Senin, 21 Mei 2018  
Kesehatan / Hati -hati Bila Anda Sering Menggaruk Padahal Tidak Gatal
Hati -hati Bila Anda Sering Menggaruk Padahal Tidak Gatal

Kesehatan - - Kamis, 03/05/2018 - 10:26:47 WIB

Situsriau.com - Terkadang kita merasa ingin sekali menggaruk kulit, walau sebenarnya tidak merasa gatal. Tidak ada bentol, biduran, atau masalah kulit lainnya yang Anda alami? Jika Anda pernah mengalaminya, bisa jadi Anda mengidap gatal psikogenik. 

Berbeda dengan jenis gatal lainnya seperti gigitan serangga, gatal alergi, biduran, atau biang keringat, gatal psikogenik biasanya tidak ditandai dengan masalah kulit apapun. Untuk mencari tahu lebih lanjut soal gatal psikogenik, simak terus ulasan lengkapnya berikut ini.  

Apakah itu gatal psikogenik?

Gatal psikogenik adalah munculnya desakan untuk menggaruk kulit tanpa adanya masalah atau penyebab gatal. Ditulis helosehat, biasanya gatal psikogenik hanya muncul di bagian tubuh yang mudah Anda jangkau, misalnya lengan, paha belakang, perut, bahu, dan wajah. Semakin digaruk, rasa gatal pun akan semakin menjadi-jadi.

Selain itu, biasanya gatal psikogenik muncul hanya ketika Anda sedang dilanda stres, kecemasan, ada masalah yang sulit dipecahkan, atau saat merasa terancam. Namun, pada beberapa kasus orang-orang juga melaporkan gatal psikogenis saat terlampau bahagia.

Gatal psikogenik bukan penyakit kulit, tapi mental

Keinginan dan desakan untuk menggaruk kulit tanpa sebab bukanlah sebuah penyakit. Rasa ingin menggaruk kulit muncul dari sugesti atau alam bawah sadar pikiran manusia. Maka, gatal psikogenik lebih tepat digolongkan sebagai gangguan psikis, bukan penyakit kulit.

Orang yang menderita gatal psikogenik tidak bisa membedakan apakah gatal yang muncul hanya perasaannya saja, atau benar-benar gatal karena sebab tertentu. Akibatnya, ia akan semakin menggaruk kulit dan hal ini bisa menimbulkan kemerahan, eksim, dan luka bekas garukan.

Penyebab gatal psikogenik

Gatal psikogenik disebabkan oleh kelainan pada aktivitas otak saat merasakan emosi yang menggebu-gebu. Rasa gatal diatur oleh bagian otak yaitu korteks cingulate. Bagian otak ini rupanya juga mengatur berbagai aktivitas emosional dan kognitif. Maka, ketika seseorang merasakan suatu perasaan yang meluap-luap, bagian otak ini akan terstimulasi secara berlebihan. Inilah yang menyebabkan munculnya desakan untuk menggaruk kulit.

Kasus ini juga biasanya ditemukan pada orang yang memiliki macam-macam gangguan kejiwaan. Di antaranya adalah gangguan disosiatif (kepribadian ganda), gangguan kecemasan, depresi, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kepribadian ambang, psikosis, dan gangguan somatisasi.

Cara mengatasi gatal psikogenik

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan gatal psikogenik. Cara terbaik untuk mengendalikan gatal psikogenik adalah dengan menangani gangguan kejiwaan itu sendiri. Misalnya Anda memiliki gangguan obsesif-kompulsif. Menangani gangguan obsesif-kompulsif tersebut akan membantu Anda mencegah munculnya desakan untuk menggaruk kulit tanpa sebab medis yang jelas.

Untuk menangani gangguan kejiwaan yang dialami, ada banyak jenis psikoterapi atau terapi psikologis lainnya yang bisa ditempuh. Anda akan dilatih untuk mengubah pola pikir jadi lebih sehat sehingga kebiasaan menggaruk kulit yang terasa gatal akan berangsur-angsur hilang. Jika muncul desakan untuk menggaruk kulit, cobalah untuk mengalihkan perhatian dan menyibukkan tangan Anda dengan kegiatan lain.(sr5, hs)


Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 0852-720-49-275 atau PIN BBM: 5513A781
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2017 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved