Selasa, 22 Oktober 2019  
Iptek / Facebook Hapus Ratusan Akun Indonesia yang Bahas Papua Barat
Facebook Hapus Ratusan Akun Indonesia yang Bahas Papua Barat

Iptek - - Sabtu, 05/10/2019 - 12:02:57 WIB

JAKARTA, situsriau.com - Pasca insiden kerusuhan di Papua dan mencegah menyebarnya informasi hoax dibeberapa negara, Facebook menyatakan telah menghapus laman, grup, hingga akun karena 'perilaku tak otentik terkoordinasi' di Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria.

Operasi di Indonesia melibatkan jaringan lebih dari 100 akun palsu di Facebook maupun Instagram berisi unggahan konten dalam bahasa Indonesia dan Inggris megenai Papua Barat.

Dilansir Kompas.com, Sabtu 5 Oktober 2019, unggahan yang dihapus tersebut berisi dukungan maupun kritikan bagi pergerakan kemerdekaan Papua Barat, dan aktif di wilayah paling bergolak di Papua.

"Jaringan laman ini sepertinya didesain untuk menyerupai media lokal atau organisasi advokasi," ungkap Facebook’s Global Lead for Threat Disruption, David Agranovich.

Bersama timnya, melakukan pemantauan di Indonesia, terutama meningkatnya ketegangan di Papua, dan melacak akun palsu yang bakal menggiring orang dan menyebarluaskan konten ke perusahaan media bernama InsightID.

Sejak akhir Agustus 2019 lalu, Papua dilanda kerusuhan dan aksi protes yang memanas pada September 2019 ini, dimana 33 orang tewas dalam kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua.

"Peneliti pada September telah memperingatkan terdapat peningkatan akun palsu soal Papua di Facebook dan Twitter, dimana ada yang mengunggah konten pro-pemerintah," sebutnya.

Agranovich menuturkan, Facebook juga menghapus akun palsu yang berhubungan dengan jaringan di Timur Tengah dan Afrika. "Satu berbasis di Mesir, namun beroperasi di hampir seluruh wilayah dengan mengunggah konten mendukung Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir," tuturnya.

"Jaringan akun palsu itu juga mengkritik Iran, Qatar, Turki, hingga pergerakan separatis di Yaman. Operasi akun palsu itu menyamar sebagai media di negara yang jadi basis operasi mereka, dan memperkuat konten yang mereka unggah," jelasnya.

Seperti yang diketahui, Facebook melakukan aksi penumpasan setelah dikritik dalam beberapa tahun terakhir karena dianggap lamban dalam mengembangkan alat dalam memerangi konten ekstremis dan propaganda.

Pada awal tahun ini, Facebook mengumumkan menghapus akun mencurigakan dari Irak, Ukraina, China, Rusia, Arab Saudi, Iran, Thailand, Honduras, dan Israel. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved