu sudah memiliki keamanan elektronik tinggi.

Seperti yang dilakukan programer dari China ini. Ia berhasil temukan kelemahan sistem keamanan cyber di ATM milik bank tempat dia bekerja, dan menarik uang yang begitu banyak dari sana.

Setelah dua tahun melakukannya, akhirnya kegiatannya tersebut tercium oleh pihak bank dan programer tersebut dibawa ke pengadilan atas tindakannya.

Menurut laporan dari The South China Morning Post dan Daily Economic News, programer berusia 43 tahun bernama Qin Qisheng berhasil menarik uang yang sangat banyak dengan menggunakan kelemahan keamanan di ATM.

ATM tersebut berasal dari Huaxia Bank, yang kebetulan adalah tempat Qin bekerja sebagai programer.

Uang yang berhasil ditarik oleh Qin dari hasil memancing dari ATM tersebut mencapai lebih dari 7 juta Yuan (sekitar $1 juta atau 13.9 milyar Rupiah).

Menurut penuturan Qin, sistem keamanan bank tersebut tidak merekam secara baik penarikan uang yang dilakukan di tengah malam.

Jadi uang yang diambil pada saat itu akan keluar dari ATM, tetapi tidak mengurangi jumlah tabungannya.

Setelah berhasil temukan kelemahan keamanan di ATM, programer ini tarik uang sampai lebih dari Rp13 milyar.

Biasanya, sistem akan memberitahu pihak bank mengenai adanya transaksi yang gagal tersebut; tetapi Qin menyelipkan kode komputer di sistem tempat dia bekerja supaya peringatan tersebut tidak menyala.

Dikutip grid.id, Qin mulai melakukan penarikan di ATM semenjak November 2016, dan setelah melakukannya sebanyak 1358 kali, pada Januari 2018 pihak bank barulah mencium adanya kode asing di dalam sistem.

Uniknya, bank tersebut tidak ingin mengejar Qin ke pengadilan, selama dia mau mengembalikan uang yang telah diambilnya selama ini.

Pihak Huaxia Bank tampaknya tidak ingin mendapatkan reputasi buruk karena adanya kelemahan pada keamanannya, dan meminta polisi untuk tidak meneruskannya ke jalur hukum.

Ternyata Qin menjelaskan ke pihak bank bahwa dia hanya melakukannya untuk mengetes sistem keamanan bank, dan tidak menggunakan uang yang diambilnya sama sekali.

Namun pihak pengadilan menolaknya, karena Qin memindahkan uang tersebut ke akun tabungan pribadinya, dan juga menginvestasikan uang tersebut di pasar saham.

Saat ini Qin Qisheng menghadapi tuntutan hukum yang bisa membuatnya dipenjara selama 10 tahun dan 6 bulan setelah argumennya ditolak pengadilan.(sr5, gr)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved