Rabu, 02/08/2017  
Kesehatan / Ternyata Golongan Darah O Lebih 'Aman' dari Serangan Jantung dan Stroke
Ternyata Golongan Darah O Lebih 'Aman' dari Serangan Jantung dan Stroke

Kesehatan - - Senin, 15/05/2017 - 14:02:27 WIB

GRONINGEN, situsriau.com - Para peneliti kesehatan di Universitas Medical Center, Groningen, Belanda, menyebutkan ada korelasi antara golongan darah dengan potensi alami penyakit jantung dan stroke.

Orang dengan golongan darah non O (A, B, AB) disebut memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke dibanding orang dengan golongan darah O.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan hasil analisis dari terhadap lebih dari 1,3 juta orang. Berdasarkan hasil analisa tersebut, orang dengan golongan darah selain 0 memiliki kemungkinan gangguan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke, mencapai lebih dari sembilan persen.

Kendati begitu, kesimpulan ini belum final. Pasalnya, tim peneliti belum bisa memastikan, apakah dua variabel tersebut memiliki korelasi sebab-akibat secara langsung atau ada pengaruh yang lain.

Untuk itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai korelasi tersebut. ''Disebutkan, orang dengan golongan darah non-O memiliki resiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan angkat kematian karena kardiovaskular secara keseluruhan. Namun, sara ini berasal dari studi kasus dengan kontrol yang memiliki tingkat bukti cukup rendah. Jika hal ini bisa dikonfirmasi lebih lanjut, maka dapat memberikan dampak terhadap jenis pengobatan yang diberikan kepada seseorang,'' kata ketua tim peneliti, Tessa Kole, seperti dikutip dari Science Alert.

Kendati begitu, dari penelitian itu setidaknya dapat disimpulkan ada kemungkinan korelasi antara golongan darah seseorang dan tingkat risiko terkena gangguan kardiovaskular. Golongan darah memang ditentukan sebelum orang lahir dan dibentuk berdasarkan campuran spesifik antibodi dan antigen yang ada di sel darah.

Pada penelitian sebelumnya, tepatnya di sebuah studi pada 2015, menyebutkan, orang dengan golongan darah tertentu memiliki tingkat kolesterol lebih tinggi dibanding dengan golongan darah lainnya. Namun, penyebab biologis dari hal ini masih belum dapat dipastikan.

Salah satu penjelasan yang bisa ditawarkan, ujar Kole, adalah orang dengan golongan darah O memiliki tingkat konsentrasi protein yang tinggi dalam hal pembekuan darah. Kondisi ini disebut faktor Von Willebrand.

Namun, itu masih menjadi hipotesis awal. Tim peneliti masih harus melakukan riset lanjutan untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Termasuk dengan adanya variabel-variabel lain.

''Namun, untuk masa mendatang, golongan darah juga diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan penilaian resiko untuk penanganan gangguan kardiovaskular, bersamaan dengan tingkat kolesterol, usia, jenis kelamin, dan kondisi tekanan darah,'' tutur Kole.(sr5, in)



Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved