Minggu, 09 08 2020  
LifeStyle / BNN Sebut Narkoba di Kalangan Artis Seperti Fenomena Gunung Es
BNN Sebut Narkoba di Kalangan Artis Seperti Fenomena Gunung Es

LifeStyle - - Senin, 27/03/2017 - 11:23:50 WIB

JAKARTA,situsriau.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut peredaran narkoba di kalangan artis menyerupai fenomena gunung es. BNN mensinyalir tertangkapnya sejumlah artis hanya sebagian kecil dari peredaran narkoba di kalangan pesohor.

"Akarnya di dalam air besar sekali," kata Juru Bicara BNN, Komisaris Besar Sulistiyandriatmoko, Minggu (26/3/17).

Sulis mengatakan, umumnya apabila seorang artis sudah menjadi pengguna, ada kecenderungan publik figur lainnya bisa tertular. Bahkan dimungkinkan mereka membentuk suatu komunitas yang di dalamnya ada artis yang berhubungan langsung dengan pengedar narkoba.

Sulis menyebutkan ada semacam kerentanan yang terjadi di kalangan artis sehingga peredaran narkoba di kalangan mereka mudah terbentuk. Kerentanan itu bisa muncul dari faktor beban kerja, pergaulan atau gaya hidup. Sehingga kecenderungan menggunakan narkoba cukup tinggi, termasuk dengan alasan sebagai doping. Ia mencontohkan, kerentanan tertular mengkonsumsi obat terlarang itu umumnya dilakukan saat para publik figur berkumpul.

Sulis kemudian menyinggung soal tertangkapnya penyanyi Ridho Rhoma pada Sabtu (25/3/17) pagi pukul 04.00, di area sebuah hotel di Tanjung Barat, Jakarta Barat. Polisi menemukan bukti paket sabu-sabu seberat 0,7 gram dari putra raja dangdut Rhoma Irama itu.

Menurut Sulis, tertangkapnya Ridho lantaran menggunakan sabu juga mengindikasikan ada jaringan yang lebih besar di bawah permukaan. Untuk itu, penting yang harus dilakukan adalah mengungkap jaringan tersebut. Dari menelusuri asal-usul narkobanya hingga distribusi ke bandar.

Sulis mencontohkan, kasus Ridho sebagai wujud bahwa kalangan artis juga menjadi segmen menjanjikan bagi para pengedar narkoba. Artis menjadi sasaran strategis ekonomi dan pemasaran narkotika. Sasaran ekonomi karena ada keuntungan yang diperoleh. Sebab artis memiliki penghasilan yang cukup tinggi sehingga bisa dengan mudah mendapatkan narkoba. Sedangkan dari sisi pemasaran, artis mempunyai komunitas sehingga narkoba bisa mudah beredar di kalangan mereka.

Untuk itu, Sulis mengimbau kepada semua artis untuk membaca peta tersebut bahwa mereka menjadi sasaran pengedar dan bandar. "Mereka adalah sasaran potensial, tolong itu disadari supaya mereka terhindar," katanya seperti dilansir tempo.co.

Selama dua tahun terakhir, polisi telah menangkap enam pesohor yang terseret perkara narkoba. Mereka adalah pemain film, pemain sinetron hingga penyanyi dangdut.

Sebelum Ridho, muncul sejumlah nama selebritas yang juga tersangkut kasus narkoba sejak 2016. Pemain sinetron Anak Jalanan, Dylan Putera Allen Carr ditangkap polisi karena terbukti mengkonsumsi sabu pada Selasa, 6 Januari 2016, di lokasi syuting, kawasan Ceger, Jakarta Timur.

Dylan ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama hampir sepekan. Dari hasil pengembangan kasus, diketahui jalur peredaran barang haram hingga ke tangan Dylan.

Jupiter Fortissimo ditangkap saat bertransaksi dengan bandar narkoba di sebuah tampat karaoke di Jakarta Barat. Penangkapan dilakukan pada Mei 2016. Polisi mengaku telah mengikuti Jupiter sejak sebelum dia masuk ke tempat karaoke.

Penggerebekan dilakukan begitu ia masuk tempat karaoke. Saat digerebek, Jupiter bersama empat temannya. Salah satu di antaranya diduga seorang pengedar narkoba bernama Firmansyah. Polisi menyita satu paket narkoba jenis sabu dari tas Jupiter.

Aktor Restu Sinaga juga bernasib sama. Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap dia atas kasus penggunaan narkoba jenis kokain pada Kamis, 2 Juni 2016. Polisi sebelumnya mengintai Restu sekitar sebulan.

Restu ditangkap di rumahnya di Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan. Saat ditangkap, ia sedang tidur. Kepada polisi, ia mengaku mengkonsumsi kokain sejak tiga tahun terakhir. Dia mendapat barang itu dari temannya, P dan R secara sembunyi-sembunyi.

Satuan Reserse Narkotika Polres Jakarta Barat membekuk biduan dangdut Imam S Arifin karena menggunakan sabu. Ia ditangkap di Apartemen Crysan di Jalan Rajawali Selatan, Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.00 pada Sabtu, 27 Agustus 2016.

Polisi menemukan barang bukti berupa sabu 0,36 gram, satu alat isap dan timbangan elektronik milik Arifin. Penangkapan itu merupakan ketiga kalinya Imam S Arifin berurusan dengan barang haram itu. Ia pernah dicokok dalam kasus yang sama pada 29 Agustus 2009 dan 25 Maret 2010.

Pada 28 Agustus 2016, mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia, Gatot Brajamusti juga ditangkap polisi di kamar 1100 Hotel Golden tulip Mataram, Nusa Tenggara Barat. Polisi yang datang menggeledah menemukan barang bukti 0,94 gram sabu dan sebuah pipa kaca di kantong celana jins Gatot.

Data BNN pada 2015 berdasarkan penelitian menyebutkan DKI Jakarta menjadi daerah dengan peringkat pertama prevalensi penyalahgunaan narkoba. Di tahun itu tercatat ada 392.367 jumlah penyalahgunaan dengan tingkat prevalensi 5,08 persen.

Selain itu, tingkat konsumsi narkotika oleh seseorang memiliki kecenderungan meningkat. Sehingga pada tingkatan tertentu apabila orang tersebut tidak mengkonsumsi, akan terjadi sakau. (sr5, in)

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 08117533365
atau Email: situsriau.redaksi@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.
----- Akses kami via mobile m.situsriau.com -----

 
Redaksi | Email | Galeri Foto | Pedoman Media Siber
Copyright 2012-2020 PT. SITUS RIAU INTIMEDIA, All Rights Reserved